Pelopor ayam geprek pertama tuh BUKAN GEPREK BENSU ๐ญ๐ญ๐ญ
TAPI AYAM GEPREK BU RUM. Bu Rum mulai jualan di Papringan, Jogja tahun 2003. Waktu itu namanya masih ayam ulek, ayam gejrot, ada yang nyebut ayam penyet jugaaa
Namanya berubah jadi โgeprekโ karena Bu Rum yang mulai pakai istilah itu biar kedengeran unik waktu pelanggannya makin banyakkkk
Geprek Bensu baru muncul tahun 2017. Jadi 14 tahun setelah Bu Rum nemuin konsepnya, Geprek Bensu baru adaโฆ
Aku mau berbagi sedikit rezeki payout hari ini. Ada 200k untuk 4 orang, masing-masing 50k ya. Syaratnya:
- follow akun ini
- like & repost postingan ini
- reply, 50k buat kalian bisa jadi apa?
end besok malam jam 19.00 ya, goodluck guys๐ค
Ini waktu sarwendah ke kantor gio, sklian pamit gio mau k Melbourne, malu pak di liatin karyawan mojok dstu
Guys ini kayak drama cina nggak sih?๐ฅฒ๐ญ
Kayak terlalu diinian banget๐ญ
sc:threadsputri_isabell4
mau sekeren dan semantep apapun lo, tolong normalisasi merespon orang yang berusaha mendekat atau menghubungi lo. lo mungkin gaakan sadar, tapi untuk sebagian orang mengirim pesan atau memulai percakapan kadang butuh keberanian yang besar. jadi stop mengabaikan seenak jidat. coba deh belajar menghargai perasaan orang lain, karena suatu saat ketika lo berada di posisi yang sama, belum tentu lo bisa menerima perlakuan yang serupa.
sebenarnya lebih takut dgn keadaan sekarang, udah gak ada demo-demo lagi, tapi kalau ngobrol sesama warga hampir rata semua merasa kuatir dengan kondisi ekonomi, kayak semua pada lagi marah tapi cuma ditahan, dan nunggu momen yg tepat.
tenang tapi kayak nggak tenang
Baru beres nonton video ini di yt.
Dan saya tersadarkan kalo menjamurnya org yg jualan seblak, cilok, gorengan dan pedagang olahan tepung lainnya di jalanan bukanlah tanda kebangkitan ekonomi rakyat, tpi sinyal keputusasaan (necessity entrepreneurship) untuk menutupi status pengangguran.
Setidaknya ada 6 poin yg saya dapati :
โข Jebakan low barrier to entry: Bisnis olahan tepung dipilih cuma krn modalnya murah dan gk butuh keahlian khusus.
Dampaknya, terjadi ledakan keseragaman yg memicu kanibalisme ekonomi (sesama pedagang kecil saling mematikan di radius beberapa meter saja)
โข Romantisasi penderitaan oleh negara: Narasi "UMKM Pahlawan Ekonomi" dikritik sebagai alat politik agar negara bisa lepas tangan dari kewajiban menyediakan lapangan kerja formal dan jaring pengaman sosial.
โข Paradoks data pengangguran: Angka pengangguran resmi terlihat turun, tpi pekerja sektor informal melonjak smpe 60%. Ini adalah fenomena pengangguran terselubung, tercatat bekerja, tapi pendapatan minim dan gk menentu.
โข Perang Harga vs Hancurnya Daya Beli: Di tengah inflasi dan turunnya kasta kelas menengah, merek bukan lagi faktor penting. Pedagang terpaksa memotong margin keuntungan demi mempertahankan konsumen yg sensitif harga.
โข Ironi "Negara Tepung" yg 100% Impor: Indonesia menopang jutaan pedagang kecil dari komoditas yg gak bisa tumbuh di tanah sendiri. Ketergantungan impor gandum yg mutlak membuat nasib pedagang cilok di jalanan sangat rentan terhadap konflik geopolitik dunia dan kurs Dolar.
โข Model bisnis ini udah di titik jenuh. Para pedagang seperti berjalan di tempat, bekerja keras 12 jam sehari menghirup asap jalanan, tetapi posisi finansialnya gk bergeser maju sama sekali.
Source : https://t.co/YnzpIZpO3L