ㅤ Roleplay — “When I thought world has crumbled, then I have myself to hold but @goldenaugen convinced me it's okay to believe in him too.” (NSFW) ic: MadanMatz
@goldenaugen < “Ada banyak sekali yang ingin aku lakukan!” serunya dengan semangat sebelum berpindah posisi agar ia bisa di atasmu. Sebenarnya hanya untuk melihat wajahmu sembari ia berbicara dengan semangatnya.
“Nanti kita belanja perlengkapan dahulu, ya?”
Sedikit mengantuk, ia memeluk @goldenaugen ketika bangun di pagi hari. Wajahnya ia benamkan di dada sang wira sambil bergumam, “Oppa, peluk lebih lama…”
@goldenaugen Bagaimana mungkin ia tidak semangat? Sudah berapa lama sejak mereka berdua berlibur bersama? Ia bahkan sudah tidak ingat. Sungguh, ia benar-benar tidak sabar untuk segera pergi!
“Betul!” ucapnya semangat sebelum ia mendekat untuk membalas kecupan pada bibir ranum kekasihnya. >
@goldenaugen < penuh semangat sebelum mengecup pipi dan bibirnya berkali-kali sebagai tanda berterima kasih kepada @goldenaugen.
“Seminggu? Dua minggu?” tanyanya penuh harap.
@goldenaugen Ah gimana ini? Kecupan dan kasih sayang yang dilimpahkan untuknya membuat hatinya terlalu berbunga-bunga. Apakah boleh ia merasa begitu bahagia seperti ini? Bagaimana kalau ia sangat terbiasa oleh sentuhan kekasihnya sampai tidak ingin jauh darinya?
“Manapun boleh!” jawabnya >
@goldenaugen < bibir Jaehyun dengan lembut.
“Saran…?” Sejujurnya ia tidak masalah kemanapun asalkan bersama Jaehyun. Bila harus memilih, apakah…, “Bagaimana kalau kita liburan ke pantai? Ini musim panas, bukan?”
@goldenaugen Tenang, ia sangat paham kesibukan kekasihnya yang tiada tara itu. Ia tidak ingin menyalahkannya sama sekali! Ia hanya ingin memanfaatkan segala waktu yang bisa ia habiskan bersama dengan Jaehyun.
“Tidak apa-apa, Sayang,” ucapnya dengan senyuman lembut sebelum ia mengecup >
@goldenaugen < melihat wajah pria yang ia sayangi. “…tidak ada pikiran. Aku hanya merindukan Sayang-ku yang selalu sibuk,” lanjutnya sebelum memberikan kecupan singkat pada bibir @goldenaugen.
@goldenaugen Rengkuhan hangat dari kekasihnya sontak langsung membuatnya tersenyum lembut. Perasaan hangat tersebut membuat hatinya terasa nyaman dan tentram. Ah, rasanya ia tidak ingin bangun dari tempat tidurnya.
“Mhmm, aku masih mengantuk, Oppa,” gumamnya sebelum ia mendongak untuk >
@camadetribe < terlalu sibuk, penggemarnya tidak sebanding dahulu namun terhitung loyal, sehingga kehidupannya kini cukup tentram dan dijauhi dari drama.
Namun, siapa sangka ia akan bertemu @camadetribe di ruang rekaman OST? Apakah kehidupannya masih akan tenang?
@camadetribe < kehidupan dalam dunia entertainment akan terus berputar cepat, apalagi artis-artis baru sangat banyak. Bila tidak bisa mengimbangi promosi yang kuat, tentu ia tidak akan bisa mengalahkan artis jaman sekarang.
Namun, Chaeri cukup puas dengan kehidupannya saat ini. Tidak >
@goldenaugen Tawanya pun lepas dari mulut dengan renyahnya. Sudah berapa lama sejak ia berbincang ringan dengan kekasihnya seperti ini? Rasanya begitu menyenangkan.
“Tidak, Oppa. Aku hanya bercanda saja~” ucapnya sebelum mengecup hidungmu—mengambil kesempatan ketika Jaehyun berada di >
—
Masih dengan gestur centilnya, duduk ia di kursi dan menyanyikan bagiannya, “Wae nareul himdeulge hae~” lantunnya sambil jarinya menunjuk bagian bawah bibirnya. Lalu eskpresinya berubah seduktif sembari jemarinya yang lain tertuju ke arah @chaeriemon. ♡
—
—
Masih dengan gestur centilnya, duduk ia di kursi dan menyanyikan bagiannya, “Wae nareul himdeulge hae~” lantunnya sambil jarinya menunjuk bagian bawah bibirnya. Lalu eskpresinya berubah seduktif sembari jemarinya yang lain tertuju ke arah @chaeriemon. ♡
—
@moralamour Masih dengan posisi tubuh dicondongkan sedikit ke depan dan kaki jenjang berlapis stocking jaring, Suchan perlahan mengusap paha miliknya dengan kedua tangan ke atas, dengan mata tertuju ke kamera dengan seringai kecil.
“Ajjilhan naui high heel,” kepala meneleng ke atas —
Sekilas tatapan mengajak―tatapan itu bergulir lalu terarah tepat pada @chaeriemon selagi ujung lidahnya memutar pelan menjilat bibir.
“Hey… Brave sound, drop it.”
Sesuai dengan lirik yang terucap, Euis berjongkok, menjatuhkan pantatnya perlahan-lahan sembari memutar kepala +