how can you talk about patriarchy existing even in the smallest things when most men in 2026 still make rape jokes and genuinely think they are above women and lots of women still enable misogynistic behaviors and patriarchal standards 🥱 we're regressing we're not making it out!
Women loved men through all history and were brutalized.
Sure, say no to bioessentialism, but the answerd is actually oppossing patriarchy, not this, "loving men", the more progressive men are the ones who had the unconfortable discussion of misogyny, not the coddled ones.
The average woman doesn't struggle to love men. If anything, she's been conditioned to love them a little too much that often it's at the expense of her own safety, dignity and self preservation. The world has never suffered from a shortage of women who love men.
@Aiselia_Elita@presidenut@MiamiKoltahu 👉"Yg feminis itu dia doang ya kalau dihapus bagaimana cewek cewek yg non-feminis?"
masih gak sadar komenmu itu? kamu sekarang bisa ngoceh di medsos, bisa keluyuran, bisa kerja, bisa ikut pemilu artinya KAMU JUGA PENGIKUT FEMINIS. masih gak sadar?https://t.co/8tc3bYFfbe
worth analyzing how "cheating" makes a woman an irredeemable monster but there is no critique to the male characters doing way worse (guy in Notebook threating with suicide to coerse the girl into a date, Rose's fiance abusing her, etc), and how this goes deeper than fiction.
4. Masih ada aja pihak yang nyalahin korban
Gw yakin korban pengen secepet itu juga buat speak up, tapi mereka juga mikirin aftermathnya, memproses traumanya dll
Shit like this needs time
"Harusnya korban kalo udah ada bukti gaperlu takut buat speak up"
Not that easy man, bahkan udah speak up dengan bukti yang terpampang jelas masih aja ada yang:
1. Ngebela pelaku mati-matian
2. Make kasus ini buat bahan becandaan
3. Manfaatin kasus ini buat engagement farming
ya karena dr kecil otaknya di-condition dan divalidasi oleh masyarakat bahwa "perempuan yg baik dan disayang suami adalah yg pinter ngelayanin". sukarela itu produk dari conditioning bertahun-tahun. kalau ini murni urusan personal dan ga ada hubungannya sm konstruksi gendered -
masalahnya konstruksi sosial itu dibilang sukses ketika perempuan ngerasa ngelakuinnya secara 'sukarela'. betul itu bisa jadi act of service tp pernah kepikiran ga knp bentuk act of service perempuan kok default-nya ngarah ke pelayanan domestik? -
Anyone who isn’t a “maintenance girly” faces social exclusion. Hair always “done”, nails always “done”, makeup on etc. They try to ostracize you for not conforming to the current “beauty standards” like they do.
konklusi gw diskusi produk2 patriarki gak selesai2 dan kemana2 krn kebanyakan menganggap kritikannya nembak langsung ke personal udah gt masih terdengar asing akibat sistemnya sendiri udah menyatu ke kehidupan banyak orang jadi pada reactionary gt deh
typical laki laki patriarki kalo berargumen pasti ngebebanin semua keresahan laki laki ke perempuan, kalo emang ngerasa ngeganggu ya ajak kaum lu buat memperjuangkan kesetaraan laki laki lah. ngapain nyuruh feminist buat bersuara untuk kalian? kita aja masih berjuang, tolol bgt🙄
aneh komennya, perasaan kak nadia bahas kasus kriminal psikopat tuh kebanyakan ya kaum hetero. sekalinya bawa kasus yang ada unsur Igbt nya langsung dilabelin kaum Igbt lebih sadis karena secara mental 'sakit'. emang ada gila-gilanya orang indo kalo soal persekusi kaum marjinal.
Chappell Roan is banned from a city for something she didn’t do
Zara larsson lost a multi Million Dollar deal for an abortion joke
Ka*ye gets to play stadiums even after praising Nazis and saying how much he admires Adolf hitler.