sorry for interrupting your tl, tapi pembakaran hutan & lahan blm usai, darurat ISPA, sumatra dilanda banjir, NTT blm pulih, sengketa lahan di papua, rupiah melemah, krisis air bersih, BBM langka, pemadaman bergilir, kasus keracunan MBG trs brmunculan. pls don't stop speaking up!
Makin ke sini gue makin percaya kalau “nyempetin waktu” itu salah satu bentuk sayang yang paling basic
soalnya semua orang punya kesibukan. punya kerjaan, punya urusan sendiri, punya masalah yang lagi dipikirin. jadi ketika seseorang tetap nyari waktu buat ngobrol sama lo, nanyain kabar, ngajak ketemu, atau sekadar hadir tanpa harus diminta, menurut gue itu nggak sepele
bukan soal seberapa seringnya, tapi soal dia tetap inget sama lo di tengah hidupnya yang juga lagi rame
karena pada akhirnya, waktu itu bukan sesuatu yang bisa diganti. kalau seseorang rela ngasih sebagian waktunya buat lo, berarti dia memang menganggap lo penting
di umur segini kayaknya the kind of love that i actually want tuh yang consistent, secure & steady deh.
mau yang menggebu gebu kalau gak bikin secure karena tingkahnya inconsistent jg percuma kayanya
Talking about jodoh... I already give up on it. I'm a total girl-lover, when I love someone, I go all out for them. Iya bucin bgt. And I always end up miserable. Capek bgt sakit hati tu, to the point gue berdoa dan minta dimatiin aja perasaannya kalo emg ga ada jodohnya 😂🙏
pernah dikasih tau kalo melatih empati itu dimulai dari regulasi emosi sendiri, misal kalo waktunya sedih ya rasain sedihnya. try to sit with those unpleasant emotions, dengan acknowledging those emotions kita bisa noticing > understanding > responding