With the DDX programme, we are introducing a new generation of technologically advanced units for the Italian Navy, representing the evolution and replacement of the Horizon-class units and designed to operate in maritime scenarios characterised by increasing complexity and ever-greater integration across different operational domains. The 180-metre-long DDX platform, with a displacement of 13,500 tonnes, a range of 4,000 nautical miles and a crew of 251, combines innovation in naval engineering, digital technologies and electronics.
We aim to develop a digital ship capable of intelligently collecting, correlating and leveraging data generated by all onboard systems, transforming it into information useful for operational decision-making, technical management and support throughout the entire lifecycle. With an open and scalable design, the platform can integrate new functionalities and emerging technologies, while connectivity with shore enables the creation of a Digital Ecosystem for the Italian Navy.
With the DDX programme, we are preparing to introduce a technologically advanced platform designed to ensure that the Italian Navy has the operational capabilities required for future scenarios and plays a leading role in national and multinational naval operations.
@ItalianNavy@Leonardo_IT@Leonardo_live
Sobre el nuevo DDX 🇮🇹: está genial tener dos bichos de 80 celdas y 13.000 toneladas, queda muy bien en los PHOTEX. Pero si por el mismo precio (3700M€) tengo 4 FREMM con 32 celdas -no con 16-, prefiero las 4 FREMM. Ni quedarse corto ni pasarse de frenada. Esa es la cuestión.
Perbedaan doktrin antara Sakura class & Gumdoksuri PKX-B class?
Baik Sakura class dari Jepang dan Gumdoksuri PKX-B class dari Korea Selatan itu sebenarnya sama sama memiliki tugas utama sebagai "patrol ship" khusus, untuk melawan ancaman tingkat rendah hingga menengah dan sebagai backbone patroli rutin di kawasan perairan nasional kedua negara. Selain itu, baik Sakura class dan PKX-B ini juga sama sama dibangun dengan tingkat otomatisasi yang cukup tinggi.
Yang membedakan apa?
Sakura class ini dirancang sebagai presence & surveillance platform, dimana doktrinnya itu lebih menekankan persistent presence dan pengumpulan informasi di perairan sekitar Jepang, terutama di wilayah sensitif seperti di Senkaku. Makannya, bobot kapal Sakura class ini besar sampai 1.900 ton dan perkiraan endurance di lautnya bisa sampai 12 hari per deployment dan 200 hari at sea per tahun. Persenjataan (awal) yang digunakan pada Sakura class ini juga tergolong minimalis, karena memang Sakura class itu gak dimaksudkan buat bertempur secara langsung. Melain kan buat patroli, memantau, mendeteksi ancaman dan melaporkan ancaman. Sakura class ini sendiri ancaman utama mereka jelas yaitu melawan aktifitas Cina di wilayah grey-zone, baik itu kapal China Coast Guard, kapal perang PLAN hingga aktifitas nelayan Cina.
Nah kalau Gumdoksuri PKX-B class ini dirancang sebagai pure combat patrol craft, dimana doktrinnya simple "Serang dan hancurkan". Makannya, Gumdoksuri ini punya ukuran kapal lebih kecil, lebih lincah (bisa sampe 40+ knot) dan bawa persenjataan lebih berat dengan meriam utamanya 76mm hingga guided rocket 130mm. Karena ancamannya beda dari pada yang dihadapi Sakura class, Gumdoksuri class ini buat beroperasi di pesisir dan sekitar Northern Limit Lines (NLL), dimana ancaman mereka itu kapal cepat dan infiltrasi Korea Utara.