Buat yg baru join "centang biru" sini simak dulu‼️
"Bagaimana sih sebenernya konsep dari Revenue Sharing?"
Jadi X itu punya semacam program berbagi pendapatan kepada penggunanya, namun hanya untuk mereka yang berlangganan centang biru. Untuk mendapatkan hal tersebut juga ga mudah, ada syarat dan hal-hal yg perlu kalian pahami.
Erika Carlina mengakui kalau hamil Enduw di luar nikah adalah kesalahan fatal. Ia sempat berniat ngambil jalan pintas buat nutupi kesalahan itu,
Erika bilang, "Jadi kesalahan ini benar2 yang fatal banget yang pernah gua lakukan & rasanya pengin muter balik, rasanya pengin kabur, rasanya juga pengin kayak cari shortcut supaya tetap aman ya."
Erika ngerasa hamil di luar nikah adalah aib yg harus ditutupi & jangan sampai orang tahu.
Erika lanjut bilang, "Tapi setelah gue pikir2 kayaknya udahlah jujur aja deh gitu. Mau itu nanti mau itu nanti ke depannya gimana yang penting kayaknya salah deh kalau misalnya ini di terus-terusan ditutupin. Takutnya Enduwnya ngerasanya nanti ke depannya dan pasti akan kecium juga kan. Mendingan jalanin dengan jujur walaupun salah."
Guys, ada pernyataan Prabowo yang menurut gue paling berbahaya yang pernah gue dengar dari seorang presiden soal mata uang negaranya sendiri.
Dan dia ngomong ini bukan di forum terbatas.
Bukan slip of the tongue.
Tapi di depan ribuan rakyat dengan penuh keyakinan:
Mau dolar berapa ribu kek
kalian di desa-desa kan enggak pakai dolar.
Yang pusing yang suka ke luar negeri.
Ini bukan candaan.
Ini adalah cara berpikir yang sangat berbahaya.
Gue mau kasih lo contoh nyata negara yang pemimpinnya pernah berpikir persis seperti ini.
Dan apa yang terjadi setelahnya.
Zimbabwe
ketika presiden bilang rakyat desa tidak butuh mata uang yang kuat:
Robert Mugabe selama bertahun-tahun bilang kepada rakyatnya bahwa pelemahan nilai mata uang adalah konspirasi Barat.
Bahwa rakyat desa yang tidak bertransaksi dalam dolar tidak perlu khawatir.
Hasilnya?
Inflasi Zimbabwe mencapai 89,7
sextillion persen per tahun di 2008.
Orang membawa uang keranjang penuh hanya untuk beli roti.
Petani di desa yang "tidak pakai dolar" mendapati hasil panennya tidak bisa dibeli siapapun karena harga berubah setiap jam.
Tabungan seumur hidup hilang dalam semalam.
Mereka akhirnya menyerah dan menggunakan dolar Amerika sebagai mata uang resmi.
Mata uang mereka sendiri sudah tidak ada nilainya sama sekali.
Venezuela
ketika pemerintah melarang rakyat khawatir soal kurs:
Hugo Chavez dan Maduro selama bertahun-tahun meyakinkan rakyat bahwa kurs tidak relevan bagi rakyat kecil.
Yang penting ada subsidi.
Yang penting ada program sosial.
Hasilnya?
Inflasi Venezuela mencapai 1.000.000% di 2018.
Dokter, guru, insinyur semua yang punya pendidikan dan bisa pergi pergi.
Lebih dari 7 juta warga Venezuela meninggalkan negaranya.
Rakyat desa yang "tidak pakai dolar" itu akhirnya mengantri berhari-hari untuk dapat sekarung tepung.
Mereka juga akhirnya terpaksa bertransaksi dalam dolar di pasar gelap karena mata uang mereka sendiri tidak dipercaya siapapun.
Dan sekarang kembali ke Indonesia yang ternyata sangat relevan:
Prabowo bilang rakyat desa tidak pakai dolar.
Tapi benarkah demikian?
Kedelai bahan baku tempe dan tahu yang dimakan rakyat desa setiap hari 90% diimpor dari Amerika Serikat.
Harganya ditentukan dalam dolar.
Ketika rupiah melemah dari Rp13.000 ke Rp17.000 — harga kedelai naik.
Harga tempe naik.
Harga tahu naik.
Penjual tahu dan tempe di desa yang "tidak pakai dolar" itu langsung merasakan dampaknya di meja makan mereka.
Gandum bahan baku roti, mie instan, biskuit yang dikonsumsi rakyat desa 100% diimpor.
Harganya dalam dolar.
Pupuk yang dipakai petani desa untuk bercocok tanam sebagian besar bahan bakunya diimpor.
Harganya dalam dolar.
Obat-obatan generik bahan bakunya sebagian besar diimpor dari China dan India.
Harganya? Dalam dolar.
Rakyat desa tidak pegang dolar secara fisik.
Tapi seluruh kehidupan mereka dari makan pagi sampai obat yang mereka minum harganya ditentukan oleh kurs dolar.
Dan inilah yang paling miris:
Presiden yang seharusnya menjaga kepercayaan pasar terhadap mata uang negaranya justru dengan entengnya bilang kurs dolar tidak relevan bagi rakyat.
Padahal kepercayaan itulah
yang membuat rupiah bisa stabil.
Kepercayaan itulah yang membuat investor mau masuk.
Kepercayaan itulah yang membuat rakyat tidak lari ke dolar dan emas seperti yang sekarang terjadi dan dikhawatirkan oleh ekonom-ekonom kita.
Ketika presiden sendiri tidak menganggap serius pelemahan mata uangnya sinyal apa yang dikirim ke pasar?
Sinyal apa yang dikirim ke investor asing?
Sinyal apa yang dikirim ke rakyat yang tabungannya dalam rupiah?
Bandingkan dengan pemimpin yang serius:
Lee Kuan Yew dari Singapura negara tanpa sumber daya alam apapun menjadikan kestabilan mata uang sebagai prioritas utama pemerintahannya.
Dia tahu bahwa kepercayaan terhadap mata uang adalah kepercayaan terhadap negaranya secara keseluruhan.
Hasilnya?
Singapura hari ini punya GDP per kapita lebih dari 80.000 dolar.
Rakyat Singapura yang "cuma pedagang kecil" pun hidupnya jauh lebih sejahtera dari rakyat kita yang punya sumber daya alam berlimpah.
Bukan karena Singapura kaya alam.
Tapi karena pemimpinnya tidak pernah menganggap remeh nilai mata uangnya.
Pernyataan "mau dolar berapa ribu kek, di desa kan tidak pakai dolar" bukan pernyataan yang menunjukkan ketenangan seorang pemimpin.
Itu adalah pernyataan yang menunjukkan ketidakpahaman atau lebih buruk lagi, ketidakpedulian terhadap bagaimana ekonomi nyata bekerja di tingkat paling bawah.
Rakyat desa tidak pegang dolar.
Tapi rakyat desa makan tempe dari kedelai impor yang harganya dalam dolar.
Rakyat desa bertani dengan pupuk yang bahan bakunya dalam dolar.
Rakyat desa berobat dengan obat yang bahan bakunya dalam dolar.
Ketika presiden tidak peduli dengan kurs yang tidak peduli bukan hanya presidennya.
Tapi seluruh sistem di bawahnya ikut tidak peduli.
Dan ketika seluruh sistem tidak peduli dengan nilai mata uangnya sendiri kita tinggal menunggu giliran menjadi Zimbabwe atau Venezuela berikutnya.
Semoga kita tidak sampai di sana.
Tapi pernyataan seperti ini tidak membuat gue yakin bahwa kita sedang bergerak menjauhi arah itu.
Daftar 40+ homeless media yang diundang Kepala Bakom RI Qodari:
1. Folkative
2. Indozone
3. Dagelan
4. Indomusikgram
5. Infipop
6. Narasi
7. Muslimvlog
8. USS Feed
9. Bapak-Bapak ID
10. Menjadi Manusia
11. GNFI
12. Cretivox
13. Kok Bisa?
14. Taubaters
15. Pandemic Talks
16. Kawan Hawa
17. Folix
18. Ngomongin Uang
19. Big Alpha
20. Good States
21. Hai Dulu
22. Proud Project
23. Vibes
24. Unframed
25. Kumpul Leaders
26. CXO Media
27. Volix Media
28. How To Do Nothing
29. Everless Media
30. Geometry Media
31. Folks Diary
32. Dream
33. Melodi Alam
34. NKTSHI
35. Modestalk
36. Lead Media
37. Nalar TV
38. Mahasiswa dan Jakarta
39. North West
40. Mature Indonesia
Guys, gue mau cerita soal sesuatu yang banyak orang salah baca dari awal.
Tomoro Coffee.
Yang banyak orang kira brand lokal.
Yang kopinya bisa dapat Rp9.000 pakai promo.
Yang dalam kurang dari setahun buka 200 cabang.
Yang sekarang sudah nomor 1 di Jabodetabek dari sisi jumlah gerai.
Ternyata bukan bisnis kopi.
Dan itu bukan kalimat lebay.
Itu literally inti dari seluruh strategi mereka.
Siapa di balik Tomoro:
CEO-nya Xing Wei Yuan dipanggil Star.
Background-nya: eks co-founder J&T Express dan eks direktur Oppo.
Pernah bangun Imoo jam tangan anak-anak berbasis teknologi.
Tidak ada pengalaman di FnB sama sekali.
Dan justru itu yang membuat Tomoro berbeda dari semua coffee chain lain yang ada sekarang.
Kenapa orang yang tidak paham kopi justru bisa menang di bisnis kopi:
Ini yang paling penting dipahami.
Kebanyakan orang yang mau buka bisnis kopi mikirnya begini: harus punya kopi enak, biji pilihan, barista handal, tempat yang estetik.
Tomoro tidak bermain di sana.
Mereka bermain di sesuatu yang jauh lebih susah dan jauh lebih powerful: store economics.
Artinya: setiap cabang dihitung sampai ke angka paling kecil.
Listrik.
Cicilan mesin.
Upah barista.
Food waste.
Waktu idle mesin.
Biaya pengiriman bahan baku ke setiap outlet.
Sampai semua itu dioptimalkan baru direplikasi ke cabang berikutnya.
Hasilnya:
biaya operasional serendah mungkin. Margin sesehat mungkin.
Dan harga jual bisa ditekan sampai level yang membuat kompetitor bingung ini mereka untung dari mana?
Satu keputusan teknis yang mengubah segalanya:
Kompetitor seperti Kopi Kenangan dan Janji Jiwa pakai mesin kopi yang semi-manual biji kopi harus digiling dulu, baru masuk espresso machine, baru diolah barista.
Tomoro pakai mesin Eversys fully automated. Taruh biji kopi, langsung keluar kopi jadi.
Implikasinya:
Satu — barista tidak perlu terlalu terampil.
Cukup tahu cara pencet tombol.
Biaya SDM turun.
Dua — kecepatan produksi meningkat.
Satu mesin bisa serve lebih banyak pelanggan dalam waktu yang sama.
Tiga — konsistensi rasa terjaga karena manusia variabelnya dikurangi.
Gerai Tomoro kecil-kecil.
Barista sedikit.
Tapi throughput-nya tinggi.
Biaya operasional rendah.
Itulah kenapa harganya bisa Rp9.000-15.000 dan mereka masih bisa survive.
Kenapa Kopi Kenangan tidak bisa langsung tiru ini:
Sederhana: mereka sudah punya 900+ cabang dengan mesin lama. Untuk replace semua mesin itu biayanya jauh lebih besar dari keuntungan yang didapat dari efisiensi. Mereka terjebak oleh skala yang sudah terlanjur besar.
Tomoro masuk belakangan tapi justru itu keuntungannya. Mereka belajar dari semua kesalahan yang sudah dilakukan kompetitor. Dan langsung bangun sistemnya dari nol dengan teknologi yang lebih efisien.
Strategi pasar yang sangat cerdas:
90% konsumsi kopi Indonesia adalah kopi sachet. Bukan Starbucks. Bukan Kopi Kenangan. Tapi Kapal Api, Nescafe, Good Day yang dijual ribuan rupiah di warung.
Tomoro tidak menyasar pengguna Starbucks atau Kopi Kenangan. Mereka menyasar pengguna kopi sachet yang selama ini tidak pernah terpikir beli kopi gerai karena terlalu mahal.
Dengan harga Rp9.000-15.000 bahkan kadang lebih murah dari secangkir kopi sachet dengan susu Tomoro mengkonversi segmen yang selama ini tidak pernah disentuh oleh coffee chain manapun.
Dan mayoritas konsumen Indonesia memang willing to spend Rp11.000-30.000 untuk kopi. Persis di zona Tomoro.
Aplikasi adalah senjata tersembunyi:
Promo Rp9.000 hanya bisa diakses lewat aplikasi Tomoro.
Ini bukan sekadar cara jualan murah. Ini adalah cara mengumpulkan data pelanggan dari transaksi pertama. Nama. Lokasi. Frekuensi beli. Preferensi menu. Semua terekam.
Dengan data itu mereka bisa bangun sistem CRM yang membuat setiap kampanye marketing jauh lebih presisi dan lebih murah daripada iklan konvensional.
Ini bukan bisnis kopi. Ini bisnis teknologi yang kebetulan menjual kopi:
Founder-nya sendiri bilang: dalam 5 tahun dia mau Tomoro sebesar J&T atau Oppo. Bukan sebesar Starbucks atau Kopi Kenangan.
J&T dan Oppo adalah perusahaan teknologi dengan valuasi di atas Rp100 triliun. Bukan coffee chain.
Artinya Tomoro sedang membangun platform teknologi berbasis data konsumen yang kebetulan entry point-nya adalah kopi murah. Sama persis seperti J&T masuk lewat bisnis logistik, tapi sebenarnya membangun ekosistem teknologi distribusi.
Apakah Tomoro akan bertahan jangka panjang:
Ini pertanyaan yang jujur belum bisa dijawab dengan pasti.
Resikonya ada: apakah repeat purchase akan konsisten setelah promo habis? Apakah kualitas rasa cukup untuk mempertahankan loyalitas? Apakah ekspansi ke 1.000 cabang bisa dijaga unit economics-nya tetap sehat?
Tapi yang sudah terbukti: dalam waktu sangat singkat dengan modal teknologi dan efisiensi operasional Tomoro berhasil masuk ke pasar yang sudah sangat ramai dan langsung menjadi nomor satu di Jabodetabek dari sisi jumlah gerai.
Itu bukan keberuntungan. Itu eksekusi sistem yang sangat terencana.
Pelajaran yang bisa diambil untuk bisnis lokal:
Satu — bisnis FnB bukan tentang produk yang paling enak. Tapi tentang sistem yang paling efisien.
Dua — masuk belakangan bukan selalu kerugian. Bisa jadi keuntungan karena bisa belajar dari semua kesalahan yang sudah dilakukan pemain sebelumnya.
Tiga — teknologi bukan hanya untuk startup digital. Bisnis kopi pun bisa dimenangkan dengan pendekatan teknologi yang tepat.
Empat — segmen pasar yang paling besar seringkali justru yang paling diabaikan. Kopi sachet adalah pasar terbesar kopi Indonesia dan tidak ada satu pun coffee chain yang menyentuhnya sampai Tomoro datang.
Aku setuju, brand lokal cowo-pun sekarang udah banyak dan bagus-bagus. Mostly affordable juga.
Ini beberapa brand lokal yg mungkin bisa kalian lirik:
1. Kaos
- No Void Minds
- Coop Design
- Seka Basic
2. Celana
- Bluebutton
- Gutterman
3. Sepatu
- Kanky
- Forever Young Crew
- Caraka Footwear
- Aerostreet
4. Underwear
- Flyman
Sebenernya masih ada beberapa karena 90% outfitku lokal, cuma pada lupa aja. Wkwk.
"Udah tidur tapi bangunnya ga seger"
"Weekend rasanya ga santai, badan masih capek butuh libur lebih lama"
Ternyata yg aku butuhin adalah memperbaiki SISTEM SYARAF ku agar tubuh ga stuck di fight-flight-freeze stress response. Save aja buat dibaca sebelum tidur
- A STORYTIME -
Buat yang mau ikut ngurus negara dibanding ngurus selangkangan selebgram, ini ringkasan isunya:
1) PKS awalnya mau calonin Anies-Sohibul Iman, Jakarta "Aman". Elektabilitasnya paling tinggi. Problemnya: perlu threshold 20% biar bisa calonin gubernur. Jadi perlu cari partai koalisi biar cukup menuhinnya.
2) Partai koalisi awalnya rencananya sama kaya Pilpres Kemarin: PKB, PKS, dan Nasdem.
3) Koalisi Indonesia Maju (KIM) ngajakin PKB, PKS, dan Nasdem ke koalisi mereka. Kata berita:
a) NasDem dikasih ancaman kasus,
b) Cak Iminnya PKB diancam lengser via konflik PKB-PBNU,
c) PKS ditawari posisi, yang udah jelas adalah wakil gubernur.
4) PKS ngumumin calon mereka ganti jadi Ridwan Kamil - Suswono, dengan koalisi raksasa total 12 partai.
***
Berhenti dulu. Ada keributan lain
5) Di luar keributan partai, ada calon independen: Dharma Pongrekun - Kun Wardana. Mereka juga problematik:
a) Ngumpulin KTP-nya pakai data curian, bahkan sampai ada anaknya Anies diklaim dukung mereka,
b) Warga prottes, pencurian data-nya udah dilaporkan ke Polisi,
c) Polisi menghentikan kasus pencurian datanya, katanya ini wewenang Bawaslu karena urusan Pilkada,
d) Padahal pencurian data itu tindak pidana umum, mestinya Polisi dan Bawaslu dua-duanya bisa jalan.
6) KPU tetap menetapkan calon independen problematik ini.
***
Kembali ke lanjutan nomor 4:
7) Presiden reshuffle kabinet: Menkumham Yasonna (PDIP) dicopot. Ingat: PDI-P belum ngumumin calon mereka.
Mereka juga terganjal threshold 20%.
8) Mahkamah Konstitusi, membuat keputusan penting:
a) Membatalkan Perubahan Batas Usia calon kepala daerah yang kemarin ramai dari Mahkamah Agung.
b) Mengabulkan gugatan Partai Buruh dan Gelora: Threshold dari 20% jadi 7.5%
9) Implikasinya:
a) Beberapa partai lain (misal PDI-P dan PSI) bisa calonin sendiri tanpa perlu cari teman,
b) Kaesang gak bisa nyalon di Pilkada.
10) Presiden langsung panggil Menkumham baru, ingat dia udah bukan orang PDI-P, tapi orang baru. Entah mau ngapain.
***
Yang krusial:
11) Hari ini DPR bakal rapat RUU Pilkada. Agendanya bikin pembahasan, kalau bisa sampai keputusan, hari ini juga.
a) Diduga untuk menganulir putusan MK dengan bikin UU,
b) Deadline pendaftaran calon kepala daerah tinggal 9 hari kalender/7 hari kerja lagi, udah mepet.
***
Ada keributan separah dan sekompleks ini dan kalian malah ngurusin selangkangan orang.
Kami mengucapkan selamat kepada @prabowo dan @gibran_tweet telah memenangkan Pilpres satu putaran saja dengan kira-kira 58% suara (hasil real count 82% foto TPS di https://t.co/dTC6WM2Bxu).
Selamat menyambut hilal Ramadhan dan menunaikan ibadah di bulan suci ini.
Semoga berkah.
Udah tanggal 14 feb. Hari pencoblosan. Selamat memilih teman-teman. Selamat golput juga bagi yang memilih untuk tidak memilih.
Sebagai kontribusi saya mengawal pemilu, saya siap menjadikan akun ini sebagai kanal penyebarluasan / pelaporan kecurangan pemilu.
Kalau ada yg mention saya retweet
Kalau ada yang takut spill sendiri, boleh share via dm
Kebenaran atau akurasi laporan / dm saya saring dan ricek semampu saya tentunya.
FYI, saya bias dalam pilpres. 01 03 saya oke, 02 no. Bias itu saya rasa perlu diketahui oleh umum berhubung sy buka kanal ini.
Saya bukan anggota partai manapun, hanya simpatik dengan Partai Buruh.
Maaf mungkin beberapa hari ke depan akan agak berisik ya akunnya.
Kira-kira segitu dulu. Semangat teman-teman semua, A luta continua!