@daruzarmedian aku nulis kisah Mbah Pram selama masa kreativitasnya di Pulau Buru and i know exactly. bener-bener penulis yang layak diapresiasi. jadi, sangat amat disayangkan apabila pemikiran dan perasaan beliau yang sudah tertuang justru malah hanya menumpuk di rak buku LD
@basebuku I'm a fast reader, 1 bulan bisa abis 5/6 buku. Solusinya adalah budgeting 1 bulan hanya beli 1 buku fisik, sisanya pinjam perpus terdekat, dan solusi terakhir adalah berburu sale buku di kindle store
@arman_dhani SUMPAH IYAA, aku pernah ketemu beliau. Di usia yang sekarang pemikiran beliau masih sangat revolusioner banget. Let's support him. Anyway, buku dia masih lebih mudah dicari dan terjangkau daripada bukunya PAT yang sudah dimakelarkan.
Ide dan pemikiran PAT seharusnya disebarluaskan kepada seluruh rakyat Indonesia. Toh, PAT sendiri yang mendedikasikan seluruh bukunya untuk kita semua. Tapi balik lagi, how cruel they are for everything it is. Shame on you, LD!
Fyi, tahun awal tahun 2024 itu masa-masa saya nyusun skripsi perihal biografi PAT di Pulau Buru. Of course, saya harus bolak-balik bertemu dengan anak dan cucunyaโyang kebetulan penerus LDโsaat bertemu mereka saya bertanya alasan buku-buku PAT sangat langka dipasaranโโโโ