🔴TAHUKAH ANDA ❓Bahwa yang memberi gelar seseorang "Raja Lampung" diantaranya adalah para pejabat korup di Prov Lampung:
👉🏼Bustami Zainudin (eks Bupati Way Kanan 2010–2015)
Sedang diselidiki Kejati Lampung (Januari 2026) terkait dugaan mafia tanah & alih fungsi kawasan hutan. Diperiksa 12 jam sebagai klarifikasi; belum ditetapkan tersangka. Ada pemeriksaan lama soal dana bansos/hibah.
👉🏼Andi Achmad Sampurna Jaya (eks Bupati Lampung Tengah 2000–2010)
Divonis bersalah korupsi APBD 2008 senilai Rp28 miliar. Mahkamah Agung (2012) hukum 12 tahun penjara, denda Rp500 juta, uang pengganti Rp20,5 miliar. Bebas bersyarat Agustus 2021 setelah bayar kewajiban.
👉🏼Abdurahman Sarbini alias Mance (eks Bupati Tulang Bawang 2002–2012)
Diduga korupsi pengadaan kapal cepat 2004 (APBD Rp4 miliar, potensi rugi Rp2,8 miliar), plus dugaan Islamic Center (Rp17 miliar) dan makan minum PNS (Rp2,5 miliar). Kasus lama sejak 2005; belum ada vonis final terhadapnya.
Kesimpulan :
💢 "Raja Lampung" sang juara korup OCCRP diangkat / didukung oleh tokoh-tokoh yang juga korup.💢
Orang baik bersama orang baik
Orang jahat bersama orang jahat
inilah wowo giant. seorang yang memiliki karakter absurd, mudah tersinggung terhadap kritik, dan sering menganggap perbedaan pendapat sebagai gangguan. hobi utamanya adalah berpidato panjang dengan isi yang kosong. #artwork
Gakuuaaattttt😭😭 Aku nangis dengernya "Tolong! Negara lagi ga baik2 aja!" 💔💔💔
Rombongan ojek online memohon kepada petugas agar membuka blokade untuk mahasiswa.
cr: jktdulu on Threads
Baru Cincha Laura Kiehl artis yg brani nyenggol kebijakan pemerintah yg morat-marit ky ranjang Teddy.
Dia tegas menyuarakan kesejahteraan & keadilan rakyat yg TIDAK merata sejak kepemimpinan badut gemoy
Artis lainnya masih aman dan tenang berlindung dibalik lagu ok gas.. ok gas...
Saat masih kuliah di UGM, saya mendengar kabar seorang diplomat muda Indonesia di London berani tampil di BBC World Debate, berhadapan dgn diplomat senior Ramos Horta, di saat atmosfer internasional sedang menyudutkan Indonesia. Diplomat muda Indonesia itu tampil gemilang menjaga nama Indonesia tegak berwibawa. Di situlah pertama kali saya mendengar namanya: @dinopattidjalal.
Beberapa tahun kemudian, saat sedang menempuh progam PhD di Illinois, kami berjumpa langsung. Dino datang ke Chicago menjelaskan keadaan mahasiswa dan diaspora Indonesia pasca-9/11. Yg kami temui adalah diplomat muda yg cerdas, artikulatif, dan mampu menangani persoalan rumit dgn ketenangan diplomatik yg sulit ditiru.
Tahun 2012, sebagai Dubes di AS, Dino menggagas Kongres Diaspora Indonesia pertama di Los Angeles, mempertemukan diaspora dari seluruh dunia. Saya termasuk yg ia undang. Ia lalu mendirikan FPCI, komunitas kebijakan luar negeri terbesar dan berpengaruh, yg ikut melahirkan generasi diplomat baru, ujung tombak kita di panggung global.
Menguasai substansi, rekam jejaknya teruji, dan pengalaman memimpinnya luas. Itulah Dino. Karier diplomatiknya panjang dan ajeg, kecintaannya pada politik luar negeri Indonesia begitu dalam. Dino Patti Djalal, bukan karbitan jadi diplomat, bukan pula karbitan jadi pejabat.
Memanjatkan rasa syukur tak terhingga ketika menyaksikan Tia naik ke atas panggung wisuda di Harvard, menerima ijazah sambil menggendong Ibrahim, lalu Ali berdiri menyambut di samping panggung.
Setahun lalu, kami melepas Tia dan Ali berangkat dengan bayi yang baru berusia satu bulan. Tentu, ada rasa khawatir yang manusiawi. Mereka menjadi orangtua baru di negeri asing saja sudah merupakan tantangan besar, apalagi ketika dijalani beriringan dengan studi master di universitas dengan tuntutan akademik yang sangat tinggi seperti kampus ini.
Alhamdulillah, masa penuh perjuangan itu tuntas mereka lalui. Ijazah Master of Education dari Harvard Graduate School of Education yang diterima hari ini adalah simbol pencapaian akademik, yang di baliknya ada harga kesabaran, kerja sama, dan keteguhan yang mereka bertiga harus bayar sebagai keluarga muda.
Terima kasih kepada semua yang telah mendoakan dan memberikan dukungan selama mereka menjalani babak kehidupan di Cambridge, Massachusetts, ini.
Semoga pengalaman ini menjadi bekal berharga dalam perjalanan hidup mereka ke depan, serta ilmu yang didapat bisa menjadi bekal kontribusi Tia dan Ali bagi bangsa dan bagi lingkungan di sekitar mereka. Aamiin yra.