KALIAN TAU GA GUYS, IQAIR MAU DIBUNGKAM JUGA.
ini aku dapat dari platform sebelah, bayangin hanya menyentuh angka 180-200 an di iqair sementara di website bmkg menyentuh angka 844 SANGAT TIDAK SEHAT 😭💔
saran aja kalau kalian mau tau kondisi daerah di kalimantan, atau wilayah yang terkena kabut asap cek di bmkg.
🔗: https://t.co/b8iwhYMkEE
#karhutla #kabutasap #prayforkalimantan
Indonesia demo berjilid-jilid ga ngaruh apapun sma presidennya soalnya kita semua tdk terlihat buat dia. Mahasiswa demo aja dijaga sama 9.000 aparat, dikritik ga terima, marah2 ngatain rakyatnya antek2 asing dan robot oligarki, rakyatnya disuruh cari negara lain
… sedih bgt we supposed to be a very rich country. beras semahal itu di negara agraris, minyak goreng semahal itu di negara penghasil sawit huft what an irony
@MishelAbdul Sad food. Bergizi ngga, kenyang juga ngga. Menu apa pula telur puyuh direbus doang ama tahu isi. Karbonya roti selembar dibagi 4 😭 Bangga pula divideoin sok2an kyk catering pro yg makanannya emang bergizi dan enak
@MishelAbdul FYI roti tawar itu nyaris gak ada gizinya, karena bukan roti gandum, glukosanya tinggi. Dan FYI lagi, makanan manis untuk sarapan itu berisiko menyebabkan glucose spike, bikin anak-anak ngantuk pas menuju siang, jadi gak konsen belajar. Gak perlu jadi ahli gizi buat tahu ini.
Sebanyak 14 siswa SMPN 1 Tabulahan, Mamasa, Sulbar, diduga mengalami keracunan usai menyantap MBG, Senin (28/9/2026).
Mereka dievakuasi ke puskesmas, sementara dapur SPPG disuspensi 20 hari untuk investigasi.
"tuh, biayanya ditanggung pemerintah."
oh harus. tapi ga ckup sampe situ ya temen2. blio ini wapres, punya level kewenangan yg lebih jauh buat mengevaluasi kebijakan. harus ada tindak lanjutnya, ga berhenti cuma mengcover biaya perawatan, yg itupun emg tanggung jawab pemerintah.
GUNUNG AWU TERBAKAR, KUSKUS TAK BERDAYA. HABITATNYA HANGUS, KEHIDUPANNYA TERANCAM!
Seekor kuskus, satwa endemik yang hidup di kawasan Gunung Awu, Kepulauan Sangihe, ditemukan dalam kondisi mengenaskan di area yang terdampak kebakaran hutan dan lahan (karhutla).
Tubuh kecilnya tampak terbungkuk dan kaku. Diduga, satwa ini berusaha bertahan hidup atau mencari perlindungan saat api melalap habitatnya. Namun, di tengah kobaran yang membakar kawasan tersebut, ia tak mampu menyelamatkan diri.
Pemandangan ini bukan sekadar menyedihkan. Ini adalah pengingat bahwa ketika hutan terbakar, yang hilang bukan cuma pepohonan. Ada kehidupan di dalamnya yang ikut musnah satwa-satwa yang tak bisa berlari cukup cepat, tak tahu ke mana harus pergi, dan tak punya cara untuk meminta pertolongan.
Yang terbakar bukan hanya hutan. Rumah bagi makhluk hidup juga ikut lenyap.
Karhutla di Gunung Awu dilaporkan mulai terjadi pada 5 September 2026. Dalam perkembangan yang diberitakan media pada 9–10 September, api disebut masih belum padam dan bahkan mendekati permukiman warga. Polisi juga telah menetapkan seorang pemandu pendakian sebagai tersangka; kebakaran diduga bermula ketika kompor portabel terbalik dan jatuh ke area alang-alang. Proses hukum berjalan, tetapi kerusakan ekologis yang terjadi tak bisa begitu saja dipulihkan.
Dan di balik semua itu, ada pertanyaan yang patut kita renungkan: berapa banyak satwa yang menjadi korban, tetapi tak pernah ditemukan? Berapa banyak kehidupan yang hilang tanpa sempat tercatat?
Kita sering menyebut hutan sebagai kekayaan alam. Namun, hutan bukan sekadar kumpulan pohon yang bisa dihitung nilai kayunya. Hutan adalah rumah, sumber kehidupan, dan tempat berbagai spesies bergantung untuk bertahan hidup.
Ketika hutan terbakar, satwa liar kehilangan tempat berlindung, sumber makanan, bahkan kesempatan untuk berkembang biak. Dampaknya tidak berhenti saat api padam. Pemulihan ekosistem bisa memakan waktu panjang, sementara kehidupan yang telah hilang tidak bisa dikembalikan begitu saja.
Karena itu, menjaga hutan bukan cuma urusan pemerintah, petugas pemadam, atau warga yang tinggal di sekitar kawasan. Ini tanggung jawab bersama. Kelalaian sekecil apa pun di kawasan rawan kebakaran bisa berujung pada kerusakan yang jauh lebih besar.
Jangan tunggu sampai hutan benar-benar gundul. Jangan tunggu sampai satwa-satwa hanya tersisa dalam foto dan cerita. Dan jangan menganggap kebakaran hutan sebagai perkara biasa hanya karena api tidak membakar rumah kita sendiri.
Gunung Awu bukan sekadar kehilangan pepohonan. Ada kehidupan yang ikut menjadi korban.
Semoga kuskus yang ditemukan ini menjadi pengingat bagi kita semua: alam bukan hanya untuk dinikmati, tetapi juga wajib dijaga.
MENJAGA HUTAN BERARTI MENJAGA KEHIDUPAN. LESTARIKAN ALAM DEMI MASA DEPAN BUMI.
Info yang beredar, penguasa katanya bakal beli beberapa stasiun TV. Nah, salah satu TV di Palmerah ini kabarnya nolak diakuisisi sama penguasa.
Karena nolak, BUMN-BUMN katanya dilarang jadi sponsor di TV tersebut. Impact-nya? PHK jadi makin banyak.
Sadis emang penguasa ini.