Tangannya menarik Kennedy yang berdiri bersebelahan dengannya namun sibuk dengan skripnya sendiri.
“Tapi karena ada Kak Ken terus Kak Erren juga, jadi hari ini kita bakal bikin acara mukbang food support bertiga.”
“Gimana, Kak Ken?” tanyanya.
“Kak Erren, sini!”
Manggut-manggut. “Pinter si Michelle ini. Lagian masa makan jamur magic, sih. Ada-ada aja orang kaya.” Geleng-geleng, kali ini sambil ngunyah gummy bear.
@vastfurious Tangan kosong meraih buket bunga sebelum menggelengkan kepala.
“Gak usah kak. Hehe, ntar ada Kakak manager yang bawain kantongannya soalnya mau digabung sama kantongan yang lain.”
Ia melangkahkan kaki mendekat ke sisi yang lebih tua.
Gak usah takut Senin. Takutlah kalau belum sempat nonton film baru dari MOVIECAPELLA. Bisa ditonton di platform nonton berbayar Netpliks!
?
https://t.co/2ZrRDTC8qM
ㅤ
24.07.14 | Instagram Update
'Literally Mati' @MOVIECAPELLA sudah tayang di Netpliks! Terima kasih dukungannya hingga film ini rilis. Semoga terhibur! 🤓⭐️
⠀
ㅤㅤ
ㅤㅤ"Jawabannya terdengar abu-abu sekali sepanjang interogasi," Martha menoleh ke arahku. "Kamu yakin tidak mau memberi tahu aku siapa pelakunya?"
ㅤㅤAku mengedikkan bahu.
ㅤㅤBersungut-sungut, Martha lanjut menonton.
https://t.co/MfknISGjWk
ㅤㅤ
NUEA.
Makasih Mufasa udah pecut saya buat kelarin draft audisi (karena kemarin 50:50 buat kelarin hahay miane) dan akhirnya bisa join proyek santai, buru-buru, dikejar deadline, tapi tetap keren enih! 🔥
https://t.co/5kMPMXpmzz
Sobs selautan. Saya bersyukur menggedor DM mereka semua untuk menulis cerita ini. Sumpah, suka banget. Seluruh dunia harus baca ini.
Gak sia-sia menekan penulisnya Devan biar cepat kelarin naskahnya. Ide unserious yang serious banget kerennya.
“Gue disuruh buat maklum. Tapi gue ‘kan punya batas kesabaran. Kalo bisa gue hajar aja dia sampe diem gak gerak atau gue culik aja kali, ya, biar dia gak bikin gue sakit kepala. Sehari aja.” Tangannya meremas botol minum yang sudah kosong setelah berucap demikian.
“Biasalah, anak muda.” Ia meniru gaya bicara orangtuanya, satu tangan nampak melambai seakan-akan 𝘴𝘵𝘳𝘶𝘨𝘨𝘭𝘦 yang ia hadapi hanya masalah pertemanan biasa.
“YA KAPAN TOBATNYAAAAA?!” Ia berseru frustasi. Menjambak rambut yang berada tepat di atas telinga pelan.