Otokritik Internal
Menjadi bhikkhu adalah sebuah keputusan besar karena harus melepas keterikatan dengan duniawi, kesenangan, harta benda, termasuk melepas keterikatan dengan keluarga, untuk kemudian berlatih lebih keras dari umat awam dengan melaksanakan patimokkha.
Sang Buddha mengajarkan para bhikkhu untuk menyepi, menarik diri dari keramaian dunia, lebih banyak melakukan meditasi untuk mengenali fenomena jasmani dan batin dengan tujuan akhir mencapai pencerahan.
Makanya banyak bhikkhu yang berdiam di vihara bahkan masuk ke hutan atau tempat terpencil untuk bisa berlatih lebih terfokus dan minim distraksi.
Karena itu tidak semua umat Buddha sanggup menjadi bhikkhu, untuk itu mereka bisa memilih menjalani panca sila, attha sila, atau dasa sila sesuai tekad masing-masing.
Mempromosikan sebuah produk, meskipun tujuannya baik, sebaiknya biar para rama pandita saja yang melakukan, bukan bhikkhu.
Saat seorang bhikkhu ada dalam spotlight, maka potensi munculnya kekotoran batin seperti keserakahan dan kebencian karena ketenaran yang dialami dapat mengurangi manfaat latihannya selama ini.
Seorang bhikkhu memiliki kewajiban kepada diri sendiri dan kepada umat yang mesti disadari sehingga bisa terus berjalan dalam prakter kebhikkhuan.
Kewajiban untuk diri sendiri (pribadi), yaitu:
1. Menjunjung tinggi aturan disiplin monastik (Vinaya) dan Patimokkha Sila.
2. Melatih diri dan mengendalikan pikiran untuk menyingkirkan lima rintangan batin (panca nivarana).
3. Mengembangkan batin, meditasi, dan kebijaksanaan guna mencapai pembebasan dari penderitaan (dukkha).
4. Menjalani kehidupan asketis, sederhana, dan melepaskan ikatan duniawi.
Kewajiban kepada Umat Awam (Masyarakat) berdasarkan Sigalovada Sutta, terdapat enam kewajiban utama seorang bhikkhu kepada umat Buddha:
1. Mencegah umat berbuat jahat.
2. Mendorong dan menganjurkan umat untuk senantiasa berbuat baik.
3. Berpikir dan memancarkan cinta kasih (metta) kepada umat.
4. Mengajarkan ajaran Buddha (Dhamma) yang belum pernah didengar oleh umat.
5. Memperjelas dan memperdalam pemahaman Dhamma yang sudah pernah didengar.
6. Menunjukkan jalan dan membimbing menuju kebahagiaan serta kelahiran yang baik.
Entah kewajiban mana yang sedang dilakukan dengan mempromosikan sepatu ini.
Tapi kembali kepada sangha di mana beliau bernaung, apakah tindakannya ini bermanfaat atau tidak bermanfaat bagi pengembangan batin yang bersangkutan.
Anyway, bicara soal toleransi, bahkan dalam gambar ini tidak ada satu pun ada ditampilkan pemuka agama yang perempuan.
|𝗡𝘂𝗮𝗻𝘀𝗮 𝗣𝗮𝗴𝗶 𝗥𝗖𝗧𝗜, 𝟮𝟬𝟬𝟭|
Dikumen ini terlalu berharga untuk diabaikan
Mari kita mengingat masa-masa itu. 🤣
Jumlah pengguna HP mencapai 𝟭 𝗺𝗶𝗹𝘆𝗮𝗿.
Tahun 2001, ini berita “WOW” dan bombastis🤣
Simak sampai habis gaes👇
HP dulu bahkan jadi simbol prestise bagi laki-laki loh. Perhatikan HP-ny, keren-keren kan? 🤣
Rugi kalau nggak nonton. 😁
|𝚁𝙲𝚃𝙸 𝙵𝚒𝚕𝚎𝚜|