NYESEL BARU TAU ATURAN INI WAKTU KERJA!! 😭‼️
1. Sakit bawa surat dokter : Gaji wajib dibayar full.
2. Kalo Menikah : Berhak cuti 3 hari dan gaji wajib tetap dibayar
3. Haid waktu kerja : hari pertama & kedua berhak libur dan gaji tetap dibayar
4. Pekerja Laki-laki : Istri melahirkan atau keguguran berhak libur 2 hari dan gaji tetap dibayar
5. THR (Tunjangan Hari Raya) : Baru kerja 1 bulan aja udah BERHAK dapet THR (dihitung proporsional), dan WAJIB cair maksimal H-7 hari raya.
kerja udah bertahun tahun tapi ga tau 5 hal di atas 🥲
Jujur The Guardian keren banget sih.
Mereka nyediain panduan Piala Dunia 2026 secara lengkap dan gratis cooy.
Gokil sih setiap 48 negara dan total 1.248 yang ikut World Cup dibahas satu-satu secara mendetail. Kita bisa lihat setiap pemain kunci sampai kelebihan + kekurangan tim
Come and visit London’s Home of Trophies. 🏆
Book your Stadium Tour at Stamford Bridge now. ⭐️⭐Come and visit London’s Home of Trophies. 🏆
Book your Stadium Tour at Stamford Bridge now. ⭐️⭐Come and visit London’s Home of Trophies. 🏆
Book your Stadium Tour at Stamford Bridge now. ⭐️⭐Come and visit London’s Home of Trophies. 🏆
Book your Stadium Tour at Stamford Bridge now. ⭐️⭐Come and visit London’s Home of Trophies. 🏆
Book your Stadium Tour at Stamford Bridge now. ⭐️⭐Come and visit London’s Home of Trophies. 🏆
Book your Stadium Tour at Stamford Bridge now. ⭐️⭐️
Diskusi yuk. Ala warung kopi. Ga usah baper atau saling serang. 🫵
Guardiola keluar dari City. Arne Slot masih belum stabil bersama Liverpool. Xabi baru masuk ke Chelsea.
Perjalanan Carrick bersama MU juga baru benar-benar teruji musim depan. Dan belum ada yang bisa menebak masa transisi City bersama Enzo Maresca.
Sementara , Arsenal bersama Arteta sudah tujuh tahun. Tim ini sudah matang. Para pemainnya saling mengenal, sistemnya sudah terbentuk, dan mentalitasnya juga mulai teruji.
Selama tiga tahun mereka konsisten finis di peringkat dua. Dan musim ini, konsistensi itu akhirnya berbuah gelar EPL. Bahkan mereka masih punya peluang menutup musim dengan trofi UCL pada 30 Mei nanti.
Menurut gw, saat ini ga ada tim yang sesiap Arsenal untuk menghadapi musim depan. Ketika banyak rival masih mencari bentuk baru, Arsenal justru tinggal melanjutkan fondasi yang sudah mereka bangun bertahun-tahun.
Makanya gw mulai merasa, setelah era dominasi City, jangan-jangan EPL sedang masuk ke awal lahirnya dinasti baru, yaitu Arsenal.
Gimana? 🫵
Kalau pemain2 tim lu sudi buat nurutin omongannya (ehem Vini), Xabi Alonso bisa bikin tim top manapun jadi solid. Karena sistem permainannya bertumpu pada organisasi, yang membuat setiap pemain punya tugas yang sangat detail.
Makanya kalau kita balik lagi ke Leverkusen-nya Alonso dulu, masing2 pemain kelihatan paham banget mesti bergerak ke mana, arah passing berikutnya, jarak saat build up dan pressing, atau mesti overload area tertentu yang mana.
Kelihatan terlalu robot? Enggak juga. Justru, menurut Alonso dalam salah satu wawancaranya di ESPN, struktur dan fondasi permainan yang jelas kuasa bikin pemain2nya lebih nyaman berkreasi sesuai role dan skill masing2.
Wirtz bisa fokus eksplor ruang antar lini, Grimaldo-Frimpong bisa nyaman naik ke depan. Bahkan saat pressing pun terstruktur, kayak ada trigger yang jelas, ada pola yang terjaga. Jadi kalau pressing-nya ditembus, ga lantas jadi ancaman buat mereka.
Itu cuma satu dari beberapa kelebihan Alonso yang kami tangkap selama ngikutin kiprahnya di Bundesliga. Lainnya bisa cek lewat komentar2 mantan anak asuhnya, misalnya Tah yang bilang Alonso mampu membuat pemain2nya merasa dibutuhkan.
Kalau kekuragannya?
Pada laga2 penting kelihatan kayak ga terlalu percaya sama apa yang sudah dia jalankan dan berhasil di laga2 sebelumnya. Sederhananya overthinking. Beberapa momen yang kami ingat:
1) Parkir bus pas lawan Bayern di UCL 2024/25
2) Tidak menurunkan striker murni vs Atalanta di final UEL 2023/24
Dari perspektif fans, gue mau bantu menjawab ini. Keberhasilan Roman Abramovich itu simply cuman karena 2 hal:
- dia tau cara muter duitnya klub
- dia cinta banget sama klub sampe segala macam cara dilakuin buat menang
Udah di banned gaboleh masuk UK pun, masih sempet nonton.
🚨🎙 Eden Hazard on his time at Real Madrid:
“Going to Real Madrid was supposed to be the dream, yeah? But for me, it turned into one of the biggest mistakes of my career… maybe even my life.
At Chelsea, I was loved. Properly loved. The fans, the system, everything was built for me to enjoy football. And I walked away from that thinking the grass was greener, it wasn’t. Not even close.
At Real Madrid, you don’t get time, you don’t get patience. One bad game and you feel it. Two bad games and you’re finished. People talk about pressure, but it’s different when the club already has legends in your position and you’re expected to replace magic overnight. I don’t think people understand that.
Do I regret leaving Chelsea? Yeah… I do. Because I left a place where I was happy for a place where I was constantly trying to prove I belonged. And in football, once you start chasing acceptance instead of enjoying your game, you’re already losing.
People can say what they want, but if I could go back… I would’ve stayed. Simple as that.”
Tiga kali nonton film Interstellar. Dan yang ketiga ini justru yang paling bikin aku diam lama setelah credits film habis.
Ada satu pesan yang mungkin tidak bisa aku lupakan
Murphy menatap kamera dan bilang ia tidak akan mengirim pesan lagi. Bukan karena marah, bukan karena menyerah.
Tapi karena usianya kini sudah sama dengan usia ayahnya saat pergi meninggalkannya.
Seorang anak yang menua melampaui ayahnya sendiri yang masih hidup (atau tidak).
Aku tidak siap untuk itu. Bahkan disaat metonton yang ketiga kalinya.
Dan yang lebih menyesakkan ini bukan fiksi murni. Ini fisika.
Di dekat lubang hitam Gargantua, gravitasi begitu ekstrem sampai ia secara harfiah melambatkan waktu.
Bukan metafora, bukan efek dramatis. Setiap jam di orbit Gargantua setara dengan tujuh tahun di Bumi. Ini yang disebut Gravitational Time Dilation dan Einstein merumuskannya bukan dari teleskop, tapi dari kertas dan pena, hampir seratus tahun yang lalu.
Waktu bukan jam yang berdetak sama di seluruh semesta. Ia adalah dimensi elastis, bisa ditekuk, bisa diperlambat.
Cooper tidak "absen" selama puluhan tahun karena lalai. Ia berada di tempat di mana waktu berjalan dengan hukum yang berbeda. Dan tidak ada yang bisa ia lakukan untuk mengubahnya.
Persis seperti kita yang kadang merasa "ketinggalan" dari orang-orang bukan karena tidak peduli, tapi karena kita masing-masing berjalan di ritme waktu yang berbeda.
Dan ini yang membuat aku merinding lebih dalam lagi.
Jauh sebelum Einstein lahir. Jauh sebelum ada persamaan relativitas. Al-Qur'an sudah bicara tentang ini dengan cara yang kalau kamu baca ulang sekarang, akan terasa berbeda.
di QS. Al-Hajj: 47 "satu hari di sisi Tuhan setara 1.000 tahun perhitungan manusia".
kemudian QS. Al-Ma'arij: 4 "perjalanan malaikat dalam skala 50.000 tahun".
Dua angka yang berbeda. Dua skala yang berbeda. Ini bukan inkonsistensi ini deskripsi tentang gradasi gravitasi dan dimensi yang berbeda-beda. Semakin dekat dengan pusat semesta, semakin lambat waktu berjalan. Persis seperti yang terjadi di Gargantua.
Dan malaikat? Tercipta dari Nur cahaya. Dalam fisika, objek yang bergerak mendekati kecepatan cahaya mengalami time dilation ekstrem dari sudut pandang sang cahaya, waktu nyaris berhenti. Perjalanan yang bagi manusia terasa ribuan tahun, bagi mereka mungkin hanya sekejap.
Dan kisah Ashabul Kahfi tiba-tiba punya dimensi baru: 309 tahun berlalu di dunia luar, tapi tubuh mereka tidak menua. Bukan keajaiban melainkan mereka berada di kondisi di mana waktu berjalan berbeda.
Lalu, ini yang benar-benar menggeser cara aku memandang hidup.
Kalau waktu bukan garis lurus melainkan hamparan spacetime fabric maka masa depan bukan sesuatu yang "belum ada." Ia sudah ada, di koordinat yang belum kita capai. Kita bukan menunggu waktu datang. Kita yang berjalan melintasi hamparan yang sudah terbentang.
Di Tesseract, Cooper melihat setiap momen hidup Murphy bukan sebagai kenangan atau mimpi tapi sebagai ruang fisik yang bisa ia sentuh. "Sudah", "sedang", "akan" dalam dimensi yang lebih tinggi, tiga kata itu adalah satu benda yang sama.
Kalau begitu, apakah perpisahan itu nyata? Atau kita hanya terpisah oleh perbedaan frekuensi detak waktu?
Dan pertanyaan terakhir yang belum bisa aku jawab:
Jika "keabadian" di akhirat adalah kondisi di mana kita keluar sepenuhnya dari dimensi waktu masuk ke dalam singularity di mana tidak ada "sebelum" dan "sesudah" maka mungkin surga dan neraka bukan soal kapan, tapi soal di mana kamu berada dalam struktur realitas.
Takdir sudah "selesai" di dimensi lain dan kita tinggal menjalaninya? Atau di hamparan ruang-waktu ini masih ada ruang untuk kita belokkan garisnya?
Aku belum tahu jawabannya. Tapi aku tahu satu hal:
Interstellar bukan film tentang luar angkasa. Ini film tentang betapa kecilnya kita dan betapa anehnya kita tetap peduli satu sama lain meski terpisahkan oleh dimensi.
Salah satu alasan kenapa lo susah dapet project dan kerja itu karena lo masih pake email gratisan kayak:
[email protected][email protected]
Keliatan gak profesional.
Padahal bikin email kayak gini GRATIS:
[email protected][email protected]
Lo ga perlu bayar Google Workspace Rp90rb/bulan.
Gini caranya:
Lo pernah ngerasa kuota internet tiba2 cepet abis?
Itu bisa jadi karena WhatsApp lo makan 3-5GB kuota per bulan.
Bukan dari chat. Bukan dari nelpon. Bukan dari video call.
Dari SETTINGS yang Meta nyalain diem-diem tanpa izin lo.
Gue cek Screen Time kemarin. WhatsApp pake data 4.2GB. Padahal gue jarang video call.
Ini yang Meta sembunyiin:
Ternyata ada prop kepala Gwyneth Paltrow yang sempet dibuat untuk ending Se7en (1995), tapi gak jadi dipake karena David Fincher memang gak mau kasih liat isi kotaknya agar efek horornya bisa lebih kuat kalau diserahkan ke imajinasi penonton. Dengan gak nunjukkin prop kepala itu secara eksplisit, klimaks film jadi bisa berasa lebih disturbing secara psikologis. Ada juga pertimbangan sensor/MPAA saat itu, nampilin kepala terpenggal secara realistis bisa bikin rating film jadi bermasalah.
Nah, pertanyaan, kemana kemudian prop kepala Paltrow itu? Konon ia muncul bertahun-tahun kemudian untuk dipake dalam sebuah adegan otopsi di Contagion (2011) milik Steven Soderbergh.
Mumpung masih tanggal 3 januari, waktunya lah mimin berbagi film-film indonesia terbaik tahun 2025 versi semua host cine crib.
Diurutin berdasarkan abjad ya. Gak ada ranking-rankingan.
Sebuah utas...