"Obligasi itu apa sih?"🤔
"Surat utang Pak" ✉️
"La iya wong duitnya aja banyak" 💵
"Ngapain harus ngutang-utang" 😡
"Dibatalin ya, Pak?"🤓
"Ha?"😮
"Dibatalin?" ❌
"Nggak tahu saya" 😔
"Saya nggak tau obligasi apa." 🤷
"Untuk apa nggak ngerti, saya belum ngerti itu." 🤷
"Tapi kita harus ngerti, SILPA kita aja 6 triliun" 💵
"Ini nanti bisa kejadian lagi tahun ini, enam sampai tujuh lagi." 🙋♂️
"Lha, kenapa harus obligasi-obligasi ya?" 🤨
"Jadi bukan penghematan ya Pak?" ❓
"Tapi tidak terserap ya Pak?" 🤔
"😂Ya tidak terserap itu masih pakai obligasi"
Behind every bar of chocolate, snack, or cosmetic with palm oil, big brands drive demand—often linked to Indonesia's deforestation.
Top 5 major consumer companies sourcing palm oil (frequently cited in supply chain reports):
1. PepsiCo
2. Nestlé
3. Unilever
4. Mondelēz
5. Procter & Gamble (P&G)
Demand truly #SustainablePalmOil & full transparency! 🌴❌ #NoDeforestation
(Sources: WWF Scorecards, Greenpeace, Trase data)
Akibat kombinasi kondisi ekstrem pascabanjir
- Tanah sangat jenuh air
- Struktur agregat tanah rusak
YA. Sangat berbahaya. Meski tidak permanen, tapi bisa berlangsung lama.
- Kendaraan mudah terperosok
- Pondasi bangunan kehilangan daya dukung
- Jalan dan tanggul retak & ambles
- Alat berat bisa tenggelam