Fmr Minister of Finance Indonesia. Senior Lecturer, Department of Economics Univ of Indonesia. Visiting Scholar Harvard CID; Visiting Prof in Practice LSE CETEx
Just out “ Tax Administration versus Tax Rates: Evidence from Corporate Taxation in Indonesia”
American Economic Review Dec 2021.
M. Chatib Basri, Mayara Felix, @rema_nadeem and @Ben_Olken
https://t.co/jf9zcsoQ34
The @Pandemic_Fund is seeking experts to serve on its Technical Advisory Panel for the 2027–2028 term — supporting independent, evidence-based advice on pandemic prevention, preparedness & response (PPR) investments.
⏰ Deadline: 11:59 p.m. Eastern Time (UTC−4) on September 18, 2026
📅 Term: Jan. 1, 2027–Dec. 31, 2028
🕒 Time Commitment: ~25 working days/year
🌍 Expertise sought: #OneHealth, surveillance, labs, workforce, emergency preparedness, health financing, governance, #CommunityEngagement, and more.
📢Call for Experts: https://t.co/8HGO6cSsyn
📝Apply online: https://t.co/62liYN0KYR
Perpustakaan yg masih lengang. Sebentar lagi semester dimulai. Kesunyian ini akan hilang. Mungkin itu sebabnya ia perlu difoto, sebelum mahasiswa datang dan mengingatkan bahwa tujuan universitas bukan untuk menjadi latar sosmed
Taman Ismail Marzuki to host Pameran Maestro Film Indonesia 2026 with a focus on Asrul Sani and his works, featuring archive exhibition, film screenings, and dramatic reading.
Taking place on August 21-30.
I found the piece on @DAcemogluMIT by @TheEconomist very odd. Reminded me of the Monty Python scene "What have the Romans every done for us?" A substantive critique of a particular piece of work may have given us more to discuss. Daron can handle it (as he has in the past). I value @TheEconomist so not sure what this piece is about.
https://t.co/RMkihD2gcV
Ilmu pengetahuan harus bisa dibuktikan salah dan dikritik. Tanpa itu ilmu pengetahuan menjadi batu dan berubah menjadi dogma. Tak ada yg luar biasa disini. Mungkin ia jadi berita karena Acemoglu. Artinya Acemoglu memang pemikir penting. Jauh lebih baik dikritik ketimbang di abaikan 😄
Kritik terhadap karyanya valid sih. Tapi artikelnya sendiri kaya lebih ke clickbait. Isinya sebenernya kurang lebih sama dengan kehidupan sehari-hari di kelas pasca-sarjana di Amerika. Setiap karya ilmiah pasti ada kelemahannya. Tapi bukan berarti otomatis karyanya jadi ga valid.
Kembali ke Harvard. Cambridge mulai bersiap menyambut semester baru.
Besok, saya kebagian mengajar lagi di Harvard Executive Education di Harvard Kennedy School untuk program Comparative Tax Policy and Administration. Senang bisa kembali ke ruang kelas, tempat di mana kadang pertanyaan jauh lebih menarik daripada jawaban.
Sayangnya, kali ini tak ada pembuat kebijakan dari Indonesia yang ikut. Mudah-mudahan lain waktu. Akan menarik membawa pengalaman kita ke kelas, sekaligus membawa pulang pertanyaan-pertanyaan dari sini.
Berikut artikel saya di Kompas, 18 Agustus 2026, “ Odysseus dan Tali Republk” (bebas akses )
https://t.co/1MgZocXqRK
Kekuasaan, seperti laut, punya godaannya sendiri. Kapal itu selamat bukan karena nakhodanya kuat. Kapal selamat karena sang nakhoda tahu ia bisa lemah.
Institusi lahir bukan karena manusia selalu bijak, tetapikarena kita tahu suatu hari kita bisa khilaf atausewenang-wenang.
Kekuasaan, seperti laut, punya godaannya sendiri. Kapal itu selamat bukan karena nakhodanya kuat. Kapal selamat karena sang nakhoda tahu ia bisa lemah. #Opini#AdadiKompas
https://t.co/eJ21r60Ke5
Kalau ada waktu untuk baca 1 artikel hari ini, baca tulisan Pak @ChatibBasri di Kompas. Brilian! Dari cerita Odysseus bisa dipakai untuk jelasin pentingnya institusi yang kuat. Skill nulis yg luar biasa. Love it! https://t.co/L4HmLQmsgu
Berikut artikel saya di Kompas, 18 Agustus 2026, “ Odysseus dan Tali Republk” (bebas akses )
https://t.co/1MgZocXqRK
Kekuasaan, seperti laut, punya godaannya sendiri. Kapal itu selamat bukan karena nakhodanya kuat. Kapal selamat karena sang nakhoda tahu ia bisa lemah.
Institusi lahir bukan karena manusia selalu bijak, tetapikarena kita tahu suatu hari kita bisa khilaf atausewenang-wenang.
@RiyadiAwang Terima kasih. Ini menarik sekali dan pesannya jadi mudah ditangkap. Mungkin saya juga harus belajar menggunakan ini spy pesan jadi mudah ditangkap
Saya mendapat kiriman dari seorang anak muda bernama Iwan. Ia membuat komik dari tulisan saya. Kreatifitas nya membuat tulisan ini jadi lebih mudah dan lebih baik. Tiap melihat apa yg dilakukan anak2 muda ini saya tahu negeri ini punya harapan krn kreatifitasnya luar biasa
@fuadviking Ya memang menggunkan AI. Kreatifitasnya untuk menggunakan AI sehingga tulisan ini menjadi mudah ditangkap saya kira adalah ide yg bagus dan harus di hargai.