Satu dari tiga anak yang diduga terlibat dalam kasus pencurian lima toko handphone di pusat perbelanjaan Plaza Andalas, mengaku telah melakukan pencurian sejak usianya sekitar 10 tahun. Tiga anak yang diamankan sendiri masing-masing berinisial AD (13), MA (11), dan HB (14).
Identitas AD dan MA telah diketahui berdasarkan kartu keluarga, sedangkan HB tidak memiliki kartu keluarga. Orang tua HB juga tidak diketahui keberadaannya. Polisi katakan HB menjadi anak yang paling lama kenal pencurian, dimulai dari wilayah Sikakap, Kab. Kepulauan Mentawai.
"Sedangkan AD dan MA disebut baru mulai melakukan pencurian setelah mengenal HB sekitar dua bulan terakhir," ujar Kasat Reskrim Polresta Padang, Kompol M Yasin kepada kumparan, Rabu (26/8).
Untuk AD dan MA, kata Yasin, sesuai keterangan mereka sudah tiga kali melakukan pencurian di Kota Padang dan Pasaman Barat. Mereka mulai mencuri sejak kenal dengan HB lebih kurang dua bulan yang lalu.
Ketiganya mengaku pernah curi kotak amal di sejumlah lokasi di Kota Padang dan Psaman Barat. Mereka juga ngaku belajar mencuri atas inisiatif sendiri, tanpa dapat arahan orang lain. Mereka bertiga juga sudah putus sekolah.
📸: Dok. Polresta Padang.
Baca selengkapnya dengan klik link di bio. Cari tahu berita update lainnya dengan download aplikasi kumparan di App Store atau Google Play.
📝: focus | bocahpadang | news | videonews | R120 | E164 | V165
#bicarafaktalewatberita #kumparan
Tiga anak : usia 10, 13, 14 tahun , bobol hampir 10 toko di Plaza Andalas Padang.
Brankas dikuras, HP baru diangkut. Kabur dari kejaran polisi, nyasar malah ke markas TNI AL. Ketangkep deh.
Yang bikin diem: mereka ngaku belajar cara bobol pintu rolling door dari... Roblox.
Ini bukan cerita kriminal biasa.
Ini potret anak putus sekolah yang nggak punya ruang tumbuh , lalu nemuin "keahlian" dari game online dan jalanan.
Sistem perlindungan anak ada.
Tapi kerja nggak, kalau anak usia 10 tahun masih bisa jatuh sejauh ini.
Ivanka Trump spoke for hours about REJECTING Jesus Christ and converting to Judaism with Israeli Miriam Adelson.
Adelson is Trump’s biggest donor.
This is a humiliation ritual.
🇹🇭🇮🇱 A Thai zoo owner files a complaint against an Israeli tourist for threatening to burn her house and assault her after she hung a Palestinian flag and banned Israelis from entering the premises.
⚡️BREAKING: A Massive Mudslide Wiped Out a Port on the China-Nepal Border
Hundreds of people are Missing
President Xi has ordered a Full-Scale Rescue Operation
8/8
Superman di film menyelamatkan dunia karena ia manusia super.
Superman dari Palangka Raya beda.
Ia cuma punya selang, kostum basah, seorang ayah yang mengajaknya menjadi relawan…
dan niatan ikut membantu.
Kadang “pahlawan” memang cuma orang biasa yang mau turun tangan. ,💕🙏
SUPERMAN PULANG SEKOLAH!
1/8
Di tengah lahan gambut yang menghitam di Palangka Raya, seseorang muncul dengan pakaian yang rasanya salah tempat.
Baju biru.
Celana merah.
Jubah berkibar.
Logo S di dada.
Superman sedang memadamkan kebakaran.
Tapi ada yang aneh dari Superman ini…
7/8
Jawabannya jauh dari pidato superhero.
Rudiyansah mengatakan ia senang karena bisa membantu warga.
Lalu menambahkan satu hal:
memadamkan kebakaran itu…
melelahkan.
Dan mungkin justru kalimat biasa itulah bagian paling menarik dari ceritanya.
CUMLAUDE, IPK NYARIS SEMPURNA, TAPI SISTEM BILANG DIA "ORANG KAYA" 🎓📉
Mahasiswi Unesa ini IPK-nya 4.0 di semester satu. Udah jual motor demi bisa kuliah.
Tapi pas daftar beasiswa, sistem malah nyatetin dia desil 7 , kategori yang dianggap mampu.
Padahal Dinas Sosial Surabaya bilang dia harusnya desil 2, alias beneran butuh bantuan.
Selisihnya? Bukan salah dia.
BPS jelasin ini murni soal data Kemensos yang belum ke-update ke Dinsos.
Dua institusi, dua versi data, dan yang kena getahnya justru mahasiswa yang paling butuh.
Ini contoh sempurna kegagalan birokrasi yang bukan soal niat jahat, tapi soal sistem yang nggak nyambung satu sama lain.
Namanya information asymmetry antar lembaga — pas data nggak sinkron real-time, yang paling rentan (si penerima manfaat) yang paling lama nunggu dan paling gede risikonya kehilangan akses.
Untungnya kasus ini udah dimediasi dan datanya udah dikoreksi jadi desil 2. Tapi pertanyaannya: berapa banyak mahasiswa lain yang kasusnya sama tapi nggak sempet viral duluan?
Integrasi data itu bukan proyek IT semata. Ini soal masa depan orang.