A week ago, the President said the fires were under control and could be contained within one to two weeks. So, at most, there should be only one more week to go before they’re completely put out, right?
Even his military officials said that the severe fires in South Kalimantan exist only on social media.
Ada yang reply “what a privilege to have a choice” dan SANGAT SETUJU🥲 Alhamdulillah aku punya orang tua (dan lingkungan pertemanan) yang nggak pernah maksa buat nikah atau punya anak. Aku sadar banget ini privilege karena nggak semua orang punya orang tua/lingkungan yang ngasih mereka kebebasan buat nentuin hidupnya sendiri🥲
satu hal yg sering orang ga sadar, sound horeg adalah bagian dari produk politik juga, dan makin menjadi2 karena merasa eksistensinya sdh dapat legitimasi dari penguasa.
gimana ga makin jumawa, pernah diundang ke pesta negara, difasilitasi truk kopdes pula :))
mereka ga cuma dikasih panggung, tapi udah kyk jadi official soundtracknya rejim: dilanggengkan jadi seni budaya yg diakui negara.
ga peduli bikin sakit telinga, geterin rumah orang, ngrusak jalan, ngrusak jembatan, ngrusak gapura, tetep dibiarin..
malah terus dipelihara, demi apa?
apa lagi, tentu saja demi suara.
kita hidup di masyarakat yg warganya lebih banyak yg suka joget daripada yg takut dibikin budeg sama si horeg.
pernyataan ini sepertinya dianggap biasa saja.
padahal ngeri.
ada rakyat yang meninggal,
bukan dibela, diperjuangkan pengusutan,
fokusnya malah soal "jangan terprovokasi".
khawatir betul kursinya lecet.
Kenapa ya orang orang muslim nggak bisa menghargai orang yang keyakinannya ga sama kaya mereka? Ada orang mau bangun gereja, dibakar. dua orang saling mencintai, bersama secara konsensual, dikeroyok. sedangkan kaumnya melakukan pelecehan ke anak dibawah umur kok tutup mata?
Lebih dulu orang banda neira mendiami Jayakarta daripada orang betawi🤣
Siapa penduduk asli jakarta? Sunda. Nama lama nya aja Sunda Kalapa. Pelabuhan utama Sunda di masa lalu. Suka lucu aja kalo ada betawi yang ngaku2 orang asli jakarta🤣🤣
Men don‘t understand that women choose the bear, not because it feels safer, but because we much rather get mauled by a bear for their survival than to be raped, tortured and maimed by a man for his pleasure. That’s literally it.
Jujur, yang paling menyedihkan dari pandangan seperti ini bukan cuma soal mereka tidak setuju dengan keberadaan kita. It's the realization that someone can treat you well while still believing, deep down, that you're somehow less worthy than them.
Orang-orang tuh ngerti gak sih kalo kita bilang Karhutla gara-gara pemerintah tuh ya bukan Wowo dateng diem2 ke Kalimantan trs jatuhin korek di hutan anjrittttt😭😭😭
Tapi pemerintah sbg PEMBUAT KEBIJAKAN gagal membentuk regulasi yang bisa mencegah/mitigasi bencana gitu LOH