Bayangin lo lagi taruhan nyawa di meja operasi demi nyelametin anak lo.
Terus setelah semua selamat, lo malah dilaporin pidana, sama suami lo sendiri.
Cuma karena lo lahiran di RS lain, di tanggal lain dari yang dia rencanain.
Pasal yang dipake ("penggelapan asal-usul anak") itu sejatinya buat kasus tuker bayi atau palsuin identitas.
Bukan buat ibu yang harus caesar darurat gara-gara kontraksi hebat. Nama dia jelas tercantum di semua dokumen RS. Digelapin dari mana coba?
Ini bukan cuma masalah 1 keluarga.
Ini soal hukum yang rawan dijadiin alat tekanan pas orang lagi cerai.
Kalau dibiarin, siapa aja bisa jadi korban berikutnya.
Solusinya gampang: Polresta Denpasar wajib gelar perkara khusus, uji ketat unsur pidananya, jangan buru-buru lanjut penyidikan kalau emang nggak kepenuhan unsurnya.
Melahirkan bukan kejahatan. Titik.
kalian tuh sesusah itu ya buat komunikasi? :( i just know she didn't write that in one day.
itu pasti akumulasi dari banyak "yaudahlah", banyak maklum, banyak kecewa yg akhirnya udah gak muat dipendem sendiri.
🧑🦱: Aku boleh ga malam ini nonton final piala dunia?
🧕: Boleh. Nonton dimana?
🧑🦱: Banyak sih, paling deket kayaknya Agreeya. Tapi nginep Bun, gapapa?
🧕: Hm, pulangnya jam berapa?
🧑🦱: Mulai jam 2, pagi pulangnya.
🧕: Oh, yaudah gapapa. Tapi besoknya gantian ya, aku juga mau nginep. Jadi, gantian kamu semalaman tidur sama Rey ya (bayi 9 bulan kita)
🧑🦱: Kamu mau nginep dimana?
🧕: Dimana kek, hotel boleh, bobobox boleh. Yang penting nginep, mau tidur sendiri aja.
*Sempet diem lama*
🧑🦱: Yaudah, aku ga jadi nobar deh. Aku nontonnya di rumah aja aja
🧕: Loh, kenapa? Kan aku ga ngelarang
🧑🦱: Aku ngerasa belum mampu kalo ngurus Rey sendiri. Terus kalo nobar, banyak yang ngerokok. Nanti baju aku bau rokok. Kasian kalo kehirup sama Rey.
🧕: 🙃🙃🙃
🧑🦱: Maaf ya aku udah egois😌
🧕: 🙂
bagian ini sih:
"tapi giliran alu bilang minggu depan temenin aku beli kebutuhan rumah, lupa. aku cerita sesuatu kemarin aja kamu udah lupa. rasanya kok sedih ya."
hatiku ikut sakit bacanya padahal belom punya suami, kakaknya semoga dapet jalan terbaik ya, nggak tega :(
Back to this:
Imagine your wife winning PS5 at the office and she gives another man at the office with smiles and pictures.
And she comes home to tell you then gaslight you that you're overreacting when you complain.
I swear she hates you.
Kalau diskusinya masih sebatas “laki-laki provide rumah, mobil, lalu perempuan provide apa,” berarti pemahamannya masih di level transaksi, bukan pernikahan.
Karena hari gini, banyak perempuan bisa provide rumah, mobil, dan kehidupannya sendiri. Itu bukan lagi sesuatu yang eksklusif milik laki-laki.
Yang jauh lebih langka dan jauh lebih mahal adalah kemampuan membangun dan mengelola kehidupan bersama.
Pernikahan bukan semata biaya rumah dan mobil. Itu bagian obrolan level permukaan banget 😅
Biaya terbesar dalam pernikahan adalah hal yang tidak bisa dibeli pake uang: kematangan emosional, kapasitas intelektual, stabilitas karakter, dan kemampuan mengelola rumah tangga sebagai sebuah sistem.
Apalagi kalau you memutuskan punya anak.
Biaya membesarkan anak bukan hanya makan dan sekolah. Tapi kemampuan orang tua menjadi figur yang stabil, hadir, dan layak dicontoh. Kemampuan mengelola emosi. Kemampuan membuat keputusan jangka panjang. Kemampuan menjaga struktur keluarga tetap utuh. Semua itu ngga bisa digantikan oleh uang.
Jadi kalau diskusinya masih berhenti di “siapa provide rumah dan mobil,” honestly bukan perempuannya yang perlu dipertanyakan.
Tapi kesiapan berpikir laki-lakinya.
Karena pernikahan bukan tentang siapa membawa apa. Tapi tentang apakah dua orang punya kapasitas untuk membangun sesuatu yang jauh lebih besar dari diri mereka sendiri?
Kalau masih melihatnya sebagai transaksi, mungkin memang belum siap untuk menikah.
INVEST IN UR LOOKS, get the facial, buy these shoes, the jewelry, get ur hair & nails done. you look better, you feel better, you do better, people treat u better, life is better
perempuan menghadapi risiko kekerasan kaya gini setiap harinya dari laki-laki, tapi yang ada dipikiran laki-laki tiap bahas kesetaraan gender cuma sebatas whether mereka bisa mukul perempuan atau ngga.
Dot't say : " klo emang jodoh ga akan kemana. "
But i say : " bakal gue usahain, bakal gue kejar, hidup cuma sekali. Masa iya di kehidupan cuma sekali ini gue ga bisa sama dia. "
tetaplah skincare-an walau ngantuk, tetaplah ke gym walau males, karena people still judge people by tampang dan lingkar pinggang.
beauty privilege is not urban myth.
[This is a Satire Product - Not for Actual Sale]
Introducing HMNS RAJA AMPAT Eau 100ml
Size: 100ml
Notes: pure Raja Ampat seawater, Free of Heavy Metal Contaminations (Nickel, Cobalt, Chromium (Cr⁶⁺), Iron, Manganese, Arsenic, Lead, and Cadmium), contains healthy planktons and microbes.
Fun fact: negara-negara Barat tuh bisa bangga-banggain work-life balance karena kerja kerasnya dioper ke SEA. Literally kerjaannya dilempar ke kita-kita yang timezone-nya 6 jam lebih cepet, tapi gaji sebulan masih di bawah gaji seminggu mereka.
Kayak “we finish at 5, we don’t do overtime” — YEAH BABE, karena jam 3 pagi kita udah ngirim deck revisian kalian. Work-life balance lu tuh hasil dari imbalance kita.
Udah pakai baju panjang, pakai hijab. Tetap kena perlakuan yang seperti ini.
See? Mereka bertindak begitu bukan karena cara kami berpakaian. Society sibuk menghardik, menekan, dan menilai perempuan; tapi lupa mengajari laki-laki untuk menghargai perempuan.