Bisa ga sih normies stop ngomongin tentang cinta2an nikah2an pacar2an bosen sumpah 😫 bahan ngobrol tu banyak kocak kyk apa isian bakpia paling enak atau gimana caranya kering tempe tetep kering padahal bumbunya basah atau 10 dosa besar prabski atau apalah
Mahasiswa stem ngatain skripsi anak soshum bullshit padahal kalo liat skripsi lulusan stem lain juga banyak yang nothingburger ajg, not to mention banyak yang palsuin data . Face it, the real devil is anak ekonomi
Lumpur Lapindo ini masih one of the biggest disasters ever happened in Indonesia. 16 desa tenggelam, 10.426 rumah terkubur, & 60.000 warga terdampak
Dan 20 taun kemudian warga-warganya masih berjuang, sementara yang menyebabkan tetap sukses dan kaya raya 🥲💔
twitter do your magic!
mamaku jual nasi katsu+sambel & nasi bakar di daerah jaksel, belakangan ini lg sepi pembeli sedangkan masih ada tunggakan kontrakan yg harus dibayar
mama single parent dan sudah lama banting tulang sendirian, cari kerja susah sekali krn keterbatasan umur
Sampai hari ini 4 kejadian besar yang tidak di tangani serius oleh negara bahkan tidak ada tersangkanya
tersangkanya
1. Bencana banjir sumatera
* Korban jiwa: lebih 1.100 jiwa
* daya rusak: hampir seukuran p Jawa
* penegakan hukum: 0 tersangka
2. Tabrakan kereta di bekasi
* korban jiwa: 16 jiwa
* penegakan hukum: 1 tersangka
Tanpa audit mendalam terhadap kelalaian perusahan dan tetap beroperasi seperti tidak terjadi apa²
3. Kebakaran maut bus
* korban jiwa: terpanggang 16 jiwa
* penegakan hukum: 0 tersangka
Sampai sekarang tidak ada audit yang dijalankan, seperti hanya kejadian biasa aja.
4. Blackout sumatera
* korban jiwa : 3 jiwa
* Daya rusak: tak terkira
* penegakan hukum: 0 tersangka
Hanya minta maaf dan selesai begitu saja. Kan bangke
Republik ini seperti sarangnya para penjahat, mereka bahkan tak tersentuh hukum setelah merenggut ribuan nyawa dan merugikan ratusan triliun. Koncet koncet.
There are moments in Gaza when suffering becomes so ordinary that people stop asking for solutions.
They begin asking only for the smallest relief. A little less pain.
A child who sleeps through the night.
When I entered the clinic that morning, I noticed a young woman carrying a baby so small that I could not tell whether the child was a newborn or simply made tiny by hardship.
When her turn came, she gently placed the baby on my desk and said:
“I want any cream you have.” Any cream. Not a specific medicine. Not a particular treatment.
Just anything.
She uncovered the baby and showed me the severe rash covering much of the child’s fragile skin.
“I treat the baby with whatever free creams I can find in clinics,” she explained.
“Anything helps.”
As she spoke, I noticed something else. The baby was not wearing a diaper. Only pieces of cloth.
I asked why.
“I can’t afford diapers,” she replied calmly. “I wash these and use them again.”
Then she added that they were living in a tent and that her husband had suffered a serious foot injury and was unable to work.
“I’m not asking for much,” she said.
“I only want a cream.”
But what caught my attention most was not the rash.
It was the malnutrition.
The baby was severely underweight. The kind of malnutrition that is visible before any examination even begins.
So I asked the mother whether she had noticed.
She nodded. “Yes, I know.”
Then she said something I cannot forget: “When the baby gets older, things will get better.”
Not because she truly believed it.
But because hope was cheaper than treatment.
And treatment was something she could no longer afford. That was the moment that broke me.
Not the tent. Not the poverty. Not even the illness.
But the fact that this mother had lowered her expectations so much that she no longer dreamed of proper medical care, diapers, or adequate nutrition.
She came asking for the smallest thing she could imagine. A tube of cream.
Any cream.
Something that might make the baby hurt a little less.
The baby could not have been more than five months old.
Too young to understand war. Too young to understand poverty. Yet already carrying both on that tiny body.
There is something profoundly cruel about a world in which a mother’s greatest hope for her child is no longer a better future.
Only a little less suffering tonight.
#WoundedGaza
Stop wak.....✋️✋️✋️⚠️⚠️⚠️
Kalian harus lihat ini, karna tidak akan di temukan di tv nasional
Ketinggian Air Capai Leher Orang Dewasa di Menukung! Banjir dilaporkan merendam wilayah Sungai Sampuk Area, Kecamatan Menukung, Kabupaten Melawi. Berdasarkan informasi yang beredar, ketinggian air disebut mencapai leher orang dewasa dan mulai mengganggu aktivitas warga setempa
GILA!!! seorang pendemo di persekusi masal oleh kejati
Rekaman video yang memperlihatkan dugaan tindakan represif oleh oknum pegawai Kejaksaan Tinggi (Kejati) Sulawesi Tenggara terhadap seorang demonstran viral di media sosial.
Dalam video yang dilihat Kendariinfo pada Minggu (14/6/2026), tampak seorang peserta aksi diseret dan ditarik paksa saat diamankan di lingkungan Kantor Kejati Sultra. Meski demikian, belum diketahui kapan kejadian tersebut. Insiden itu terjadi ketika sekelompok mahasiswa menggelar aksi unjuk rasa di depan Kantor Kejati Sultra.
Ketegangan meningkat setelah salah seorang demonstran berhasil masuk ke area kantor yang menjadi lokasi pengamanan. Saat proses pengamanan berlangsung, seorang perekam video berupaya mendokumentasikan kejadian tersebut. Namun, upaya itu mendapat penolakan dari pihak yang berada di lokasi. “Jangan menghalangi-halangi kita kerja pak, lihat pemirsa, pihak Kejati mengahalangi media,” ujar perekam dalam video.
Video yang beredar menunjukkan seorang demonstran ditarik secara paksa menuju bagian dalam kantor. Dalam rekaman itu juga terlihat tindakan menarik rambut dan pakaian demonstran yang kemudian menuai kritik dari masyarakat karena dinilai berlebihan.
🚨 ALERTA 🚨
Surat ini datang dari seorang kawan kita yang hingga hari ini masih berada di balik jeruji.
Di tengah situasi yang terus bergerak, tulisan ini mengingatkan kita bahwa mereka bukan sekadar angka dalam daftar tahanan. Mereka adalah manusia yang memiliki keluarga, cita-cita, dan kehidupan yang terpaksa tertunda karena keadaan.
Jangan biarkan mereka lenyap dari ingatan publik. Selama mereka masih bertahan di sana, kita punya tanggung jawab untuk terus menyuarakan keberadaan mereka dan memastikan bahwa perjuangan mereka tidak tenggelam dalam diam.
#BebaskanSeluruhTahananPolitik #demo
Hundreds of students marched in Jakarta, Indonesia, AGAINST President Prabowo’s spending agenda, fuel price hikes, and Prabowo's troubled free meals program.
NO WONDER THE RUPIAH IS TANKING.
Udah 2 tahun saya jualan disini
Sesepinya setidaknya masih bawa uang
Ini dari jam 8 stay
1 pun gak ada yang mampir...
MasaAllah...
Baru kali ini saya jualan di sekolah 2rb aja gak laku