aku juga capek menjadi manusia yang harus selalu memahami orang orang di sekitarku, aku juga kesakitan menerima semua perlakuan egois mereka. tapi dimata mereka aku adalah sosok yang tidak pengertian. terkadang aku bingung apa yang tidak aku coba pahami dari apa yang selalu mereka beri padaku? disaat aku marah aku juga harus menerima amarah mereka dan memilih untuk meredam paksa amarahku sendiri, aku ngga boleh memberontak sedikitpun walau hanya sepatah kata. aku harus selalu menjelaskan banyak hal dan meminta maaf atasa segala kesalahan yang sebetulnya bukan salahku. aku harus mengerti kondisi mereka disaat aku juga kelelahan dengan semuanya. aku ngga pernah di beri ruang pengertian oleh siapapun akulah sosok egois tak berperasaan yang selalu salah ketika aku ingin menyuarakan isi hati dan amarah yang selalu aku pendam. entah sampai kapan, entah di dunia mana yang aku bisa menjadi aku yang bisa bebas menunjukkan ekspresiku sebagai manusia biasa tanpa adanya penghakiman.
menurut kita itu menyakitkan, tapi menurut dia itu nggak. karna apa?
karna standar moral orang itu berbeda-beda. sesuatu yang mungkin kita anggap itu menyakitkan, di lingkup dia itu hanya sebuah hal kecil yang terlihat biasa saja.
aku baru sadar
ternyata orang nangis tu ga selalu karna sedih, bisa jadi karna akumulasi dari kemarahannya, tumpukan rasa frustasinya atau bisa jadi karna rasa capek yang lagi dialamin.
bayangin air putih yg paling netral, murni, sehat aja tetep ada yg ga suka. so why are u losing your mind trying to make everyone like you?
klo kamu ga sreg sm seseorang, it doesn’t mean something wrong with you. kalian cuma dua manusia yg beda frekuensi, and that completely fine