Sejak dulu saya menganggap perang Palestina dan Israel bukan perang agama. Ini perang yg dipicu oleh persoalan politik. Kekejaman Hamas bukan kekejaman agama yg dianutnya, brutalnya Israel bukan brutalitas agama yg dianutnya. Tidak ada agama yang meminta penganutnya untuk membinasakan manusia lainnya.
Agama jadi berkesan "binatangisme" ketika kepentingan politik telah "menjajah" tafsir-tafsir kitab suci suatu agama. Tidak mungkin suatu agama diturunkan Tuhan hanya untuk membuat huru-hara. Suatu agama diturunkan Tuhan justeru untuk menenteramkan dan menertibkan manusia.
Tidak ada yang menang atau kalah dalam perang. "Suatu perang hanya akan mengalahkan semua pihak, karena mereka sama-sama terlibat dalam rencana pembunuhan massal antara satu dengan yang lain", kata Walter Scott.
Semua kitab suci, baik itu Torah, Alkitab, atau Al-Qur'an, bersepakat dalam suatu ayat dalam menyikapi perang; "Hanya perdamaian yang akan menjadikan siapapun sebagai pemenang yang nyata".
Mau lebaran Jumโat maupun Sabtu yang penting yaqin mantap di hati ๐ช๐ซก kalau ragu ya bulatkan saja 30 hari puasanya.
Saya mantapnya karena baik tuntunan agama (hadits Rasulullah SAW & teladan para sahabat) serta tuntunan sains sama-sama bilang tidak harus sama di muka bumi.
Serius, aku selalu nangis kalo ingat waluh kukus. Sekarang juga nie ngetik sambil mbrebes mili.
Aku cerita yah, kayaknya bakal agak alay. Tapi ini 100% bener, sumpah.