Masih adakah "rasa" itu?
Apakah kini hanya sekedar formalitas? Karena aku masih ibunya anak²? Mungkin kini aku menuai apa yang dulu pernah ku tabur..sampai sedikit demi sedikit kepercayaan itu terkikis
Bukan sekali saja aku mengecewakannya. Memang sangat bodoh melakukan kesalahan yang sama - berkali². Terjebak dalam situasi yang....yah seharusnya aku bisa lebih bijak dan menahan diri. Berulang kali kesalahan, berulang kali maaf. Sampai dia bosan..
Aku tahu seharusnya tidak boleh begini, hidup seperti roda yang terus berputar. Ujian datang tapi aku masih punya keluarga yang menyayangiku, punya suami yang masih sabar membelaku meskipun aku tak lagi tahu apa masih ada tempat untukku di benaknya. Semua karena kelakuan bodohku
Bukan karena siapa²..murni karena aku..aku bingung dengan apa yang kurasa, apa yang kufikirkan. Jenuh kah? Kurang bersyukur kah? Kesepian kah? Egois kah? Semua tidak lagi sama
Dear X..pernahkah hidupmu penuh banyak tanya? Mengapa aku begini, mengapa aku tidak seperti dulu, mengapa tidak ada semangat, mengapa terasa hampa dan datar, mengapa terlihat "palsu" nampak baik-baik saja padahal rapuh di dalam seperti memakai topeng
Hai X..nitip di sini buat jadi pengingat dan penyemangat suatu saat nanti 😊
Bismillah..dengan ijin Allah SWT, saat umur 40 tahun ingin pergi beribadah ke Baitullah. Aamiin ya mujibassailin 🤲🏻