Selamat pagi. Regulasi kelas Beginner Astronomy sudah bisa diakses melalui laman berikut: https://t.co/pAiHGe3bWk. Harap dibaca dan dipahami dengan baik.
Segala bentuk pertanyaan dapat disampaikan melalui pesan langsung saya. Terima kasih.
Sebelum melangkah menuju pintu keluar untuk kembali ke Menara Gryffindor, Cherie memastikan dirinya tidak lupa mengisi lembar presensi yang telah diinstruksikan.
⠀
"Terima kasih atas partisipasi teman-teman sekalian. Semoga sehat selalu, jangan lupa isi presensi. See you next week, bye-bye!" seruku kembali selagi melambai pelan.
⠀
⠀
“Perfect. Terima kasih Mat, Mielle, Ivory!” Senyumku mengembang sempurna saat mendengar jawaban yang masuk.
“Salah satu alasannya adalah sebagai perlindungan. Pada abad ke-16, Prancis dan wilayah Eropa lainnya berada di bawah pengawasan ketat terhadap ajaran yang dianggap menyimpang, salah satunya adalah praktik sihir dan ramalan. Daaan itu menutup materi kita hari ini."
⠀
@ItMightEnd ⠀
"Benar banget, Maaal!" seruku selagi mengangguk pelan. Kali ini aku kembali melanjutkan penjelasan. "Oh iya, ngomong-ngomong teman-teman tau enggak kenapa Nostradamus harus menyusun ramalannya sampai sekompleks ituu?"
| Jawab di sini: https://t.co/c7xYFcBQIH
⠀
@ProfsHyacinth ⠀
"Sejak itu, posisi Nostradamus langsung meroket menjadi penasihat spiritual dan astrolog resmi kerajaan, membuat namanya makin bersinar di Eropa. Benar, kan, Profesor?" katanya, seraya menoleh pada Profesor Hue.
"Nah, sekian dongengku, semoga kalian nggak mengantuk, ya?"
⠀
@ProfsHyacinth ⠀
"Tapi, gaya bahasa Nostradamus yang misterius malah bikin para elite kerajaan penasaran, loh!"
"Catherine de Medici, Ratu Prancis saat itu, salah satunya. Ada satu bait puisi yang berhasil meramal kematian tragis suaminya, Raja Henry II, dalam sebuah turnamen tombak."
⠀
@ProfsHyacinth ⠀
"Ramalan yang ditulis Nostradamus ini menggunakan bahasa yang nggak bisa langsung diterjemahkan, alias penuh simbolisme, metafora atau pengandaian. Dia menggabungkan berbagai bahasa ke dalam ramalannya, seperti Prancis kuno, Yunani, dan Latin." Perkamen pun dibagikannya.
⠀
@ProfsHyacinth ⠀
Malcolm melanjutkan, "Kemudian, di tahun 1550-an, Nostradamus mulai rutin menerbitkan kalender tahunan yang berisi prediksi cuaca, tips bercocok tanam, hingga ramalan peristiwa masa depan. Tulisan-tulisannya dikemas dalam bentuk puisi empat baris yang disebut quatrains."
⠀
@ProfsHyacinth ⠀
Raut wajah Malcolm tampak sendu saat ia melanjutkan penjelasan. "Karena hal ini pula Nostradamus menjadi putus asa. Ia memutuskan untuk mengembara selama bertahun-tahun di Italia dan Prancis untuk mengobati kesedihannya."
"Ironis, bukan?" tanya itu menggantung di udara.
⠀
@ProfsHyacinth ⠀
"Di antaranya seperti menjaga kebersihan lingkungan, memberikan sirkulasi udara yang baik, dan racikan obat herbal kaya vitamin C."
"Namun, di balik keberhasilannya menyembuhkan banyak orang, wabah yang sama justru merenggut nyawa istri pertama dan kedua anaknya."
⠀