Setelah Prabs dilantik pada 21 Okt 2024, rupiah saat itu di angka Rp. 15,490.
Kalo misal saat ini rupiah di angka 14,900 ya kita juga harus fair apresiasi effort Prabs dan tim.
Lah ini jebol 18,100 trus menguat dikit 17,937 udah minta disembah aja. The bar is fucking low brahhh
kenaikan BBM signifikan & pengesahan RUU polri diam-diam, and in the background MBG still goes on with all its errors and rupiah continues to plummet and the military force proceeds to oppress people in the eastern end of our nation while the president gets to travel the world!
udah duit juga cuma segitu-segitunya ya, apa lagi yang mau di ambil sih😭
manusia greedy tuh emang jahanam, kenapa juga harus WNI ya yang jadi korban manusia-manusia jahat ini…
mksd gue… kenapa sih lu semua seambi itu utk ngancurin rakyat dan negara ini… kayak… harta lu jg udh triliunan… triliunan tuh ribuan miliar… miliar tuh ribuan juta… ga akan abis jg… kita sbg rakyat could never compete dgn garjimut ini…
Subsidi pertalite = cost.
Pertamax naik = revenue
Jadi buat tambal sulam.
Kalo mau aman lagi, ya cost2 lain yg ga penting dicut aja sementara.
Kalo income dah naik, baru bisa dikembalikan lagi seperti semula.
Gini yaa
GA MASALAH HARGA BBM 20 RIBU
Asalkan:
- UMR di Indo minimal 10 juta
- Penghasilan rata-rata rakyat Indo 20 juta
- Transportasi publik ada di semua kota besar, banyak, terintegrasi dan murah.
- Daerah hunian dekat ke pusat bisnis dan perkantoran
Lah sekarang
- UMR kota paling kaya aja 5-6 juta
- Rata rata penghasilan rakyat Indo 2-3 juta
- Transportasi publik yang lengkap di Jakarta, kota-kota lain bapuk
- Jarak rumah ke kantor 30-40 km di Jakarta
Malah ada yang kantor di Sudirman, rumah di Cisarua. Mantap ga tuh
Bakal habis berapa bensinnya per hari?
Source Gambar: Republika
Sebetulnya kenaikan harga Pertamax dan BBM non-subsidi lainnya cukup wajar kalo mengingat harga minyak mentah naik sejak konflik geopolitik di Timteng.
Yang bikin gondok tuh pemerintah pura-pura negara ini baik-baik aja bjir. Padahal kombinasi harga minyak, nilai tukar rupiah terhadap dolar, biaya distribusi energi kagak bisa ditutup-tutupin.
Ditambah lagi program MBG dan Kopdes Merah Putih yang jadi kanker stadium akhir buat keuangan negara.
Pejabat yang bilang kondisi Indonesa baik-baik aja mah emang buta mata buta hati aja. Kompak beut kata gue nutupin borok~ Kek yang bakal borok pribadinya diselamatin aja, padahal semua bisa jadi tumbal aokowkok.
Tahu kah kamu?
Dengan cukup memangkas MBG Rp36-40 triliun saja, pemerintah sebenarnya tidak perlu menaikkan BBM.
Tapi pemerintah lebih memilih menaikkan Pertamax Rp3.950 dan Pertamax Green Rp4.100 per liter, yang efek dominonya jauh lebih luas ke seluruh masyarakat.
Padahal keduanya sama-sama bisa hemat Rp36,3 triliun di APBN.
Naik BBM = menekan daya beli kelas menengah, memicu kenaikan harga barang, memicu inflasi.
Pangkas MBG = memengaruhi kelompok rente, mengurangi dana bancakan.
Ada cara yang jauh lebih ringan buat hemat, tapi kenapa malah pilih yang membebani rakyat?
Why?
RESMI: PERTAMAX NAIK JADI Rp16.250 PER LITER!
Per 10 Juni 2026, Pertamina melakukan penyesuaian harga Pertamax dan Pertamax Green:
- Pertamax: Rp12.300 ➡️ Rp16.250 (naik Rp3.950 per liter)
- Pertamax Green: Rp12.900 ➡️ Rp17.000 (naik Rp4.100 per liter)
Adapun harga Pertamax Turbo, Pertamina Dex, DexLite, dan Pertalite tidak mengalami perubahan.
WOW WOW WOW JUST WOW 😱
Dear Pemerintah,
Rp72.000.000.000.000 keluar dari Indonesia ytd.
Duit sebanyak itu. Pergi hanya dalam 6 bulan.
Dan kalian masih bilang fundamental ekonomi kita baik-baik saja.
cc:threadcontrariid
kemaren BI rate naik 50bps cuma bertahan sehari, besoknya mlempem lagi. coba kita liat, kalo mlempem lagi ya makin jelas ya masih ada hal yg lebih fundamental perlu di perbaikin dari cuma naikin BI rate… tapi pemerintah gamau tau wkwkwk
#intinyadeh BI naikkan suku bunga karena Rupiah lagi ditekan. Dollar makin kuat, investor asing keluar, pasar global lagi kacau, dan BI mau bikin Rupiah lebih menarik buat dipegang. Jadi BI “naikin hadiah” supaya orang mau taruh uang di aset Rupiah lagi
Dampak negatif:
- Orang yang punya KPR floating. Cicilan naik kalau bunga bank ikut naik.
- Orang yang mau ambil kredit mobil/motor. Cicilan baru bisa jadi lebih mahal.
- Bisnis yang banyak utang. Biaya bunga naik, margin bisa ketekan.
- Startup / perusahaan growth. Biaya modal makin mahal. Investor jadi lebih hati-hati.
- Saham properti, konstruksi, consumer finance. Biasanya sensitif karena bisnisnya bergantung ke kredit murah.
- Konsumen umum. Kalau kredit mahal, orang cenderung nahan belanja besar.
Dampak positif:
- Rupiah. Harapannya jadi lebih stabil karena investor lebih tertarik pegang aset Rupiah.
- Deposito. Bunga deposito berpotensi naik.
- SBN / obligasi baru. Yield bisa jadi lebih menarik.
- Bank besar. Bisa diuntungkan kalau margin bunga membaik, walau tetap tergantung kualitas kredit.
- Investor yang pegang cash. Punya lebih banyak opsi instrumen aman dengan return lebih tinggi.