Setiap cewe speak up tentang SA, kdrt, perselingkuhan dll lalu berakhir benci men, anomali sana suka gamau kalah. "Cewe juga gitu jangan standar GANDA lah" the fact para penganut double standar itu mereka. Contoh, kasus jule tukang selingkuh. At the end yang dukung siapa? Men.
Heran ga sih lo, tiap ada case SA ke cewe and we as women speak up. Pasti ada anomali said "cewe juga begitu jangan double standard" WELL YOU CAN SPEAK UP BY YOURSELF TO THOSE BCHES NOT BE LIKE THAT?! KENAPA HARUS DI LAPAK YANG SALAH. CAPER ATAU OON?
@0xArkal@tanyakanrl As you can see the post is about FH ui case. Pelakunya cowo dan saya berkomentar di tempat seharusnya, tenang saya bukan double standard. Jika cewe keliatan murahan aja saya hate kok, jangankan cewe sexualized idol, cewe pacaran hamil duluan aja saya salahkan 2 pihak.
@thisuserzack@tanyakanrl anda gabisa pakai argumen ya makanya pakai bahasa kasar, sorry to say. Kapasitas otak ditentukan dr cara anda berkomentar btw. Anda bukan wanita makanya hal kayak begini anda bisa anggap spele nyuruh kami gabisa generalisasi sedangkan kalian bisa aja tai yang nyamar jadi coklat.
@y0uwcantfindme@clairdmoonlight Kemarin gua debat sama gender sebelah dia maksa bilang gua standar ganda pas gua blg benci cowo, dia nyuruh jangan sama ratain semua dll, dengan analogi ga nyambung sampai akhirnya gua cape sendiri balesin orang gamau salah + bgo
cewe bisa aja ngomongin/judge cowo di grup sirkel. Byk yang bisa dibahas, tapi ga kami lakuin. Why? Dunia banyak yg bisa dibahas malah milih bahas anatomi lawan jenis ntah itu bentuk menghina atau pelecehan. (FH UI CASE)
God forbid girls to have "was was" feeling. Wait no... God forbid girls have any thing. Lu ga bebas berekspresi, lu ga boleh was was, lu ga boleh merasa benar, lu ga boleh ini itu.
emang bener diem aja, ga semua manusia punya otak buat mencerna kata dan menangkap poin utama nya. bahkan uda dijelaskan masih jawab pakai pemikiran sendiri.
satu kasus disamain dengan kasus lainnya yang... kek sebenarnya kasus itu bahkan ga sebanyak itu.
@coldoasishead@tanyakanrl Trust me, aku bukan kaum double standar. Bahkan di akun dimana cewe salah juga yang ku hate cewe nya, in this post kasus nya emang yang salah kan cowo and kebetulan cowo zaman sekarang emang "hampir semua" (alr not "semua" this time) begitu
@coldoasishead@tanyakanrl mungkin kaka cowo baik, aku paham kaka cuma kek "gua ga Terima gua ga bermasalah cuma karena gua cowo gua kena dampaknya" aku teh cuma menyuarakan dari sisi perempuan yang emang susah merasa aman. Harusnya yang kaka salahin para pelaku... Berdebat gini pun gada gunanya...
@coldoasishead@tanyakanrl Susah kak, anda cowo soalnya mau sampai saya berbuih ngomong tntg rasa aman, kaka ga akan paham. Padahal poin nya di analogi saya kek, uda banyak gender anda yang emang melakukan hal kayak kdrt, pemrksaan, SA dalam bentuk apapun makanya segelintir pria baik pun bkin was².
@coldoasishead@tanyakanrl gini kak kalau kalau terus pakai kata "ga semua cowo gitu", ibarat kaka liat banyak tai di wadah wadah trus ada yang bilang " salah satu itu ada yang Nutella kok" emang kaka tetep nyoba? Apa ga lebih baik mundur aja? Point nya itu rasa aman perempuan loh kak...
@coldoasishead@tanyakanrl Nah itu lo tau kalau cowo emang banyak kasus melecehkan cewe, ya gua ngomong nyamaratakan men karena emang most of men kan? Masa harus gua sebutin namanya satu², kalau ga ngerasa kaka bisa coba yang namanya being the best, perbaiki luar dalam, drpd defend men just bcus u're a man
@coldoasishead@tanyakanrl Yes "mungkin" ada, and how can we know when most victims are women? Emang dasarnya harus nanemin negative thinking when men around the world act like damn predator than normal human. Coba dah gausa liat dari sisi lo sebagai cowo, tapi dari rasa amarah sama rasa ga aman cewe.
@coldoasishead@tanyakanrl Kedua, cewe bisa lahiran tanpa cowo. Mereka cuma gabisa hamil tanpa cowo. Please bahasa lo dari awal sampai akhir benerin dulu ya oon, pusing gua bacanya. Sekolah lagi ya dari tk biar bisa nyusun kalimat yang bener.