hal yg gue syukurin dan mungkin akan gue terapkan ke anak gue nanti
- sd: swasta
- smp: boarding
- sma: negeri
gue seneng krn langkah ini bikin gue punya banyak cerita dan cukup bs relate sama latar belakang n karakter org yg beda-beda
Ini namanya delayed response, bisa jadi tanda punya trauma. Respons ketika ada bahaya itu ada flight, fight, freeze, dan fawn. Biasanya yg freeze atau fawn, ada kemungkinan punya trauma di masa kecil. Kalau dia langsung balik attack, dia bisa nggak survive. Kebawa sampai dewasa
real banget, gue beberapa hari belakangan jadi clingy dan sayang banget sama orang ini huhu cintaku, hari ini? membalas pesannya pun aku tidak sudi ada anime yg harus aku tonton.
nothing beats the feeling of being loved by a calm person. someone who communicates well, talks to you in a gentle, non-judgemental, low and caring voice. someone who is patient and makes you feel comfortable enough to be your true authentic self.
Speaking up means A LOT guys, ayo semuanya jadi perempuan yang gak ‘seru’ itu yang gk bisa di ajak jokes misogynistic. Let’s all be mad when we hear any of that stuff.
men to men: tolong banget evaluasi isi obrolan tongkrongan atau grup WA (or apapun) circle lo pada. kalo temen lo udah mulai objektifikasi perempuan, ngelecehin fisik pake bahasa kotor buat becandaan, and you do absolutely nothing about it? you're part of the problem
jangan pernah berlindung di balik "namanya juga cowok" atau "ah elah cuma locker room talk doang, aslinya mah kita respect kok". it's a fucking bullshit.
mindset jelek itu tumbuhnya dari hal-hal sampah yang lo normalisasi di circle lo sendiri. kalo lo udah terbiasa ngeliat perempuan cuma sebatas objek buat bahan fantasi di grup, pelan-pelan empati lo ke mereka bakal mati
solid sama temen tuh ada batasnya. diem dan ikut ketawa pas temen lo ngelecehin orang itu bukan solid, tapi lo lagi jadi enabler
gausah muluk-muluk sok pahlawan. minimal kalo ada temen lo yang mulai sangean ga jelas di obrolan langsung tegor. kalo ditegor malah ngegas dan ngatain lo so suci, mending leave. tongkrongan kek gitu ga ada valuenya sama sekali buat lo
buat lo yang milih diem aja pas temen lo ngerendahin perempuan di grup, sadar ga sih kalo diemnya lo itu yang ngasih validasi ke mereka buat terus jadi predator?
Ngeliat kasus FH UI, aku semakin yakin kalau ngajarin anak laki-laki jauh lebih susah daripada anak perempuan.
Ngajarin jangan body shaming, ngajarin respect, ngajarin harus ada boundaries, educate biar gak ngelecehin perempuan.
PLEASE ✨ EDUCATE ✨ YOUR ✨ SON
I used to think love was a feeling, a feeling of wanting to be with a person all your life, wanting to be happy all the time with them and it does come with that but love is so much more than that.
Love is sacrifice, discipline,
encouraging each other to grow, choosing each other every day regardless of how you feel/ think that day, its respecting one another, prioritizing each other. that's love, and it's so beautiful.
deep talk pas pacaran:
- saling berterima kasih karna sudah sama2 memperjuangkan sejauh ini
- ngomongin rencana masa depan
- ngomongin mimpi masing2
- ngomongin persiapan rencana pernikahan
- saling meyakinkan diri kita bisa menikah dan jalanin semua dari 0 bareng2
- ngomongin keuangan dan tabungan bersama
- ngomongin pemikiran2 random yg sama2 cm bisa diomongin sama pasangan enggak ke orang lain, karna kita sama2 enggak suka nge-judge
- lagi deeptalk tiba2 suka kemana2 enggak penting ngomongin film, makanan, hobi, update temen2 😆
- paling konyol lagi deeptalk terus tiba2 ribut gara2 random topik saya minta dia temenin nonton film raditya dika dia enggak mau awokwkwk
deep talk setelah nikah:
- saling berterimakasih atas perjuangan masing2
- ngomongin anak2 dan dunianya
- ngomongin luka masa lalu (inner child) kami kadang suka ke trigger ngeliat anak, karna masa kecil kami tidak semudah dia, tapi kita saling memvalidasi dan menjadikan inner child itu rasa syukur buat anak
- ngomongin hubungan pribadi berdua (tanpa bawa2 anak)
- ngomongin keresahan masing2
- ngomongin keuangan
- ngomongin love language masing2
- ngomongin bisnis masing2
- ngomongin segs
- ngomongin rencana2 kedepan dan liburan
- ngomongin agama
- ngomongin update/cerita keluarga masing2
- dan msh suka tiba2 ngobrol topik enggak penting jg 😆
kalau kata raditya dika kecantikan dan ketampanan semua akan memudar, pada akhirnya yg tersisa di hubungan itu ya ngobrol. makanya penting punya pasangan 1 frekeuensi, bisa cerita tanpa di judge dan sama2 nyaman
kamu kalau deeptalk sama pasangan ngomongin apa???
"Kalau kamu bosen dan suka sama orang lain di saat kamu udh menikah, itu kamu sedang diuji, ujian pernikahan."
Itu jawaban temenku saat aku punya pikiran ini, jauh sebelum aku menikah. Kurasa itu jawaban paling make sense yg bisa menjawab.
Akan ada banyak orang yg lebih dan lebih dari pasangan kita, tapi cara menyikapinya bisa jadi penentu keseriusan kita di pernikahan.
Compare less, grateful more.
Women enjoy sex as much as men, but a woman’s libido depend a lot on how their psychological state feel.
When she feels safe, valued, and wanted, her sexual appetite can be even stronger than yours.