Tiga orang majus membawa persembahan.
Majus 1: saya membawa kemenyan
Majus 2: saya membawa mur
Majus 3: saya membawa emas
Yusuf: kalian ga ada yang bawa pampers kah?
Beberapa hari lalu, seorang teman saya yang sudah 12 tahun di perusahaan multinasional cerita:
“Gue capek liat penjilat naik terus. Gue yang kerja keras malah stuck.”
Gua cuma bilang gini😅
"Tenang. Penjilat karirnya biasanya nggak panjang.."
Jujur, itu bukan sok motivasi, tapi ini berdasarkan pengamatan sekitar..
@AnterajaCare halo kak mau nanya paket saya yg harusnya dipickup dan sampe kemarin kok sampe sekarang belum dipickup juga yaah ke sellernya? Mohon solusinya kak soalnya ini pengiriman sameday yg harusnya sampai kemarin malam kak..
Akhirnya tau kalo MAKANAN itu ada "ARTINYA"
Pizza = Lembur
Donat = Resign
Kopi = Makasih ya udah bantuin kerjaan
HokBen = Meeting sampai siang
Kue Harvest = Atasan ulang tahun
Dapur coklat = Staff biasa ulang tahun
Bakpia = Habis lebaran
Coklat = Oleh2 yang habis jalan ke luar negeri
Makan sundaan = Project baru approved
Grill = Habis selesai project gede
Ramen/sushi/udon = Habis gajian
Nasi Padang/geprek = Tanggal tua
Es krim = Lagi stress
Mie ayam = Bertahan hidup
Mahasiswa yang ngerjain skripsi itu adalah bagian dari society. Nulis skripsi bikin mahasiswa itu mikir tertib, sistematis, dan mampu menyampaikan pemikiran secara tertulis. Kemampuan itu beneficial buat society.
Produk skripsi itu bukan naskahnya, tapi manusia yg nulisnya.
Sudah lama tidak bahas jurnal bertema kejahatan
Kali ini, saya coba membahas "jurnal ilmiah" yang ditulis oleh Sekretaris Kabinet RI, Teddy Indra Wijaya dan dipublikasikan UI pada tahun 2020.
Ceritanya... beberapa tahun lalu, ISIS pernah menyebarkan foto "pejuang"-nya yang sedang menggendong kucing. Di lain waktu, mereka terlihat memegang sebotol Nutella.
Bagi sebagian kita, rasanya foto-foto itu memang aneh atau tidak biasa, tapi justru di situ letak jebakannya.
Jadi gini, propaganda yang paling berbahaya bukan soal kebohongan besar, tapi tentang memilih apa yang ditampilkan dan apa yang disembunyikan, lalu dipercaya oleh orang lain.
Nah, jurnal ini menjelaskan bahwa ISIS menampilkan sisi "manis" dan hidup yang seolah normal. Padahal... ada sisi yang disembunyikan, yaitu kekerasan, perbudakan, dan perlakuan kejam terhadap perempuan.
Jurnal ini memakai tiga pisau dari teori komunikasi, yaitu agenda setting, framing, dan propaganda. Intinya... apa yang terus-menerus ditampilkan di layar, lama-lama dianggap penting (bahkan dianggap benar) oleh yang menontonnya.
Lewat cara tersebut, perempuan pun dibujuk untuk berganti peran, dari lingkup domestik yang merawat kehidupan, menjadi pelaku kekerasan aktif. Di Indonesia, ada beberapa nama yang akhirnya terpikat.
Salah satunya Dian Yulia Novi, perempuan pertama yang didakwa terorisme di sini. Sebagian dari mereka mantan pekerja migran yang jauh dari rumah dan kesepian, lalu didekati lewat media sosial.
Satu catatan yang menarik adalah mereka tidak ditarik oleh ancaman, tapi oleh kelembutan palsu. Modusnya adalah disediakan "kakak perempuan" atau "guru ngaji" online yang terasa seperti keluarga baru. Perasaan "akhirnya ada yang mengerti" itu menjadi pintu masuknya.
Sayangnya, jurnal ini juga punya kelemahan. Ada beberapa hal yang menurut saya perlu dikritisi.
Pertama, jurnal lebih kuat mendeskripsikan, alih-alih membuktikan. Jurnal ini menyusun rapi daftar motivasi dan jenis-jenis propaganda, tapi tidak benar-benar menunjukkan bahwa propaganda itulah yang membuat seseorang akhirnya bergabung. Padahal, bisa jadi ada faktor lain; seperti ekonomi, tekanan keluarga atau pasangan, jaringan pertemanan; yang perannya sama besar atau malah lebih besar.
Kedua, perempuan di sini cenderung digambarkan sebagai pihak yang "terbujuk". Padahal sebagian dari mereka mungkin mengambil keputusan secara sadar, entah dengan alasan politik atau ideologi yang mereka yakini sendiri. Menganggap mereka semata-mata korban manipulasi cenderung meremehkan dan akhirnya bisa membuat kita salah dalam menyusun intervensi pencegahan.
Ketiga, datanya banyak bersandar pada berita media. Padahal soal ISIS, media pun sering hanya bisa mengakses informasi yang memang sengaja disebar ISIS sendiri. Jadi ada risiko jurnal ini ikut terbawa bingkai yang justru sedang ia kritik.
Meski demikian, saya memetik satu hikmah berharga dari jurnal ini. Rayuan atau bujukan paling efektif sering datang lewat hal yang awalnya kelihatan tidak berbahaya, tetapi ternyata menjerumuskan pada akhirnya.
Yang mau baca jurnalnya nih bisa klik tautan berikut
https://t.co/Rcsuwe8T41
AKHIRNYA nemu di tiktok tiba2 lewat di fyp, foto2 stasiun sudirman pas sebelum direvitalisasi (source: https://t.co/mmqzEqgowy).
Kayaknya kisaran sebelum tahun 2010 deh ini. Keinget bgt dulu jelek bgt ni stasiun cuman pake tangga. Kalo lg ikut nyokap ke kantor, pulangnya pasti naik dari stasiun sudirman, nungguin KRL ekspress yang ke Depok. Sebelum naik keretanya, nyokap selalu bilang “nanti pas pintunya kebuka lgsg cepet2 masuk terus duduk ya!”. Terus di peronnya kadang suka jajan gorengan atau kadang beli kaset VCD😂😂.
Klarifikasi prihantini terhadap ayuni kemala yg namanya dicatut dalam karya ilmiahnya
Ayuni Kemala Safira resmi klarifikasi: Ia menjadi korban pencatutan nama & afiliasi pada puluhan karya ilmiah (abstrak & poster) oleh Prihantini cs tanpa sepengetahuan & izinnya.
Ia menuntut agar semua karya tersebut segera ditarik (withdrawn) dan siap tempuh jalur hukum jika tidak dipenuhi.
Cc. ayuniksfr
•kdm• 🔥 The Legend Of Kitchen Soldier 🔥
------ ------ ------ ------ ------ ------
← ⚪ Seokho Siregar ⠇
⁷ ᵐⁱⁿᵘᵗᵉˢ ᵃᵍᵒ
masa muda kami sudah di pertaruhkan untuk negara, tetap semangat kita semua 💪
Real banget ini, walau pekerjaan pertama bukan yg sesuai keinginan kita tapi banyak hal” baru yg bermanfaat buat survive di dunia yg bener” dinamis ini..
>Menurut Anies kerja pertama ga harus langsung kerjaan yg keren, bergengsi, atau gaji besar. Bisa aja posisinya kecil, gajinya pas-pasan, kantornya jauh ato tugasnya berat tapi itu bukan masalah.
>Buat dia fungsi utama pekerjaan pertama bukan langsung ngebangun karier besar tapi buat ngebentuk karakter kita. Karier mungkin baru kebentuk di fase berikutnya, tapi karakter mulai ditempa dari kerjaan pertama.
>Di kerja pertama, orang belajar banyak hal penting kayak cara menghadapi situasi yg sulit, cara membangun komunikasi dgn orang lain, cara menepati janji ke rekan kerja, dan cara menyelesaikan tugas yg ngebosenin tapi tetap dikerjain dengan sepenuh hati (gokilll).