@adekajil@Xen1135@SobatMisqueen99 BTW buat @Xen1135
Kalo misal istri melakukan semua hal di atas dan masih tetep ada suami yang bangga nafkahin dikit atau bahkan ga nafkahin trs bilang istrinya numpang idup
Yg salah bkn cewenya woy, suaminya ga bertanggungjawab itu malu2in kyk gaada harga diri jd kepala keluarga
ternyata masih ada cowok yg nuntut istrinya buat resign dan jadi full-time ibu rumah tangga tapi gak mau bantu kegiatan rumah tangga sama sekali dengan alasan udah kerja dan cari nafkah. DAN MASIH NGANGGEP ISTRINYA NUMPANG HIDUP.
yg ngomong kek gini pasti cowok yg gak berpendidikan. harga diri lu sini gue beli anj3nk.
betul. dulu ya sakit hati kalo dikatain kalah cantik, tapi stlh tak lihat2 lagi.. ya memang cantikan mereka hahahaha (skrg geli sendiri, ngapain dulu capek2 sakit hati😭)
maksudku, urip iki lak uwakeh se perkoro sing iso dipikiri. lha kate gendeng a mikiri penampilan terus.
Jujur, ini agak terbalik-balik logikanya 🙏
Tanggung jawab utama nutrisi harian anak tetap pada orang tua. Anak membutuhkan makanan bergizi setiap hari, bukan hanya saat sekolah saja.
Prinsip yang paling sering dipakai dalam literatur terkait pemberian makanan anak adalah “division of responsibility in feeding”. Artinya, orang tua/pengasuh bertanggung jawab menentukan makanan apa yang tersedia, kapan makan, bagaimana suasana makan, dan pola makan di rumah.
Semoga bermanfaat!
menurut gw ya if being called "mbak" offends you, berarti lo bukan warga jakarta asli sih.. jakarta is a BIG city, people from all across indo live here jd dipanggil mbak, kakak, teteh, eneng, bahkan MPOK is completely normal
setuju… aku merasa seluruh pencapaianku pasti ada faktor LUCK nya juga. bahkan ga selalu sebanding sama usahanya.
ada hal yang sangat aku usahakan, tenyata jalannya bukan di situ. meanwhile ada yang usahanya lebih santai, ternyata dapet.
jadinya sekarang berdoa agar aku merasakan hoki di semua hal yang aku usahakan 🍀
Keknya Prabowo nyetuck di tahun 90 an gak sih? Secara tiap pidato isinya cuma “SODARA-SODARA, INDONESIA BESAR, HEII ANTEK-ANTEK ASINGG, MERDEKAAA!!!!” Ini tuh beneran khas banget sama orang jaman Soekarno, belum lagi KOPERASI DESA MERAH PUTIH katro banget anjerr pake nama KOPERASI😭😭😭
Soal gaji, pendapat saya sederhana:
Bersyukur itu amaliah batin. Keyword: keikhlasan.
Gaji itu hak atas kewajiban amaliah lahir yg telah dijalankan. Keyword: keadilan.
Mengurusi amaliah batin seseorang tapi tutup mata atas imbal balik lahiriahnya, itu namanya zhalim.
momen ahli MBG kena skakmat hakim:
Ahli MBG DPR (Parulian): Yang Mulia, di Finlandia dan Swedia, makan siang gratis itu hak subjektif setiap siswa, didanai penuh oleh pajak. Di Inggris hanya untuk kelompok penerima manfaat tertentu. Prancis dan Italia mengombinasikan subsidi negara dengan iuran orang tua dan standar gizi ketat. Bahkan di Jepang, makan siang jadi bagian kurikulum pendidikan lewat Gakkou Kyushoku. Brasil mencantumkan hak atas makan dalam konstitusinya, India lewat putusan MA sebagai hak dasar hidup.
Hakim MK (Saldi Isra): Saya singkat saja, tapi dijawab langsung ya, Pak Doktor Parulian. Dari negara-negara yang tadi Bapak jadikan komparasi, ada enggak di konstitusinya yang menentukan mandatory spending 20 persen untuk pendidikan? Tolong dijawab, Pak.
Ahli MBG DPR (Parulian): Tidak ada, Prof.
Hakim MK (Saldi Isra): Oke, terima kasih, saya tidak melanjutkan pertanyaan saya.
Intinya Saldi menskakmat dengan satu pertanyaan perbandingan Parulian dianggap tidak setara karena Indonesia punya kewajiban konstitusional 20% anggaran pendidikan yang tak dimiliki negara-negara pembanding tersebut.
Giliran MBG, perbandingannya Finlandia dan Swedia. Tapi kalau kesejahteraan guru, fasilitas sekolah, kurikulum, disuruh bersyukur dan gak dibandingkan dg Finlandia dan Swedia.