Jelma wangi fajar yang menari di antara aksara manuskrip purba. Lahirnya ialah puisi, rupanya lukisan cahya, โbak kuntum bunga yang merekah kala fajar menyapa.
๏ธ๏ธ
๏ธ๏ธ
Kepada aku, kamu, diaใ ก kita. Di delapan belas yang berhenti bergerak.
Segalanya berjalan terlampau lama dan pada akhirnya menelan kita satu persatu. Mengapa kita harus menjadi benda asing yang saling memandang tanpa tahu apa yang sedang ditunggu.
๏ธ๏ธ
๏ธ๏ธ