Turut berduka cita ya Abang,
Innalillahi wa inna ilaihi raaji'uun
Sekarang yg komen komen negatif pada bingung gimana minta maafnya.
Manteman nakes atau non-nakes ini sebagai reminder bagi kita yaa.
Mungkin kita yg paling faham tp tak menjadikan kita kemudian mudah berkomentar bahkan yg jauh dr nalar.
wisuda offline + photo session begini memang melelahkan, beda hari bisa juga tapi ya dandan 2x. foto begini kan unlimited yaa, pastinya ada 5-10 foto yang oke. meskipun gw ada juga foto yg keliatan badmood karena kecapekan 🤣 emangny mau upload / cetak brp banyakk sih?
jadi di sebelah ada wisudawan yang ga puas sama hasil foto dari sebuah vendor graduation photography…sedangkan foto-foto yang di share ybs (di video) masih foto raw dan beberapa orang berpendapat baju dan rambut ybs yang bikin kurang oke juga…
tapi sama vendornya tetep di share foto hasil editannya di instagram dan cakep-cakep aja hasilnya🥹 menurut kalian apakah ini kesalahan vendornya atau ya memang resiko foto setelah wisuda di siang hari hasilnya jadi kurang maksimal…
Saking seringnya liat berita anggaran abis triliunan, tadi pas baca ini sempet kek "oh 1 triliun" padahal TRILIUN. ALIAS 1.000 MILIAR..
Do we all realize how big 1 triliun is... 1 miliar aja udah jumlah yang kebanyakan dari kita gak akan liat seumur hidup.. ini 1000 milyar...
Situasi terkini di MK
Teman-teman dari MBG Watch & Perwakilan UI menyuarakan aspirasi di depannya gedung MK.
Kemungkinan setelah ini kita akan geser ke Patung Kuda.
#SalingJagaWarga
Mahkamah Konstitusi memutuskan agar pemerintah tidak lagi menggunakan dana pendidikan untuk membiayai MBG, dan berlaku paling lambat 2028.
Putusan ini disebut sebagai kemenangan para guru dan tenaga pendidikan di seluruh Indonesia. https://t.co/0A5f6yNpIC
Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Mamberamo Raya menyebut Mamberamo Raya sebagai kabupaten 3T alias terpencil, tapi juga tertinggal, terlupakan, tersiksa, dan ter-ter lainnya. Mengapa 50% dapur MBG di Jawa dan cuma 1% di kantong stunting tertinggi di Papua? https://t.co/jBufBlFozn
PENGGALANGAN DANA DARURAT UNTUK KASUS TERBARU RUMAH BULAN.
Entah bagaimana, ini adalah kasus ke-3 yang kami dampingi di bulan ini, di mana semua korbannya positif HIV/AIDS. Yang paling menyedihkan, korbannya adalah perempuan muda, dan anak - anaknya yang masih bayi dan balita, kelompok rentan, hidup jauh di bawah garis kemiskinan, yang bahkan tidak paham apa itu HIV/AIDS, atau dari mana bisa tertular.
Kami belum bisa bicara banyak, karena situasi saat ini masih berkutat di pemulihan para korban, yang menjadi prioritas mendesak bagi kami. Kami sekali lagi mengajak dan memohon teman - teman, untuk membersamai perjuangan kami, dalam menolong para korban, terutama Lisna dan anak - anaknya.
Detail mengenai donasi, dan cerita lengkap ada di postingan berikut ini. Dan kami harap teman - teman masih berkenan membantu Rumah Bulan, walaupun dalam masa - masa sulit ini. Terima kasih atas dukungan teman - teman untuk Rumah Bulan selama ini 🙏❤️
‼️ Penggalangan Dana Darurat Rumah Bulan ‼️
Kasus yang baru saja kami terima malam hari tadi, Minggu, 26 Juli 2026, pukul 22.30
Kami dikabari oleh seorang pengurus gereja rekanan kami, bahwa ada seorang lansia dalam keadaan babak belur, ditinggal di pinggir jalan, bersama ke 3 cucunya. Info yang kami ketahui, nama beliau adalah Ibu Mursiyah, usia 58 tahun. Ke 3 anak tersebut adalah cucunya (belum kami ketahui namanya), tidak punya ibu, karena ibu mereka telah meninggal dunia. Selain itu, belum ada lagi informasi yang kami ketahui, karena mereka belum dapat dimintai informasi. Kini mereka berempat masih menjalani perawatan di rumah sakit.
Jujur saja, kami sebenarnya tidak dalam posisi bisa menerima kasus ini. Ada 13 kasus berjalan di Rumah Bulan, kami tidak memiliki cukup dana dan tenaga untuk menerima kasus baru. Namun Bu Mursiyah dan cucunya membutuhkan bantuan lebih dari siapapun.
Kami mohon bantuan teman - teman untuk mendukung perjuangan kami mendampingi mereka.
Rumah Bulan adalah salah satu penggalang dana yang paling rajin menyampaikan kabar terbaru penggunaan dana.
Artinya, gerakan ini sangat jujur, tulus, dan bertanggung jawab.
Yuk ikut bantu para penyintas ❤️
https://t.co/Rz2SY8MMj7
Rutin menonton short video ternyata berasosiasi dengan kondisi stress dan kecemasan.
Semakin sering dan lama durasi menonton short video, maka semakin tinggi juga tingkat stress dan kecemasan yang dirasakan.
Platform short video dirancang dengan algoritma yang sangat cepat memberikan konten baru yang tidak terduga. Setiap scroll memicu pelepasan dopamin di otak, yang berujung pada sulit berhenti dan "bergantung" pada sensasi emosional dari menonton short video. Selain itu terdapat juga efek isolasi sosial dan overstimulasi yang diduga berpengaruh pada stress dan kecemasan.
Yakin masih gak mau ngurangin short video?
Bayarannya kesehatan mental loh.
Sumber Ilmiah:
A Systematic Review and Meta-Analysis Examining the Cognitive and Mental Health Correlates of Short-Form Video Use