menurutku dewasa adalah memaafkan kesalahan orang lain yang ga pernah minta maaf ke kita. bukan buat dia tapi buat diri kita sendiri. supaya lebih tenang dan damai ngejalanin hidup kedepannya.
ada soal GRATISSSSS lagi yaaaa, ini waktu aku interview dan tes kerja kapan hari soalnya mirip mirip untuk vlookup dan pivot. semoga bermanfaat buat kalian. Kalian bisa download disini yaaa
https://t.co/8CW1bKSgbR
Untuk para perempuan:
Jangan terlalu sibuk mengejar validasi sampai lupa membangun diri sendiri. Cantik itu bonus, tapi value, cara berpikir, attitude, dan cara membawa diri itu yang bikin perempuan benar-benar berharga.
Upgrade diri pelan-pelan. Tambah wawasan, jaga emosional, belajar mandiri, punya prinsip, dan jangan takut berkembang. Perempuan yang kuat bukan berarti tidak pernah sedih, tapi dia tahu cara bangkit tanpa kehilangan dirinya sendiri.
Sebuah momen yang tidak hanya menyentuh hati, tetapi juga sangat membanggakan. Melalui sebuah handbanner di konser Meksiko hari ini, seorang ibu menunjukkan betapa berartinya sosok SUGA dalam memberikan ruang aman bagi anak-anak dengan spektrum autisme. 🥹
"Terima kasih Profesor Min, karena telah memberikan visibilitas bagi anak-anak autisme. Dari seorang Ibu ARMY yang memiliki anak autis."
~🪶
Ini bukan cuma cerita Shopee.
Ini pola klasik platform risk yang terjadi di semua marketplace:
- Amazon ngecloning produk third-party seller → kasus sama
- Google dulu nampolin hasil organic → sekarang prioritasin ads
- X nge-trending sesuatu → trus bikin fitur sendiri
Shopee mainnya klasik tech giant playbook “burn money to win the market, then squeeze”.
Tahap 1 - Bakar Uang
Gratis ongkir, diskon gila-gilaan, admin fee rendah/subsidi. Seller berbondong-bondong masuk karena biaya jual rendah. Pembeli happy karena murah. Kompetitor kayak Lazada, Tokopedia kalah saing karena ga sanggup perang harga.
Tahap 2 - Dominasi
Market share udah dikuasai. Kompetitor tersingkir atau merger. Sekarang Shopee punya leverage penuh.
Tahap 3 - Naikkan Admin Fee
Begitu seller udah ketergantungan (audience udah di Shopee, ga bisa pindah), admin fee mulai naik perlahan. Seller mau ga mau harus ikut karena disitu satu-satunya tempat dengan traffic besar.
Tahap 4 - Transisi Paksa
Sekarang seller mulai sadar: "Bisa mati kalo cuma ngandelin Shopee." Mereka mulai bikin website sendiri/landing page.
Tapi masalahnya adalah Shopee punya DATA LENGKAP tokomu.
Mereka tau:
- Tokomu jual apa
- Produk mana yang paling laku
- Berapa marginmu
- Siapa aja suppliermu
- Pola pembelian customermu
Dan yang dikabarkan terjadi: Shopee mulai ngeloning produk terlaris.
Mereka jual produk yang sama (atau versi lebih murah) pake brand mereka sendiri di platform mereka.
Seller yang tadi untung dari produk A, tiba-tiba harus saingan sama Shopee yang punya segala keunggulan seperti ongkir gratis, badge official, algoritma prioritas.
Kejam bukan? Platform marketplace yang dulunya "penyelamat" sekarang jadi predator terbesar buat seller-nya sendiri.
Menurut gue di tengah gempuran orang2 nyuruh ningkatin skill, sama pentingnya kita juga perlu sadar kalo ada part bahwa sistemnya emang busuk.
Gak semua kegagalan itu karena skill issue. Gak semuanya salah diri kita. Gak semuanya karena kita gak kompeten.
Banyak orang gagal interview, bukan karena mereka ga kompeten.
Tapi karena ga siap jawab pertanyaan yang itu-itu lagi.
Gw udah kumpulin template cheatsheet yang isinya pertanyaan interview yang paling sering ditanya recruiter.
Isinya:
- List pertanyaan yang hampir selalu muncul di berbagai role
- Bisa dipakai buat latihan sebelum interview
- Biar lo ga blank pas ditanya
Kali ini udah ada update dari versi sebelumnya, ada Bahsa Indonesia dan Bahasa Inggris
Download di sini:
https://t.co/kvBAZZIYLf
Kalau ngerasa ini kepake, bantu like dan repost ya.
Bagaimana jika konsepnya Rezeki ternyata adalah,
- rezeki memang sudah diatur (ditempatkan, disediakan) untuk diri kita di berbagai tempat dan peluang.
- namun, balik lagi ke kita mau berusaha ngambilnya atau enggak, memantaskan diri atau enggak.
Jadi mungkin saja, Allah sudah menuliskan bahwa rezeki kita aslinya punya harta 10 miliar sampai meninggal, atau bisa kuliah ke luar negeri.
Namun, karena kita enggan berusaha, sekolah/kuliah males2an, ada peluang mager ambil, dsb, ya akhirnya hidupnya gitu2 aja. Gak sampe kemana2.
Makannya kan dijelaskan bahwa Allah sudah menjadikan bumi mudah bagimu, berjalanlah ke segala penjurunya, makan sebagian dari rezeki-nya.. Serta seringkali ditanya, Tidakkah kamu berpikir? Wahai kaum yang berakal?
Namun kalo kita mager, ga mau mikir, mau gimana? kayak tau ada rambutan di teras rumah tapi males metiknya.
Malah nanti pas di hisab, malah ditanya, "udah dikasih badan yang sehat, waktu yang luang, kenapa dimubazirkan?"
jadi ingat kalimat ini..
"orang yang disiplin, biasanya punya sistem.."
"orang yang berantakan hidupnya, punya alasan.."
padahal kita tuh butuh produktiv sama konsisten aja ya, kalo dipikir2🥲
bener gak?
Mungkin di sini banyak yang masih bingung tentang bedanya:
> Simple Present Tense
> Present Continuous Tense
> Present Perfect Tense
> Present Perfect Continuous Tense
Jadi aku baru aja nambahin beberapa files penjelasannya masing-masing, semacam “cheat sheet”nya ke file English by Jeya ini 📚🇬🇧
Boleh diakses gratis di sini:
https://t.co/f9EjHoDuuc
yg sedihnya adalah kita masing-masing tuh sebenarnya punya banyak potensi dan impian... tapi semuanya gabisa berkembang maksimal karena masalah ekonomi dan finansial yang terbatas :") hiks.
ngomongnya belibet, ketemu orang nervous, pemalu, enggak percaya diri, juga penakut.
luka sedalam dan sebanyak apa yang kamu pendam, sampai kamu menjadi seperti itu?
aku doakan buat kalian yang lagi struggle dalam hidupnya, Allah berikan ketenangan hati & jiwa, jangan putus harapan.
hiduplah dengan tenang, segala apa yang terjadi pasti ada hikmah, Allah pasti akan bagi sesuatu yang lebih baik, tetaplah berprasangka baik dengan rencana Allah.