Dear @UNICEF,
Indonesian children should never be used to advance any political agenda or government campaign. Indonesia's Child Protection Law emphasizes that every child has the right to be protected from exploitation, violence, discrimination, and any activity that may jeopardize their best interests. Involving elementary school children in public rallies, asking them to carry campaign-style signs or chant political slogans raises serious concerns about whether their rights are being respected.
Children can’t meaningfully consent to political participation. Schools should remain safe spaces for learning—not places where students are mobilized to endorse government policies.
We urge independent monitoring to ensure that children's rights are fully protected and that no child is used as a tool for political messaging.
Tetap aja orang luar kebanyakan hanya akan melihat Prabowo sebagai representasi tunggal Indonesia, sama seperti kita melihat Trump sebagai representasi tunggal Amerika.
Saatnya kita menuntut pertanggungjawaban bawahan kita. Kita, rakyat Indonesia, adalah atasan Presiden.
how am i supposed to sleep at night knowing the president of the largest muslim majority country supports a so called “peace board” backed by zionists?
pengen ikut kkn pengen ikut kkn
pengen ikut kkn pengen ikut kkn
pengen ikut kkn pengen ikut kkn
pengen ikut kkn pengen ikut kkn
pengen ikut kkn pengen ikut kkn
Kritik yang dibungkus humor terasa lebih tajam krn dia menelanjangi kepalsuan tanpa basa-basi. Inilah mengapa dalam sejarahnya, penguasa sering kali lebih takut pd komedian dprd kritikus akademis.
The Truth in a Joke.
Saat orang tertawa, rasa hormat yang "dipaksakan" pd jabatan tersebut luntur. Ketakutan terbesar penguasa sejatinya bukanlah dibenci, melainkan ditertawakan bareng2..
Guys, Laras Faizati dipenjara dikasih obat kadaluwarsa, dan belum dapat keadilan sampe skrg.
Presiden AS menangkap dan mengadili presiden negara berdaulat, Venezuela, dalihnya untuk menyelamatkan demokrasi, dan tuduhan gembong narkoba. Pdhl nyatanya, itu soal penguasaan minyak..
secara data dia bener, tapi pendapat ini juga bisa menyesatkan kalo dipakai sebagai justifikasi kebijakan.
70% oksigen di dunia memang diproduksi oleh fitoplankton, hutan memang bukan paru-paru utama dunia.
narasi yang sering muncul sebab dari pendapat di atas adalah "kalo laut yang bikin oksigen, kenapa kita ribut soal hutan?"
nah, di titik inilah false dichotomy muncul. dipertentangkan seolah harus memilih salah satunya.
padahal ekosistem itu sepaket, gabisa cangcingcup pilih salah satu.
di bukuku, Arcana Oceanis, ada salah satu bagian di mana aku bahas gimana hubungan laut dan darat.
teman-teman, kalo hutan rusak, efek kerusakannya itu bukan hanya dirasakan darat, tapi juga sampai ke laut.
kalo hutan rusak, sedimentasi meningkat. akibatnya, terumbu karang bisa mati.
hutan rusak juga bisa menyebabkan ledakan alga yang menghasilkan racun bagi kehidupan laut serta manusia.
suhu laut yang naik juga disebabkan oleh daratan yang rusak, khususnya hutan.
jadi gabisa kita ambil salah satu, sementara lainnya kita abaikan. semua udah dalam satu harmoni, saling terhubung.
memang paling benar, ayola semua pemangku kebijakan, kita taubat ekologis.
memanglah secara ekonomi atau pertumbuhan ga secepat apa-apa yang ada di atas kertas modern, tapi para pendahulu kita, hidup dengan nyaman, mati dengan tenang, tanpa merusak apapun.
Aku kira tahun ketiga udah bisa mulai bangkit dari segala macam keterpurukan (academic + physical and mental health), qadarullah kena musibah lagi yang sekarang bikin aku galau berat karena sangat berpengaruh ke upcoming event: KKN
“Ini tiga provinsi dari 38 provinsi” is such a vile argument to address by a president in this situation.
If a PROVINCE is not even important for him, imagine how unimportant he sees one person.