Sebenarnya gw gak sepakat ma si Ari laso kw kalo judol adalah alibi pemerintah atas terpuruknya dollar, karena judol memang sudah seperti kanker stadium 4 di masyarakat kalo didiamkan bakal makin berbaya. Tapi penjelasan selanjutnya kenapa dolar naik, masuk banget🙂
Masalah kesehatan saat ini :
Sistem kesehatan BPJS spt asuransi kesehatan, bukan jaminan kesehatan rakyat suai tujuannya, shg banyak syarat yg harus dipenuhi ketika pasien ingin mendapatkan pelayanan kesehatan.
Terutama yg membuat rumit adalah Sistem rujukan BPJS berjenjang.
Pasien tanpa kegawatdaruratan tidak bisa dirujuk lgsg oleh FKTP ke RS yg memiliki fasiltas sesuai penyakitnya.
Setelah gagal diobati di FKTP, pasien baru bisa dirujuk ke RS tipe D/C (Jika ada) ,
jika dokter ahli atau fasilitas di RS tipe C/D ini tidak tersedia => baru rujuk ke RS tipe B,
Jika fasilitas di RS tipe B ini tidak tersedia, walau ada dokter ahlinya, atau nilai klaim penyakitnya tidak mencukupi => baru rujuk ke RS tipe A, sebagai RS rujukan tertinggi dg fasilitas dan dokter ahli lebih lengkap.
Akibatnya :
-Waktu yg dibutuhkan pasien untuk mendapatkan penanganan penyakitnya jadi lebih panjang, dan bisa berakibat penanganan jadi terlambat bahkan kematian.
-Biaya yg dikeluarkan pasien untuk ongkos, makan dll menjadi tambah besar. Tidak semua pasien mampu ekonomi.
-Terjadi penumpukan pasien di RS tipe A, jadwal antrian makin panjang, bisa antri 1 bulan utk ketemu dokter saja.
Jadi kesan pasien lama tertangani, bukan terutama karena jumlah dokter ahlinya yg kurang, tapi sistem rujukannya yg dibuat berjenjang.
Belum lagi skrg tiap dokter ahli juga dibatasi kuota atau jumlah pasien yg bisa dilayani per hari, suai lama jam praktek.
Memang dg tujuan agar setiap pasien bisa dilayani dg waktu yg cukup, namun akibatnya, pasien tidak bisa dilayani lebih banyak lagi seperti dulu, ini membuat waktu antrian pasien juga makin panjang.
Klaim yg dibayar BPJS untuk sebuah penyakit sangat rendah, harga yang dibuat sudah tidak suai dengan harga yg seharusnya, apalagi makin kesini harga obat dan alat kesehatan terus naik, ini menyebabkan pengobatan asal ada, dibawah standar.
Klaim ini juga dibuat berbeda utk tiap tipe RS, makin tinggi tipenya, makin besar klaim yg dibayar BPJS,
Ini juga yg menyebabkan harusnya ada penyakit yg bisa ditangani asal ada dokter ahlinya di RS tsb, tapi tidak bisa ditangani krn klaim yg dibayar tidak mencukupi, akhirnya pasien di rujuk ke RS dg tipe lebih besar.
Harusnya ;
• Tidak perlu ada rujukan BPJS berjenjang, shg dokter di FKTP bisa langsung merujuk pasien ke RS dg fasilitas yg dibutuhkan ketika sudah curiga atau tahu penyakitnya.
Ini bisa menghemat waktu dan biaya yg dikeluarkan, penanganan jadi lebih shg kemungkinan sembuh pasien lebih tinggi.
• Klaim yg dibayar oleh BPJS utk sebuah penyakit, "SAMA dan sesuai biaya yg rill dikeluarkan", untuk semua tipe RS, agar pasien bisa ditangani di RS tipe manapun, asal ada dokter ahlinya.
Jadi tidak perlu merujuk ke RS tipe lebih tinggi lagi hanya karena nilai yg dibayar BPJS dianggap terlalu rendah.
• Gaji dokter dibuat layak, tidak sering terlambat, ada perlindungan hukum, tidak boleh ada tekanan atau intimidasi dari kepala daerah shg tidak diseret-seret kepentingan ekonomi, politik dan keluarga kepala daerahnya => sehingga dokter yg jumlahnya banyak ini bersedia ditempatkan di seluruh daerah.
Saat ini dokter banyak, tapi banyak yg memilih bukan sebagai ASN, kerja dikota besar walau gaji tetap kecil juga.
Karena walau gaji kecil, tidak terlambat, tidak ada intimidasi dari kepala daerah & pejabatnya.
Bisa usaha sampingan juga & bisa mendapatkan fasilitas pendidikan & lainnya yg lebih baik utk keluarga mereka dibanding harus jadi ASN & kerja didaerah, apalagi daerah terpencil, dimana biaya hidup juga besar.
Jadi kurangnya dokter di daerah, terutama bukan masalah jumlah dokter kurang, tapi penghargaan thd profesi dokter makin kesini makin kurang.
Dokter adalah profesi untuk memenuhi kebutuhan hidup, jadi berhak untuk mendapat gaji yg layak suai kompetensinya, mereka juga manusia yg punya keluarga yg harus diberi nafkah.
Niat Menkes produksi dokter sebanyak-banyaknya dg menurunkan standar kelayakan FK, juga memasukkan dokter asing, mendewakan AI,hanya akan menambah panjang masalah dunia kesehatan, bukan solusi yg bijak.
Mungkin krn Menkes ingin menjadikan AI tonggak utama pelayanan kesehatan, maka kualitas dokter tidak penting, hanya butuh banyak dokter tanpa perlu kemampuan, krn toh dokter perannya nanti hanya sbg tekhnisi,tukang baca hasil AI saja.
Dokter hanya akan jadi simbol dunia medis saja.
Sebuah pemikiran yg membagongkan, karena seharusnya Dokter adalah pelaku utama, AI hanya sebagai pendukung saja.
Sudah banyak penelitian mengenai kekurangan AI ini. Tetap harus dokter yang menentukan penyakit dan memutuskan pengobatan pasien.
Apalagi AI ini sangat bergantung dengan listrik dsb.
Terbayang ketika ada pasien serangan jantung datang ke RS, tapi listrik mati dalam waktu seperti di sumatera kemarin, sementara dokternya tidak memiliki kemampuan seperti dokter-dokter sekarang, hanya bergantung pada AI, apa nda banyak pasien jadi korban ?
Dalam memberi pelayanan terhadap pasien, dokter harus memiliki rasa empati dan kemanusiaan.
Dan untuk keberhasilan sebuah pengobatan, harus ada "trust" pasien terhadap dokter, dimana semua didapatkan melalui sebuah komunikasi, antar manusia. Karena pengobatan itu tidak mulu obat, tapi utamanya adalah ada keyakinan sembuh dari pasien.
Jika pemimpin negeri ini amanah bekerja untuk kebaikan rakyatnya,
Jika memang dianggap jumlah dokter kurang, harusnya uang kuliah dibuat murah, kapan perlu gratis untuk mahasiswa yg pintar, bukan ujuk-ujuk malah naturalisasi dokter asing dan UKT makin tinggi..
Ini terkesan malah sengaja menghalangi anak bangsa maju, demi memajukan bangsa lain ??
Iya apa iya ??
Briptu Fadhilatun Nikmah, simbol ketidakbecusan pemerintah dalam memberantas JUDI ONLINE.
Institusi polri dan seluruh anggotanya di seantero negeri harusnya MALU karena benar-benar dipermalukan atas kejadian ini
Cc @DivHumas_Polri@ListyoSigitP
ORANG" SOK NETRAL SUKA NGOMONG
begini:
"Siapapun Presiden nya kalo kamu malas, kamu tetap hidup susah"
Sekilas ga ada yg salah dengan kalimat diatas...!, Lantas dimana salahnya..?
BEGINI......
#Anda rajin, setiap pagi pergi ke sawah pulang petang. JIKA Saat anda panen ternyata pemerintah impor beras dari luar negeri dan dijual dengan harga sangat murah, akhirnya beras anda "susah" laku di pasaran dan terpaksa dijual dengan harga murah alias rugi.
#Anda rajin berdagang buka toko tiap hari dari pagi sampai petang. Tapi JIKA di sisi lain pemerintah membiarkan toko2 minimarket ritel milik pemodal besar tumbuh menjamur di desa anda tanpa dibatasi, JIKA pengusaha asing bebas berinvestasi dan berjualan dengan harga yang pasti lebih murah, dan toko anda tak mampu/"susah" bersaing sehingga penjualan menurun.
#Anda rajin belajar hingga lulus kuliah, namun JIKA di sisi lain tenaga kerja asing dibebaskan masuk oleh pemerintah ke negri ini sehingga persaingan mendapat kerja jadi lebih "susah" dan berat. Pengangguran semakin bertambah.
#Orang tua rajin mendidik anak dengan iman dan akhlaq, namun JIKA sisi lain pemerintah membiarkan beredarnya narkoba, seks bebas, lgbt, kebebasan Internet, game dan tayangan tv yang merusak. Sehingga tugas orang tua dan pendidik semakin "susah" dan berat. Ditambah lagi JIKA tuduhan radikal dan intoleran sering ditujukan oleh pemerintah bagi para da'i. Dan masih banyak contoh lainnya.
#Jadi kemudahan hidup itu bukan hanya dari sisi malas atau rajin, melainkan satu hal lagi yakni Rakyat Membutuhkan Pemimpin yang Peduli dengan rakyatnya sendiri.
Semoga Akal sehat anda bisa berfungsi dengan baik.
..... Selamat datang presiden baru Selamat menikmati warga Netral
Day 34
Ya Allah, mohon teramat sangat, janganlah Engkau jadikan penguasa atas kami bangsa Indonesia 🇮🇩 orang-orang yang tidak punya rasa takut kepadaMu dalam urusan kami dan tidak pula menyayangi kami 🤲😭
Apakah pemberian susu gratis dan makan siang gratis bisa menjadi solusi stunting?
🔥🔥🔥
Ini tulisan istri saya, seorang dokter spesialis anak. Biasanya kalau di IG sukanya share foto jalan-jalan kami. Haha... Tapi kemarin dia gemes dengan pertanyaan ini. Akhirnya nulis deh.
Cekidot gan... buat edukasi sajah.
🔥🔥🔥
Gara-gara nonton debat capres semalam, dan tergelitik dengan pernyataan orang-orang, karena hampir setiap hari menangani pasen malnutrisi dan stunting, jadinya aku ingin ikut nimbrung berbagi pemikiran.
Pertama, harus dibedakan dulu, mau mencegah stunting atau mau mengatasi anak yang sudah terlanjur stunting.
Kalau mencegah stunting, caranya bahkan harus sejak remaja. Berikanlah pendidikan yang tinggi, jangan sampai anak remaja mengalami anemia defisiensi besi, lalu jangan menikah di usia dini karena remaja cenderung akan melahirkan bayi prematur yang menjadi penyumbang 20 persen terjadinya stunting.
Lalu sebelum menikah, harusnya pasangan muda diedukasi tentang pola hidup sehat, tentang menjadi orangtua yang bertanggungjawab, parenting yang baik bagaimana, supaya nanti bisa melahirkan anak yang sehat, tidak BBLR dan ketika sudah lahir bisa mengasuhnya dengan benar supaya cara kasih makan dan pengasuhannya juga benar.
Harusnya, untuk pasangan muda ini juga disediakan rumah dengan air dan sanitasi yang bersih, tidak padat hunian, ayah dan keluarga tidak merokok, dan kepala keluarganya harus punya pekerjaan supaya bisa memenuhi kebutuhan pangan keluarga.
Saat hamil, pastikan ibu rajin kontrol ke dokter untuk pemantauan, tidak anemia, makan menu gizi seimbang, jauhkan dari asap rokok, dan segera ke sarana kesehatan bila ada keluhan.
Saat bayi lahir, pastikan bayi bisa IMD, mendapatkan ASI eksklusif dan MPASI yang benar, lengkapi imunisasi, jaga jangan bolak balik kena infeksi, dan pemantauan yang benar.
Itulah berbagai cara yang bisa dilakukan untuk mencegah stunting.
Nah kalau sudah terjadi stunting bagaimana? Jika ingin mencegah dampak negatif stunting yang irreversivel terutama berkaitan dengan IQ anak, stunting harus segera diatasi sebelum usianya 2 tahun. Ada literatur juga yang mengatakan IQ nya bisa ditolong sampai usia 5 tahun bahkan 9 tahun, tapi tentu sudah cukup terlambat, tidak bisa kembali seperti potensi awalnya. Tapi ya daripada tidak.
Jadi bagaimana cara mengatasi anak yang sudah terlanjur stunting? Apakah pemberian susu dan makan gratis menyelesaikan masalah?
Eits tunggu dulu. Kita tidak bisa main gebyah uyah alias menggeneralisir. Harus disortir satu-satu dulu, apa penyebabnya.
1. Yang kerap terjadi di lapangan, ternyata si anak mengalami infeksi TBC atau anemia defisiensi Fe, tapi lama tidak terdeteksi akhirnya jadi gizi kurang lalu stunting. Setelah diobati dan diberi saran nutrisi, berat badannya langsung naik dan lama lama juga tingginya ikut naik.
2. Yang juga sering terjadi, anak menjadi stunting hanya karena kebiasaan makan yang salah. Selama bertahun-tahun orangtua membiarkan anak jajan snack manis bisa sehari 6 sampai 8 kali dan akhirnya tidak mau makan, begitu terus setiap hari dan dibiarkan. Begitu dibetulkan pola makan dengan konsisten, disarankan diberi protein hewani pangan lokal sesuai rekomendasi, eh BB nya naik, lama lama TB nya juga ikut naik. Ga stunting lagi deh.
Jadi apakah susu menjadi solusi? Belum tentu. Kalau anaknya gizi buruk dan stunting, diawal biasanya dibantu dengan full susu tinggi kalori, ada juga yang diberi susu sekaligus makannya dibetulkan, tergantung kasusnya.
Kalau anaknya tidak doyan susu, alergi susu atau intoleransi laktosa bagaimana? Ini juga sering terjadi. Akhirnya mau ga mau, dokternya yang puter otak untuk memberikan saran variasi menu gizi seimbang dengan tinggi protein hewani yang bisa didapatkan dari telur, ikan, ayam, atau daging, tidak harus susu.
Apa dampaknya jika kita menggebyah uyah alias menggeneralisir semua anak diberi susu dan makan gratis?
1. Kalau ternyata anaknya overweight atau bahkan obese, pemberian susu malah bisa menambah kasus obesitas.
2. Kalau ternyata anaknya punya intoleransi laktosa anaknya malah mengalami gangguan pencernaan. Kalau anaknya alergi susu sapi, bisa terjadi reaksi alergi mulai dari gejala ringan sampai berat.
3. Belum lagi kalau membicarakan jenis susu apa yang akan diberikan. Susu itu macam-macam jenisnya, ada susu formula biasa, susu formula khusus tinggi kalori, susu untuk anak alergi, susu UHT, susu evaporasi, dll. Susu yang mana yang hendak diberikan? Ini harus dilihat berdasarkan usia anak, status gizinya, dan permasalahan tiap anak yang berbeda-beda.
4. Bagaimana pula soal pemberian makan untuk mencegah stunting? Ini juga harus dibedah lagi lebih dalam. Kalau anaknya sudah diatas 5 tahun atau diatas 9 tahun, ya sudah terlambat untuk mencegah stunting, sudah irreversibel.
Jenis makanannya pun apa pula yang diberikan? Kalau isinya 3 bola nasi, sawi dan tahu, seperti yang kemarin sempat viral di Depok ya mana bisa mencegah stunting, tidak ada protein hewaninya sama sekali.
Jadi apakah pemberian susu gratis dan makan gratis bisa jadi solusi stunting? Dengan penjelasan panjang kali lebar diatas semoga bisa disimpukan sendiri, betapa soal stunting itu begitu kompleks dan betapa pentingnya memahami akar persoalan supaya solusinya bisa tepat sasaran. Kalau tidak, sayang sekali tenaga, waktu, dan biaya yang akan sangat besar dikeluarkan dengan sia-sia, rugi kan?
Program 100 hari kerja jika Pak @aniesbaswedan jadi Presiden RI ke 8
1. Membentuk Tim yg menurunkan harga kebutuhan bahan pokok yg hari ini mahal sehingga langsung bisa diturunkan
2. Membentuk Tim & langsung kebijakan supaya pupuk bagi petani & semua yg bekerja di perkebunan tersedia dengan harga yg murah & pasokannya tersedia, itu yg sangat mendasar
3. Langsung membuat kebijakan-kebijakan untuk mengembalikan marwah KPK yg saat ini sedang turun ke bawah
4. Menyusun tim yg melakukan pengkajian atas IKN & atas food estate yg akan dilakukan
😍 Masya Allah, semoga Paslon AMIN terpilih dan terwujud apa yg menjadi harapan Rakyat Indonesia 😭🤲🏻
#AMINAjaDulu ☝🏻
Hayo ngaku, siapa dulu yang kalo liat berita penggusuran dalam hatinya komen gini: "salah sendiri bikin rumah kok di tanah negara!"
Saya juga gitu, sampe kemudian ada seseorang yg ngubah cara mikir saya. Blio bilang "memanusiakan manusia". Kira2 konsepnya gini: negara punya kemampuan dan kewenangan ngasih tempat tinggal layak bt rakyatnya, dan pembangunan ttp jalan.
JIS X Kampung Bayam: A Thread
#TakeAniesLookatJakarta! 🎈
Day 18
Ya Allah, mohon teramat sangat, janganlah Engkau jadikan penguasa atas kami bangsa Indonesia 🇮🇩 orang-orang yang tidak punya rasa takut kepadaMu dalam urusan kami dan tidak pula menyayangi kami 🤲😭
pernah di antara puluhan anak yang lagi baca buku dan sibuk milih buku lainnya selesai baca, ada satu anak yang baca satu buku gue perhatiin sampai selesai abis itu senyum meluk bukunya dan dia mulai baca buku itu dari awal lagi.
Meet Tono from Tasikmalaya, West Java, Indonesia 🇮🇩
Tono is a "Starling" coffee seller.
"Starling" is an abbreviation of two words: Starbucks + Keliling, which means "Mobile Starbucks".
According to Kompass there are over 1,000 Starling traders working in Jakarta. Many of these are migrants who have moved to the capital from other places in Indonesia.
Tono and I had a chat.
He told me that on a good day that he earns between 50,000 - 100,000 IDR (between £2.5 GBP - £5 GBP). Elsewhere, I've read that some "Starlings" can earn double this amount = 200,000 IDR (£10 GBP).
Tono told me he is married and has two sons. A five year old and a one year old.
He told me he has been working as a "Starling" trader in Jakarta for 14 years. He said business is getting harder these days and he has fewer customers.
However, despite these challenges, he said he was happy and enjoyed his lifestyle, freedom and friendships on the streets of Jakarta.
There are a lot of wealthy people in Indonesia, but there are a lot more people, like Tono, who are just about getting by, surviving in the spaces in between, keeping the city going.
We've got to do more for people like Tono. We've got to do more to tackle inequality. Everywhere.
#jakartalife #inequality #starlings
Kompass: "Klaim Pedagang Kopi Starling: Kami Hampir Ada 1.000 di Jakarta, Perantau dari Madura dan Tasikmalaya" - https://t.co/pIQAgmmdn8
Dalam pasar modal, ada istilah Bullish dan Bearish
Bullish - saham naik
Bearish - saham turun
Namun ada lagi istilah lain yaitu Dovish dan Hawkish
Kalau Bullish - Bearish adalah AKIBAT, maka Dovish dan Hawkish adalah SEBAB
Penjelasannya sebagai berikut