Gue yakin 100% Cristiano Ronaldo punya post power syndrome.
Padahal tinggal nerima kalo dia itu udah decline & kureng, dan itu manusiawi bgt, orang udah 41 tahun juga.
Tapi dia ga mau. Jelas udah bukan cuma ambisius lagi tapi juga campuran ego & denial. Portugal stuck gitu aja udah, bisa aja explore taktik lain yg lebih fluid dengan skuat oke begini tapi terus-terusan main pake target man si dia.
Yes dia legend & udah bikin legacy, tapi sepak bola kan juga game of form. Mesti pisahin legacy (dulu) & form (sekarang).
Gak ada ceritanya rekan setimnya yg lebih muda wajib service & build the team around him terus-terusan krn dia legend. Kalo gitu bikin aja Ronaldo FC, jangan Timnas Portugal.
Dia dah bukan dia 10 tahun lalu. Di kepala dia mungkin iya, tapi realitanya, bhaap.
Fakta bahwa Roberto Martinez ga berani ganti dia & ngebiarin dia main 90 menit sejelek tadi speak for itself. So funny, bakalan jadi wasted potential banget skuat sebagus ini kl sampe ga ke mana-mana lagi.
Come on @selecaoportugal do something
We know which team has a very, very bright future project and which team is clueless and finished 😂
Fact: Acerbi and Henrikh Mkhitaryan have already won more trophies with Inter than Charles De Ketelaere and Malick Thiaw 😂
TIDAK ADA BAVARIA HARI INI
(Inter Milan 2 (4) - (3) 2 Bayern Munich)
Jam 9 malam aku pulang, langsung istirahat setelah digempur kerasnya jalan Jakarta yang dibasahi hujan. Jujur kerasnya lebih real dari bacot Harry Kane si pengusaha lemari kosong yang nyinyir saat inter selebrasi di Munich.
Faktanya kemenangan di Munich memang harus dirayakan. Tidur di jam awal, mengaktifkan alarm tubuhku untuk bangun di pertengahan babak pertama match penentuan di Meazza.
Kane memang seram, namun tidak seseram Kane yang diisukan dulu masih punya hubungan darah sama Undertaker. Jika Tony Stark dikutuk oleh ilmu pengetahuan, Kane dikutuk oleh ilmu kegagalan. Walau golnya seakan memberi napas baru bagi tim asuhan Kompany, tapi dalam hati kecil… “ah woles ntar juga dibales”.
Tidak butuh waktu lama, gol itu dibalas tuntas. Oleh siapa? Siapa lagi kalau bukan Lautaro Martinez, striker amanah namun sering dikhianati oleh dunia. Gol yang dirayakan dengan sehormat-hormatnya di curva (gambar terlampir).
Jual beli serangan dilakukan, namun bola mati lah yang menentukan. Berawal dari corner, Pavard mencetak gol seakan memberikan jari tengah ke mantan timnya. Walau dibalas juga dengan skema short corner yang diselesaikan Dier, tapi aku rasa match sudah selesai saat gol Pavard. Inter berhak lolos ke semifinal.
Rayakan yang seharusnya dirayakan. Yang menang sewajibnya merayakan, yang kalah silahkan siapkan penjelasan dan ribuan alasan.
Sementara bisa sit back and relax, sebelum kembali menyiapkan baju zirah perang.
Tidak ada Bavaria hari ini, mari fokus untuk Barcelona dan Catalonia di hari nanti.
@idextratime Inter pas ketinggalan langsung inget bakal ilang duit 15jt€ makanya pada bangun dan sempet comeback
kalo buat klub miskin ga perlu pusing2 nyari motivasi.