🇲🇾 punya lahan gambut juga tapi kenapa hanya gambut 🇮🇩 yg ter/di bakar?
Ya karena sengaja dibakar (?)
Data WALHI: 73% titik api berada dlm lahan konsesi, 97% eks lahan terbakar tidak kembali mjd hutan. ⚠️
- jadi siapa setannya? -
I’m sorry this isn’t my usual kind of drawing, but I feel like I need to spread awareness abt whats goin on in Indonesia.
So many ppl& animals are affected by this. Indonesia is also being covered in carbon monoxide
And all of this for palm oil.
#Karhutla#AsapKalimantan
Hello Bonbeen Pals around the world.. Our Indonesia is in a really messed up situation. Our government are burning one of the world largest rainforest in borneo :( Killing all living things and producing toxic haze to the neighbors countries :(… help us spread the word please..
Indonesia Diselimuti Karbon Monoksida?
"Satu Indonesia ketutup karbon monoksida, kita semua bakal mati dong?"
Peta dari NASA Eyes on the Earth ini lagi rame dibagiin. Hampir seluruh Indonesia kelihatan merah tua, dan namanya juga karbon monoksida, gas yang sama kayak yang bikin orang meninggal di garasi tertutup. Wajar kalau banyak yang langsung panik.
Gambarnya memang asli, bukan hoax. Namun, kita perlu paham cara membaca data itu seperti apa. Pada grafik dengan indikator seperti ini, penting untuk mencari legenda yang biasanya tertulis kecil di pojokan.
Di situ tertulis "daily CO at 500 mb". Data ini dari instrumen AIRS di satelit Aqua, dan 500 mb itu level tekanan udara di ketinggian sekitar 5,5 kilometer. Jadi yang dipetain itu karbon monoksida di atmosfer tengah, kira-kira setinggi pesawat yang mulai turun mau mendarat, jauh di atas udara yang kita hirup sehari-hari.
Satuannya juga penting. Merah paling tua di skala itu sekitar 160 ppbv (parts per billion by volume). Batas aman harian dari WHO buat karbon monoksida itu 4 mg/m³, kalau dikonversi sekitar 3.500 ppbv.
Angka merah di peta masih lebih dari dua puluh kali di bawah batas itu. Keracunan yang mematikan baru kejadian di level ratusan sampai ribuan bagian per juta, alias ribuan kali lipat dari angka merah itu.
Terus kenapa merah? Karena udara bersih di ketinggian itu biasanya ada di kisaran 60 sampai 100 ppbv. Merah tua artinya jauh di atas normal. Di atmosfer, karbon monoksida dipakai sebagai jejak pembakaran, dan menurut JPL NASA, gas ini bisa bertahan sekitar sebulan sambil kebawa angin ke mana-mana. Jadi peta ini sebenernya lagi nunjukin satu hal yang serius, asap kebakaran udah naik setinggi itu dan nyebar sampai nutupin Asia Tenggara.
Bagian ini yang perlu kita perhatiin. Ancaman paling nyata buat warga di dekat titik api itu partikel halus PM2.5 di dalam asapnya, ditambah kadar karbon monoksida di permukaan yang bisa jauh lebih tinggi dari angka di peta. Itu yang bikin ribuan orang kena ISPA dan sekolah SEHARUSNYA diliburin.
Agustus kemarin aku sempat nulis soal asap Kalimantan, dan data WALHI waktu itu nunjukin 74 persen titik panas ada di lahan berizin perusahaan. Pagi tadi aku juga bahas kenapa karhutla nggak bisa dimasukin ke keranjang "takdir" Ring of Fire. Peta ini ngelengkapin dua tulisan itu, dampaknya sekarang udah kelihatan jelas dari luar angkasa.
Yang lagi menyelimuti kita itu bukti seberapa besar masalah yang selama ini dianggap cuma rutinitas tahunan.
Semoga langit Kalimantan dan Sumatra cepet biru lagi, dan semoga peta merah ini bikin lebih banyak orang mencari tahu kenapa hutannya bisa kebakar, bukan cuma panik sama warnanya.
Btw, CO alias karbon monoksida itu gas yang lebih disukai sama sel darah merah kita. Dia saingan (dan menang) sama oksigen. Jadi kalo ada dia badan akan kekurangan oksigen dalam kondisi udaranya cukup oksigen
Bentuknya gas, bukan partikulat, jadi pake masker ga nolong. Dia juga-