Sebetulnya kenaikan harga Pertamax dan BBM non-subsidi lainnya cukup wajar kalo mengingat harga minyak mentah naik sejak konflik geopolitik di Timteng.
Yang bikin gondok tuh pemerintah pura-pura negara ini baik-baik aja bjir. Padahal kombinasi harga minyak, nilai tukar rupiah terhadap dolar, biaya distribusi energi kagak bisa ditutup-tutupin.
Ditambah lagi program MBG dan Kopdes Merah Putih yang jadi kanker stadium akhir buat keuangan negara.
Pejabat yang bilang kondisi Indonesa baik-baik aja mah emang buta mata buta hati aja. Kompak beut kata gue nutupin borok~ Kek yang bakal borok pribadinya diselamatin aja, padahal semua bisa jadi tumbal aokowkok.
@tempodotco Mereka wakil rakyat kok ga mikir byk rakyat pengangguran kenapa harus diisi lg sm org yg udah ada jabatan dan sdh pasti menerima gaji tiap bulan,
Wakil rakyat yg tdk pernah mewakili rakyat
Kalo masih ada yg bilang petamax kan cuma buat org yang mampu wkwkwk eitss menurut gua akan ada efek domino yang muncul setelahnya.
Dan efek domino ini justru bisa nyampe ke orang yang bahkan nggak pernah isi Pertamax sekalipun.
1. Orang langsung cari alternatif yang lebih murah Ini perilaku manusia paling normal.
Kalau Pertamax naik, sebagian orang bakal pindah ke Pertalite. Masalahnya, Pertalite itu kuotanya terbatas. Kalau yang ngantri makin banyak, tekanan ke stok juga makin besar.
2. Pertalite makin rame
Kalau permintaan naik terus, antrean makin panjang. Yang biasanya isi santai jadi rebutan.
Yang nggak kebagian?
Ya terpaksa beli BBM yang lebih mahal.
3. Biaya transportasi dan logistik pelan-pelan ikut naik
Di negara kepulauan kayak Indonesia, hampir semua barang harus diangkut. Begitu biaya energi naik, biaya distribusi ikut naik. Dan biaya distribusi yang naik itu biasanya nggak berhenti di jalan.
Ujung-ujungnya diterusin ke konsumen.
4. Harga barang ikut naik seperti Beras. Sayur. Makanan. Jasa kirim. Ojol.
Bahkan UMKM kecil pun bisa kena. Karena modal operasional mereka ikut naik.
5. Daya beli makin tertekan
Ini yang menurut gua sering diremehin.
Gaji nggak naik setiap bulan. Tapi pengeluaran bisa naik pelan-pelan. Awalnya mungkin nggak kerasa.
Tapi lama-lama orang mulai mikir dua kali sebelum belanja. Mulai nahan konsumsi. Mulai batal checkout.
6. Yang kena bukan cuma orang kaya
Narasi "yang pake Pertamax kan orang mampu" menurut gua terlalu sederhana.
Karena ekonomi itu saling terhubung.
Ketika biaya di satu titik naik, efeknya bisa nyebar ke mana-mana.
Kadang yang kena justru orang yang nggak pernah isi Pertamax sekalipun.
Makanya menurut gua yang perlu dilihat bukan cuma siapa yang pakai Pertamax?
Tapi juga: apa yang terjadi setelah Pertamax naik?
Karena sering kali yang bikin berat bukan kenaikan harganya. Tapi efek domino nya.
Buat yg sekarang belum/baru lulus sma daftar buat jadi polisi/tni aja yaa, jenjang karirnya sangat² meyakinkan, terjamin karena gak cuman jadi polisi/tni aja tapi bisa isi jabatan di sipil, gaji double, jenjang karir oke, gak perlu capek² pusing kuliah mikir skripsi
- Polisi bisa ngisi jabatan sipil
- Rupiah otw 19.000 dolar
- IHSG loyo
- 19 juta lapangan kerja cuma wacana
- Kebutuhan hidup terus naik
- Gaji segitu-segitu aja
Sehat-sehat WNI ☺️
Pemerintah anjing goblok bajingan keparat masuk neraka, pengen meninggoy dengan kebijakan pemerintah sekarang karena kalau mau gak jadi wni gak bisa 😭😭
RESMI: PERTAMAX NAIK JADI Rp16.250 PER LITER!
Per 10 Juni 2026, Pertamina melakukan penyesuaian harga Pertamax dan Pertamax Green:
- Pertamax: Rp12.300 ➡️ Rp16.250 (naik Rp3.950 per liter)
- Pertamax Green: Rp12.900 ➡️ Rp17.000 (naik Rp4.100 per liter)
Adapun harga Pertamax Turbo, Pertamina Dex, DexLite, dan Pertalite tidak mengalami perubahan.
WOW WOW WOW JUST WOW 😱