giliran mintain pajak tolak ukurnya negara eropa dan amerika, tapi giliran di tagih “kesejahteraan rakyat” tolak ukurnya negara miskin. pun masih disuruh bersyukur dan dituduh gamau kaya raya.
hypocrisy at its finest..
Ini seriuskah pertanyaannya atau sarkas? Dokter memang bukan yang paling rugi kalau pasien kenapa-kenapa, tapi dokterlah yang harus mau ambil risiko dari itu tindakan yang bisa berujung karirnya hancur, digugat, atau dicabut izin. 🤔
Tolong lah ini narasinya malah keliru, menyiapkan kembali untuk dipakai esok pagi itu urusan pemprov.
Sebagai lembaga negara seharusnya ngurusin bahwa “aspirasinya telah diserap dan akan disampaikan kepada Presiden” itu baru bener
Lucu rasanya. Pasukan lengkap TNI-Polisi dikerahkan untuk menghadang barisan orang muda tanpa senjata yang hendak menyuarakan haknya. Mengingat berkali-kali menyaksikan negara begitu “softspoken” sama penjahat perang macam Trump dan Netanyahu. Tapi berlaga sangat galak kepada rakyatnya sendiri. Republik anomali