Ternyata skill kehidupan yang harus dikuasai di usia 20-35 itu adalah skill mengatur suasana hati dan emosi. Jangan apa-apa di baperin. Please don’t expect too much. Orang bisa berubah. besok suka, besok lagi bisa enggak. Semua bisa hilang, semua bisa pergi kapan saja.
Please date sweet men. Please date men who respect you in anger. Please date men who are soft spoken. Please date men who are patient with you. Please date men who respect their own bodies. Please date men that are kind to your soul. Please date men who have self-control
Temen gue cewe, 25 tahun. Dan dia punya satu aturan yang nggak bisa diganggu gugat soal cowok
Minimal 5 tahun lebih tua.
Bukan preferensi iseng. Bukan karena nonton drakor terlalu banyak. Dia punya alasan yang waktu dia jelasin ke gue, gue nggak bisa bantah.
Sebelumnya dia pernah pacaran sama yang seumuran. Hasilnya? Tiap ketemu isinya curhat semua. Kerjaan lagi susah, kondisi rumah lagi ribet, karir lagi nggak jelas. Bukan salah siapa-siapa emang lagi di fase yang sama-sama struggle.
Tapi katanya capek. "Rasanya kayak gue lagi tenggelam, terus nggak ada yang bisa narik ke atas karena dia juga lagi tenggelam."
Terus dia pernah coba yang lebih muda. Brondong, katanya ketawa. Dan yang ini malah lebih parah masih pengen main, masih sana-sini, belum kepikiran soal arah yang jelas.
Sekarang dia sama yang lebih tua. Beda sekitar 6 tahun.
Dan gue liat sendiri bedanya.
Obrolannya beda. Bukan lagi "kantor gue lagi gini, capek banget" tapi udah ke arah "kita mau kemana." Lebih banyak ngomongin rencana daripada keluhan. Lebih banyak ketawa daripada drama.
Bukan berarti nggak ada masalah. Tapi ada satu orang yang udah lebih settle dan itu bikin keseimbangannya beda.
Di Indonesia sendiri ini sebenernya pola yang umum tapi jarang diakuin terang-terangan.
Banyak cewe yang diem-diem nyari yang lebih mature bukan karena matre atau mau ditanggung tapi karena capek pacaran yang isinya sama-sama bingung.
Di umur 25, sebagian orang emang lagi di titik yang udah tau apa yang dia nggak mau meski belum tentu tau apa yang dia mau.
Dan temen gue udah tau.
it's kinda funny we’ve worked in the same room for a year but barely talked, even tho we were in the same online MSIB class during college and even chatted on LinkedIn before🤡
"Jangan kecintaan banget, nanti ditinggalin."
Why shouldn’t we love someone in our own way? Why should we hold back our feelings just to make them stay? Why should I limit my love just to keep someone from leaving? -rl