Rutinitas harian sebelum tidur adalah membaca novel. Menunggu mata terpejam, aku menghabiskan waktu dengan membaca. Rasa kantuk akan mudah datang. Hal ini tidak setiap malam aku lakukan. Karena biasanya aku cukup dicium atau di ebrut sampai tepar. 𝘈𝘬𝘶 𝘳𝘪𝘯𝘥𝘶 '𝘥𝘪𝘢'.
Pamer tindik baru ke papa nya temen. Tapi si om malah gagal fokus, lebih cantik yang dibalij celana dalam aku kata om. Padahal kan bukan itu tujuan aku pamer. Emang kalau mata pria tua pasti yang dilihat memek tembem aku. Sehari engga dapat pap memek, langsung kangen dia.
Paman datang berkunjung kerumah. Sekalian mau jenguk ayah yang sedang sakit. Kaget juga lihat paman, soalnya sudah lama tidak jumpa. Maka nya aku langsung duduk dipangkuan dia. Sesekali gesek memek sebab pussy kecil juga kangen kontol paman.
Untuk merayakan hari ulang tahun ke 18, aku pengen bikin tatto. Ada temen saranin tempatnya yang sistem pelayanan terbaik. Ternyata beneran terbaik—dapat jilatan dan kontol gede berurat. Bikin memek aku kedutan sampai becek. Ughhh enak Kakk.
Boneka indah yang tercipta telah rusak. Dapat diperbaiki namun ia memilih untuk tetap rusak. Karena keindahannya tidak layak untuk diperlihatkan pada siapapun lagi. Begitulah kata mereka.
Ya, benar. Dalam waktu 5 menit yang tak sengaja aku lupakan ternyata mengakibatkan sebuah tetesan air turun dari kelopak. Itulah salahku. Dan itulah kebenarannya. Maaf. Maaf karena aku selalu dan selalu salah. Lain waktu akan aku perbaiki kerusakannya.
[]. Bikin muak, sumpah. U nyebelin banget ajg jadi tetangga. Narsis nya tingkat maksimal melebihi kapasitas. Kelakuan songong bikin w pengen mukul. Bangsat.
POV: Pas mau minta tolong antar kerkom ke Papa. Malah engga sengaja liat Papa ngocok kontol gedenya apalagi liat wajahnya segapung karna sange. Karna ketahuan, Papa ajak aku ke dalam kamar buat gantikan tangan dia. Kata Papa pakai memek aku biar cepat cum. Enak engga memekku, Pa?