Bukan. Anda diserang bukan karena itu. Anda dikritik karena:
1. Tata kelolanya ngawur, rawan korupsi.
2. SPPG dimiliki oleh para pihak yg rawan konflik kepentingan seperti aparat, parpol dll.
3. Anda ga fokus ke yg benar2 membutuhkan. Minimal lakukan kajian akademis dulu sebelum eksekusi.
4. Anda memilih kepala BGN yg tdk kompeten, bahkan tidak punya latar belakang ahli gizi. Udah gitu korup pulak.
5. Makanannya ga berkualitas, bahkan banyak yg keracunan.
6. Masih banyak alasan lain, tapi yang jelas bukan karena anda mau ngasih makan anak indonesia. Jadi gausah dipelintir.
jujur iya, interview di perusahaan gede justru lebih welcoming dan respectful, dan mereka lebih banyak ngomong tentang perusahaan & project yang mereka hadapi sekarang daripada ngorek2 kehidupan personal kandidat. Beda sama perusahaan yang dicari di gugel maps aja susah, pertanyaan isinya judgemental, ga percayaan, kepo sama kehidupan pribadi, dan nganggep rendah kandidat.
Tadi siang habis dapat ancaman untuk menghapus postingan twit tentang Menteri PU (terlampir), dengan membuka data pribadi yang berisi alamat, NIK, TTL, data keluarga, dan lokasi terakhir gawai saya.
Saya sedang draft somasi dan akan kirim balik sebagai jawaban 🙏
Gokil ya, gara gara bocor dan gagal ke amrik. Pegawai PU yang ngurusin Visa ke amerika dipindah ke Malut United dan diuturunin jabatannya. Kabarnya bahkan bukan dia yang bocorin. Tapi gara2 dianggap bertanggung jawab aja.
Sumpah dah makin pada gak punya malu mentang2 yang malu itu kuli.
Selamat kpd POLRI yg tlh menjebol tembok penyembunyian harta2 yang diduga hasil korupsi di sebuah kafe dan beberapa titik lainnya. Selamat kpd KEJAGUNG yang terus memburu koruptor di BGN dan MBG. Silahkan berlomba utk saling bongkar korupsi. Itu bagus utk pemberantasan korupsi.
cara ngubah culture toxic ini ya mulai dr sosmed lu sendiri.
lately gw mulai up hal2 yg mungkin ga masuk standar branding/estetika ke IG FIRST!! foto sleepover sm temen yg pose tidurnya kocak, nonton horeg, makan di warteg, etc.
just embracing things that i find genuinely fun.
Kunjungan Tim Agrinas ke Kopdes di NTT membuka mata:
1️⃣ Karyawan Kopdes cuma gotong royong tanpa gaji, hanya manajernya yg dibayar Agrinas.
2️⃣ 400 KK di Desa tersebut diminta belanja Rp1 juta/bulan, agar omset Kopdes Rp400 juta/bulan.
Inilah program yg membebani warga desa.