Nemu kata-kata yang deep banget:
Ayo sembuh, kamu punya anak, energimu nular.
Anakmu tidak bertanggungjawab atas luka-lukamu.
Anakmu ingin melihatmu bahagia.
Agar bahagianya kelak tidak terhalang oleh ketidakbahagiaanmu.
Lucunya lagi, anak perempuan yang takut dengan pernikahan karena traumanya justru sekarang jadi narasumber bimbingan pra nikah di KUA. Kek, hah gimana ceritanya? ๐
Please banget ini definisi sakit tapi tidak berdarah. Baru banget beli belum ada 1 bulan deh keknya. Tapi punya toddler itu emang agak agak ya. Pingin marah tapi kayak otak ngebug terus ngefreeze. Tapi anakku kan emang belum paham ya lagi masa-masa explore. Sebenernya salahku sih
stop menormalisasi marah badmood seenaknya, lalu nyuruh semua orang lain untuk mengerti mood kamu.
percayalah, regulasi emosi itu bisa dilatih dan dipelajari.
Jangan cari tau dia chatingan sama siapa, calling sama siapa atau siapa pun orang yang sedang dia deketin, tetaplah seperti biasa dimana perhatian dan kasih sayang kamu tulus sepenuhnya hingga saat ketika kamu dikecewakan, pergilah sejauh mungkin biar dia tau rasanya kehilangan.
"Capek ya?"
"Mau nangis dipundakku nggak?"
"Sini aku peluk"
"Ayo aku beliin makanan yg kamu sukaaaaa"
"Habis itu jangan sedih lagi ya"
Sebuah penyemangat yang aku butuhkan di hari hari yang terasa sangat berat ini.