"The injustice pics of the year":
Pejabat tinggi Kejaksaan tersangka korupsi, tanpa borgol dan rompi, tapi masih ngebacot dikriminalisasi. Dan seorang anak yg meratapi bapaknya, dikeroyok hingga meninggal, hanya karena dituduh mencuri seekor ayam di Bali.
Bangsa apa kita ini?
-A Thread-
Truk Militer Ngebut Di Jalan Sipil
Kecelakaan truk militer vs warga sipil bkn sekadar insiden. Ini soal risiko sistemik. Kendaraan taktis + kecepatan tinggi di jalan umum meningkatkan bahaya bagi pemotor
Denpasar-Singaraja
Bpk Presiden @prabowo Bpk Wakil Presiden @gibran_tweet@bumn_idn please Perintahkan @BNI utk kembalikan uang 28 Milyar milik umat Gereja Katolik Paroki Aek Nabara, Kabupaten Labuhanbatu, Sumatera Utara🥲🙏
DI TANGERANG NEGARA SEGEL GEREJA.
Mereka membubarkan orang yang sedang berdoa — lalu meminta agar kasusnya jangan dibesar-besarkan demi menjaga nama baik toleransi negeri ini.
Ironi terbesar dalam sejarah munafik.
Jumat Agung, 3 April 2026. Hari yang bagi jutaan umat Kristen di seluruh dunia adalah momen paling sakral dalam iman mereka. Tetapi di Teluknaga, Kabupaten Tangerang, jemaat Gereja POUK Tesalonika tidak bisa menyelesaikan ibadahnya. Satpol PP — aparatur negara yang digaji rakyat — ikut ambil bagian dalam penyegelan itu. Bukan preman. Bukan massa liar. Tapi negara.
Dan setelah itu, para pelaku meminta agar kejadian ini tidak dibesar-besarkan. Karena katanya - Indonesia dikenal toleran.
Inilah puncak kemunafikan itu.
Toleransi di negeri ini sudah lama berfungsi bukan sebagai nilai, melainkan sebagai jimat. Diucapkan terus-menerus untuk membius kaum minoritas agar tetap diam, tetap sabar, tetap percaya. Sementara intoleransi terjadi berulang-ulang, negara hadir bukan sebagai pelindung — tetapi sebagai peserta.
Pemerintah sibuk bicara perdamaian Timur Tengah di panggung internasional. Sementara di dalam negeri sendiri, warga negaranya tidak bisa berdoa dengan tenang di hari paling suci mereka.
Ini bukan kesalahpahaman. Ini bukan insiden kecil. Ini adalah cermin dari sebuah negara yang belum jujur kepada dirinya sendiri.
Jangan tunggu pernyataan "ini hanya kesalahpahaman" yang sudah bisa kita hafalkan sebelum diucapkan. Kita tahu skenarionya. Kita hafal naskahnya. Dan kita muak.
Negara yang benar bukan hanya yang bisa mengucapkan toleransi — tetapi yang berani menegakkannya bahkan ketika itu tidak populer.
Suarakan ini.
Jangan biarkan keheningan kita menjadi persetujuan kita.
Sudah banyak kejadian seperti ini, anehnya nggak ada yang di proses hukum...
“Pada sample makanan di SMK HKBP ditemukan bakteri Stapilococus aureus dan Bacillus Cereus pada nasi putih dan Kapang Kamir pada menu gulai ayam.
Lha? 😳😱
Kok bisaaa???
Kakek 80 tahun asal Surabaya, Wawan Syarwhani, tak pernah menyangka rumahnya akan “berubah wajah” karena dibongkar dan diubah menjadi dapur MBG secara sepihak.
Rumah tersebut berlokasi di Jalan Teluk Kumai Timur No. 83A, Kecamatan Pabean Cantian, Surabaya, Jawa Timur.
Rumah tersebut telah kosong sejak April 2025, namun pagar masih dalam kondisi terkunci. Usia senja membuat Wawan tidak mampu mengawasi rumah setiap hari sehingga membuat kekosongan itu berujung pada penguasaan sepihak.
Bangunan di atas lahan seluas 536 meter persegi itu kini telah berubah menjadi SPPG Polres Pelabuhan Tanjung Perak.
Wawan menjelaskan mulanya rumah itu merupakan rumah dinas yang kemudian dijual kepada penghuni sejak tahun 1992. Kemudian, Wawan diminta membeli rumah direktur PT Pelabuhan Indonesia (Persero) III yang kala itu meninggal dunia pada tahun 2004. “Jadi rumah itu pada dasarnya sudah SHM (Sertifikat Hak Milik) dan saya beli secara sah, ada Akta Jual Belinya (AJB), ada akta notarisnya juga secara resmi,” kata Wawan saat ditemui media, Kamis (22/1/2026).
Sc: _yusufmuhammad_, kompascom