Bung Hatta pernah nemu iklan sepatu di koran. dia gunting. dia simpen di dompet, sepatu itu nggak pernah kebeli sampe beliau wafat
Sepatunya namanya Bally. Merek Swiss, mahal, terkenal di era 1950an, waktu itu beliau menjabat Wakil Presiden RI
Sebenernya kalau mau, Bung Hatta tinggal minta, satu telpon, beres, tapi beliau pilih nabung dan nabungnya nggak pernah cukup karena selalu kepake buat bantu orang lain
Setelah beliau wafat tahun 1980, keluarganya nemu secarik kertas terlipat rapi didompetnya, itu iklan sepatu Bally yang sama, masih disimpan selama puluhan tahun
Bung Hatta pengen sepatu itu. tapi beliau nggak mau pake jabatan buat kepentingan pribadi
Islam nyebut ini wara' menjaga diri dari sesuatu yang sebenernya boleh, tapi takut merusak hati
Guntingan iklan itu bukan simbol kemiskinan, itu simbol bahwa beliau tau mana yang milik negara dan mana yang milik dirinya
Karena itu yang sekarang udah banyak orang yang lupa
Pernah pengalaman handle anak MT yang dikasih dari divisi lain😄 karena dia dianggep gak capable, akhirnya dia di kasih ke aku. Waktu itu aku baru manage divisi busines unit baru dimana teamnya rata2 lemparan dari divisi lama.
Di bulan pertama full sama aku, market visit bareng, belajar semua dari 0 hal yang sederhana umum dan dia introvert tapi terlanjur di taruh di Sales.
Setelah masuk bulan ke dua gw lepas, manage customer sendiri dan Gongnya dia overachieve sampe namanya masuk rank top waktu townhall meeting🥰
Bulan ke 3 masi on track seterusnya masi Ok dan gw decide buat lanjutin dia di final Probation.
Pas dia kasih PPT Review bahan probation ke gw, astaga gw kaget PPT nya pake Canva, karena dia blg ga familiar ama G slide😂🤣 gw iyain ajalah penting jadi PPT. Gw yang bingung pas koreksi PPT Canvanya gmn akhirnya gw print, dan gw coret2 dan gw ngerasa tua banget kampungan😭🙏
Alhamdulillah dia lolos probation dari Top Management. Lalu Manager Divisi yang dulu ngasih dia ke gw komen
" Mba Rince si B, anaknya Introvert bisa juga jadi Sales ya".
Gw jawab, " yah lu baru manage beberapa hari uda Judge dia gak bisa, padahal dia baru lulus wey.. emangnya lu dulu pas lulus belajar beberapa hari langsung expert?.... Diem dia 🤣😂
Sekarang si B kerja di Perusahaan Jepun di Jakarta🤗🌿🍀
Intinya kalau uda pengalaman expert gausah tengil ama anak baru, bisa jadi anak baru itu dimasa yang akan datang bisa aja setara bahkan ngegeser yang kita2 yang kamseupai ini🙏
Siapa belum ngantuk? Ini ada video yang isinya trivia singkat perihal Kopdes Merah Putih dari Mba Diana Nurindrasari sama Mas Harkan. Kabarin ke kami yaa kalo kalian tercengang;)
"I love you." Klasik, tidak nasionalisme, tidak cocok untuk bulan kemerdekaan
"Aku cintai kamu sebanyak total korupsi keluarga cendana beserta kroni-kroni rezimnya." TEGAS✅ JUJUR✅ FAKTA✅ SANGAT-SANGAT INDONESIA ✅✅✅
pulang kerja naik gojek
👩🏻🦰: “pak, maaf ya, nanti boleh agak ngebut nggak? saya ngejar kereta yang jam 20.18.”
💁🏻♂️: “oh siap, aman kekejar. mbaknya tiap hari pp?”
👩🏻🦰: “iyaa, pak.”
💁🏻♂️: “wah hebat banget ya. istri saya juga masih menyusui, pulang-pulang bawa asi dan pp naik kereta. saya bener-bener salut, makanya saya sayang banget sama dia. kalau bisa nggak usah kerja kalau saya mampu.”
👩🏻🦰: “iya loh, pak. di kereta pas rush hour nggak gampang, apalagi masih pumping, badan masih rentek, harus bergelut juga.”
(lanjut)
💁🏻♂️: “iyaa mba, makanya hadiahnya kan surga buat ibu-ibu kayak mba dan istri saya. mbaknya juga jangan kecapekan, makan makanan yang enak supaya senang. istri saya senang banget kalau diajak makan.”
👩🏻🦰: “hehe iya, pak.”
sampai di stasiun, turun dan mikir
knowing that there are men who genuinely appreciate everything their wives go through gives me hope
i pray i’ll be blessed with one of them 🙏🏻
Ayat ini Allah tujukan kepada Siti Maryam yang saat itu sedang bersedih, cemas, khawatir, dan takut karena menerima banyak celaan serta cemoohan masyarakat setelah melahirkan seorang bayi tanpa suami.
Menariknya, alih-alih menyuruh Maryam untuk sekadar “sabar”, “ikhlas”, atau “lebih banyak ibadah”, Allah justru menyuruhnya untuk makan dan minum.
Bahkan dalam Al-Qur’an pun banyak diceritakan kisah para nabi dan rasul yang pernah merasa sedih, kecewa, gundah, dan mengalami berbagai emosi manusiawi lainnya.
So, perasaan sedih, cemas, kecewa, down, dan sebagainya itu valid, ya, guys. Sebagai sesama manusia, kita gk punya hak untuk menghakimi atau melabeli orang yang sedang down sebagai “kurang iman”, “kurang ibadah”, “kurang bersyukur”, dan sebagainya hanya karena kita merasa sedang memberi nasihat agama.
Nasihat yang baik pun seharusnya disampaikan dengan cara yang baik.
Kalau Allah Yang Maha Segalanya saja begitu memanusiakan manusia, mengapa kita justru enggan melakukan hal yang sama?
BE KIND, EVERYONE. ✨