Miris banget yaa…‼️
Orang yang peduli terhadap kondisi masyarakat bukannya didengar, malah diserang, dibully, bahkan didoxing.
Yang lebih miris lagi, @kemkomdigi seolah tutup mata 👎👎
Miris banget yaa…‼️
Orang yang peduli terhadap kondisi masyarakat bukannya didengar, malah diserang, dibully, bahkan didoxing.
Yang lebih miris lagi, @kemkomdigi seolah tutup mata 👎👎
Guys!
Wakaf itu GA MELULU soal masjid dan kuburan.
Bisa juga buat hutan.. ini yang mau diinisiasi Muhammadiyah
Gini caranya
Orang kaya atau perusahaan bisa wakafin tanah. Nanti, masyarakat pun bisa nyumbang pohon atau biaya perawatan.
Atau negara memfasilitasi lahan2 bekas hutan atau lahan2 kosong di pedesaan dan tengah kota untuk jadikan hutan wakaf.
Kenapa ini menarik?
Karena ketika hutan jadi wakaf, hutannya ga boleh dijual, diambil alih, dikurangi nilainya apalagi dirusak!
Dalam agama, hukumnya dosa besar!
Jadinya hutannya akan dipertahankan sampai kapanpun. Tinggal diarahkan, apakah jadi hutan edukasi, hutan konservasi atau hutan lainnya,
Ini menarik untuk bisa diterapkan di Indo. Mayoritas rakyat Indo itu muslim dan percaya dengan konsep amal jariyah dari wakaf.
Karena sesuatu yang bermanfaat dari wakaf itu akan bernilai pahala bahkan setelah si pemberi wakaf meninggal dunia.
Tinggal ulama2 ajakin aja agar umat mau berbondong-bondong sumbangkan harta dan lahannya untuk wakaf hutan.
Dan disisi lain, karena wakaf adalah hal yang sensitif dalam agama..
Hal ini juga memberikan legitimasi agama untuk mencegah perusahaan2 merusak dan menguasai hutan demi tambang dan sawit.
Ini juga meringankan biaya pemerintah untuh melakukan konservasi hutan.
Gimana menurut kalian?
guys lu pada tau gk
ini berita paling lawak sih hari ini
ada cerita pembangunan jembatan di Karanganyar hasil gotong royong gabungan Tentara Nasional Indonesia dan Kepolisian Negara Republik Indonesia.
Harusnya kabar bagus dong.
Tapi yang bikin warga geleng-geleng justru pas momen peresmiannya.
Katanya warga sampai nyeletuk:
“ini biaya bangun jembatannya jangan-jangan lebih murah daripada biaya seremoni peresmiannya.”
Karena peresmiannya disebut ramai banget:
ada potong pita, acara formal, penyambutan, konsumsi, perlengkapan acara, sampai urusan akomodasi tamu.
Belum lagi kalau yang datang banyak pejabat atau rombongan:
transportasi, pengamanan, dokumentasi, konsumsi, dan kebutuhan teknis lainnya.
Dan ini yang sering bikin rakyat sensitif.
Bukan karena gak mau ada apresiasi.
Tapi kadang yang dibutuhkan warga itu jembatannya berfungsi dengan baik… selesai.
Bukan seremoni berlebihan yang kesannya lebih mahal dari manfaat simboliknya.
Rakyat tuh simpel:
jalannya bagus → senang
jembatan jadi → senang
akses lancar → senang
Yang bikin kesel itu kalau substansi kecil, pencitraan besar.
Kalau memang proyeknya untuk rakyat, fokusnya harus di hasil yang benar-benar dipakai warga tiap hari.
Bukan bikin acara megah cuma buat foto lalu upload caption “demi masyarakat.”
Warga sekarang makin kritis.
Mereka bisa bedain mana pembangunan beneran, mana yang terlalu sibuk sama seremoni.