ใ ค
"Kemudian, tak lupa juga burung biu ucapkan terima kasih atas kerja kerasnya hingga saat ini untuk kakak-kakak yang sudah besar. Kalian keren! burung biu bangga sekali! tetap semangat dan mari terus melangkah."
ใ ค
ใ ค
ใ ค
Kini jevan sudah berjalan menuju ke kelas selanjutnya. Iapun bergegas masuk kedalam ketika sampai didepan kelas itu. Ia lalu duduk ditempat yang masih kosong.
ใ คใ ค
ใ คใ ค
ใ ค
ใ ค
"Baik Laoshi" iapun lalu segera merapikan peralatanya itu.
"Terimakasih atas kelasnya dan selamat malam Laoshi" ujarnya lalu mengambil beberapa permen tersebut.
https://t.co/Zxc4w1ItgO
ใ คใ ค
ใ คใ ค
"Kalian sudah boleh melanjutkan ke kelas selanjutnya. Mohon maaf kelasnya jadi molor ya."
katanya kemudian memberikan makanan lagi untuk dibawa.
"Hati-hati menuju kelas selanjutnya. Dan silahkan bawa bagi yang menginginkannya."
"Kalian sudah boleh melanjutkan ke kelas selanjutnya. Mohon maaf kelasnya jadi molor ya."
katanya kemudian memberikan makanan lagi untuk dibawa.
"Hati-hati menuju kelas selanjutnya. Dan silahkan bawa bagi yang menginginkannya."
"Karena itu adalah Forbidden Garden dimana tempat tanaman magis berbahaya dan yang lainnya diteliti disana. Dan itu sangat dilarang untuk para siswa."
Ia menepuk tangannya.
"Oke, materi sampai disini. Terima kasih yang telah hadir. Selamat malam!"
"Jadi, jika kalian ingin mendekati pohon ini bersama dengan salah satu dari 3 pengajar ini, kalian akan aman. Dan satu lagi hal yang harus kalian perhatikan ditaman ini, jangan sekalipun.."
Menunjuk kearah kiri dari Pohon tersebut.
"mendekati tempat itu."
Ia memperhatikan ekspresi para siswa kemudian mengangkat tangannya dan memperlihatkan gesture 3 jari.
"Ada 3 orang yang sangat dikenali sihirnya oleh pohon ini menyebabkan ia tak akan menyerang ketiga orang ini jika mendekat, Kepala sekolah, saya dan pengajar potion."
"Seperti yang kalian tahu, jika kalian mendekati pohon ini, pohon ini akan berusaha menyingkirkan siapapun yang berusaha mendekat, akan tetapi..."
Ia menggantung kalimatnya dan berjalan lebih dekat kearah pohon, tapi pohon tersebut tak bergeming dan tidak merespon.
Ia berdeham dan berjalan sedikit kearah kanan.
"Jawaban dari nak Jevano hampir tepat, lebih tepatnya pohon ini hidup dari menyerap sihir element tanah dan air yang mana kedua element tersebut berpusat pada kedua pagoda element itu. Makanya pohon tersebut tetap kokoh." jelasnya