Temen gw pengacara perceraian. 7 tahun bolak-balik Pengadilan Agama. Udah megang ratusan kasus cerai.
Gw nanya iseng: "Klien lo yang paling bikin lo merinding itu yang kayak gimana?"
Dia gak jawab "yang berantem hebat" atau "yang suaminya selingkuh."
Dia jawab:
"Yang paling mengerikan itu istri yang dateng TENANG. Duduk rapi. Senyum tipis. Suaranya datar. Gak ada air mata."
"Kenapa itu mengerikan?"
"Karena kalau dia udah TENANG, keputusannya udah final. Biasanya sejak 6 bulan lalu."
Alhamdulillah
seorang ayah Mahfud (74) menyelamatkan putrinya Endang Kuswati (40), datang ke lokasi setelah menerima telepon dari putrinya yang terjebak di dalam gerbong. Dengan cemas, ia mencari di antara reruntuhan saat tim penyelamat bekerja.
Sang putri akhirnya ditemukan selamat setelah berjam-jam terjepit dan dievakuasi menggunakan tandu. Saat ini korban menjalani perawatan, sementara penyebab kecelakaan masih diselidiki.
bekasi Mantap gender pagiii
Hal paling membingungkan dari diskursus vasektomi ini adalah.... si suami consent, istrinya juga consent, terus kenapa u yang marah? Lu rugi apa emangnya?
Kalo u gamau divasektomi yaudah, ga ada yg maksa u juga???
Tadi Bu kepsek anak cerita. Ada anak cwe masih SD, umurnya sekitar 10-11th, sekolah dirahasiakan, masuk grup yg isinya ped*fil, mereka di jual, bukan 1 anak tapi banyak.
Si ortu mau viralin tapi malu. Bu kepseknya cerita sambil nahan air mata.
Plis ya yg punya anak tolong hpnya dicek😔👍
Banyak bener laki yang ga sayang istrinya. Tiap rame bahasan vasektomi selalu terpampang nyata.
"Nanti kalo istrinya meninggal trus nikah lagi gimana?"
Even in a hypothetical sad situation, pikirannya langsung cari istri baru. Semoga kita dijauhkan dari laki model begini.
Semua laki-laki wajib menonton ini biar tau pengorbanan seorang perempuan tuh kaya apa pas lagi hamil.
Udah nonton?
Sekarang bilang makasih banyak-banyak ke ibu yang udah ngandung lo.
Udah nikah dan punya anak?
Sekarang bilang makasih juga sebanyak-banyaknya ke istri yang udah ngandung anak lo.
Dulu pernah belanja snack pasar di Jogja, karena teman di Jakarta minta dibawakan.
Seorang kawan lelaki meledek saya, “Perempuan kok belanja nggak nawar. Bisa lebih murah tuh!” Nadanya ngenyek bener.
Saya jawab, “Aku ada uangnya. Belanja 16 ribu di pasar pakai nawar? Malu ah.”
Kalau diskusinya masih sebatas “laki-laki provide rumah, mobil, lalu perempuan provide apa,” berarti pemahamannya masih di level transaksi, bukan pernikahan.
Karena hari gini, banyak perempuan bisa provide rumah, mobil, dan kehidupannya sendiri. Itu bukan lagi sesuatu yang eksklusif milik laki-laki.
Yang jauh lebih langka dan jauh lebih mahal adalah kemampuan membangun dan mengelola kehidupan bersama.
Pernikahan bukan semata biaya rumah dan mobil. Itu bagian obrolan level permukaan banget 😅
Biaya terbesar dalam pernikahan adalah hal yang tidak bisa dibeli pake uang: kematangan emosional, kapasitas intelektual, stabilitas karakter, dan kemampuan mengelola rumah tangga sebagai sebuah sistem.
Apalagi kalau you memutuskan punya anak.
Biaya membesarkan anak bukan hanya makan dan sekolah. Tapi kemampuan orang tua menjadi figur yang stabil, hadir, dan layak dicontoh. Kemampuan mengelola emosi. Kemampuan membuat keputusan jangka panjang. Kemampuan menjaga struktur keluarga tetap utuh. Semua itu ngga bisa digantikan oleh uang.
Jadi kalau diskusinya masih berhenti di “siapa provide rumah dan mobil,” honestly bukan perempuannya yang perlu dipertanyakan.
Tapi kesiapan berpikir laki-lakinya.
Karena pernikahan bukan tentang siapa membawa apa. Tapi tentang apakah dua orang punya kapasitas untuk membangun sesuatu yang jauh lebih besar dari diri mereka sendiri?
Kalau masih melihatnya sebagai transaksi, mungkin memang belum siap untuk menikah.
Anak pertama tumbuh bersama ketidaktahuan orang tuanya, karena minimnya ilmu serta pengalaman.
Jadi ketika anak selanjutnya lahir, jangan abaikan anak pertamamu yaaa,
dia tumbuh bersama ketidaktahuanmu sebagai orang tua, sedangkan adiknya hadir ketika kamu jauh lebih siap.
Dan yang paling penting adalah nanti ketika kita menjadi orang tua, jangan pernah membanding-bandingkan anak.
milenial tua kaya saya mau coba ikut gaul dengan gen Z di blok M berakhir:
- anak rewel karna enggak sabar antri
- keringet kuyup di tengah2 antri roti viral dia minta digendong
- anak mau pup susah cari toilet akhirnya gendong mendaki gunung lewati lembah ke mall
tapi someday akan mengulang lagi sih, walaupun lebih ke olahraga jatohnya dr pada jalan2 tetep seru aja wkwk
Betul, pasangan tidak perlu punya hobi yang sama. Yang penting saat istri curhat tentang rekan kerjanya di kantor, respon kita sebagai suami adalah: "wah emang gak bener tu orang...". Dijamin langgeng puluhan tahun.
dear laki2,
hati2 ya, kalau kita sudah merasa punya penghasilan yg cukup mapan, punya istri yg baik, punya anak yg lucu2,
jangan coba "main api", jangan cari yg aneh2, kalau mulai jenuh di hubungan coba bicarakan dengan istri, cari solusi bareng2 agar hubungan kembali "menyala" lagi. atau kita coba cari tantangan baru di kerjaan/bisnis agar tenaga dan fokus kita bisa jadi sesuatu yg lebih berfaedah.
ingat kembali kenangan2 bersama pasangan kita, di saat baru pertama kali ketemu, momen2 sweet yg pernah terlintas, sampai lewatin susah dan sulitnya hidup dari 0.
pada akhirnya kesenangan sementara itu akan membawa pada neraka kehidupan selamanya, bahkan bukan cuma di dunia, di akhirat juga. kesenangan sementara itu bisa hancurkan masa depan anak2 kita.
kalau sudah terjadi penyesalan sudah tidak ada artinya, mati-pun tidak bisa memperbaiki.
ini jg sebagai pengingat buat saya pribadi.
*efek abis nonton la tahzan di netflix 😅
Di umur sekian masih entry level? Gakpapa
Di umur sekian gaji blm dua digit? Gakpapa
Di umur sekian masih single? Gakpapa
Gakpapa kok kalau kalian masih berproses
Hidup kalian terlalu mahal cuma buat bekerja
There is so much worth things to enjoy, explore and celebrate ✨
💭 lagi mens. Mens kan ribet ya, butuh air bersih, butuh ganti pembalut tiap 4 jam (idealnya), belum kalo sakit. Terus kepikiran yang lagi di sumatra gimana. Yang masih ngungsi gimana. Punya cukup pembalut dan air bersih kah. Semoga semuanya dimudahkan🥹❤