Fathimah merespon demo pro MBG:
“Orang bisa sampe demo demi uang 100rb dan panci harusnya menjadi kaca pemerintah untuk membenahi ekonomi indonesia, membuat orang yang tidak mampu menjadi mampu, bukannya di iming iming sesaat”
Sayangnya pemerintah cuma memikirkan kantong mereka sendiri
“EMANG GUE PIKIRIN!!”
Sebuah pernyataan paling dongo yg pernah gw dengar dari seorang pemimpin. Gila. Kayak percuma pada demo, kritik, percuma.. kaga dipikirin. 😂
Dari sekian banyak pidato, pidato kali ini bener bener nyesek
Rakyat yang bayar gaji kalian, dikritik malah dibales:
“EMANG GUE PIKIRIN” dan disambut tepuk tangan yang meriah
pada nyangka ga si? kalimat “rakyat di desa ga butuh dollar” bakal keluar dari mulut seorang presiden..
padahal itu kalimat yang biasa dikeluarin oleh mulut buzzer yg ga berpendidikan. jujur aja my expectation was low but what the helly??
kedelai 90% aja import, dan dia bisa bisanya ngomong “orang desa ga pake dollar”
Guys, ini info paling gila hari ini......
ada sesuatu yang nggak masuk akal banget lagi beredar soal program pemerintah ini dan jujur,
ini bukan cuma aneh…
tapi udah mulai keliatan ngeri + sistematis
Jadi gini…
Ada info kalau titik SPPG (Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi) itu terus nambah setiap hari.
Padahal di sisi lain, portal resmi buat daftar mitra katanya udah ditutup sejak 1 Desember 2025.
Sekarang coba pikir logikanya pelan-pelan…
- Portal pendaftaran ditutup
- Tapi jumlah titik terus bertambah
- Bahkan dilaporkan tiap hari ada penambahan
Pertanyaannya simpel:
Masuknya dari mana?
Ini bukan soal “ah mungkin ada update internal”…
Kalau sistemnya transparan, harusnya:
- Ada pengumuman resmi
- Ada mekanisme khusus
- Atau minimal ada penjelasan ke publik
Tapi kalau yang terjadi malah “tiba-tiba nambah”…
ya wajar kalau publik mulai mikir:
ini data real atau cuma angka di atas kertas?
Dan makin panas lagi ketika dikaitin sama isu bayaran…
Ketika satu titik SPPG bisa dapat sekitar 6 juta per hari.
Kalau itu benar, berarti:
Makin banyak titik → makin besar anggaran yang keluar
Makin besar anggaran → makin besar juga potensi “mainannya”
Kasarannya sppg nya tidak benaran ada
tapi insentifnya jalan terus
sppg bodong atau fiktif
Di sinilah mulai kerasa pedasnya…
Karena ini bukan cuma soal angka nambah.
Ini soal uang negara + transparansi + kepercayaan publik.
Yang bikin miris bukan cuma dugaan “aneh-aneh”-nya…
tapi pola yang sering kejadian:
- Sistem ditutup ke publik
- Data tetap berjalan di belakang layar
- Publik cuma dikasih hasil akhir tanpa tahu prosesnya
Kalau kayak gini terus, ya jangan heran kalau muncul kecurigaan:
Ini beneran program jalan… atau sekadar laporan yang ‘dibikin jalan’?”
Gue gak bilang ini pasti ada pelanggaran.
Tapi yang jelas:
Kalau logika sederhana aja gak nyambung,
berarti ada yang harus dijelasin.
Karena di era sekarang, masalahnya bukan cuma korupsi atau enggak…
tapi kepercayaan publik itu dibangun dari transparansi.
Dan kalau transparansi hilang,
yang muncul bukan cuma kritik
tapi ketidakpercayaan yang jauh lebih bahaya
coba di cek tuh situs bgn udah lama tutup
tapi hampir tiap hari laporan banyak sppg baru
5 (lima) program Presiden @Prabowo memerlukan perhatian khusus krn bisa jadi bom waktu, yaitu :
1) MBG
2) KDMP-Koperasi Desa Merah Putih
3) Peningkatan kinerja BUMN oleh Danantara
4) Perjanjian ART dg AS
5) Keterlibatan dlm BoP
Ini informasi, bkn psimis, dan bkn makar.
di era orang-orang kenal di social media, dating apps. aku masih pengen ketemu special someone di pinggir jalan, minimarket, di resto, coffee shop dan tempat umum lainnya..
Ada tulisan cantik banget, kira-kira begini isinya:
“semoga kamu selalu dipertemukan dengan seseorang yang dapat berbicara bahasa mu, sehingga kamu tidak perlu menghabiskan waktu seumur hidup untuk menerjemahkan jiwamu..”