β
belum benar-benar ingin berhenti. βIya, aku tau. Nanti aku carikan festival lain untuk kita kunjungi.β Kedua lengan turut melingkar erat di pinggang sang rembulan, βBulanku sayang.β Dan kecupan terlabuh di puncak kepalanya. | @stainedawn
β
@stainedawn β
Senyum tipis hadir menghiasi durja, mengetahui kalau bulannya telah kalah telak dalam beradu argumen.
Bukan berarti ini sesuatu yang penting, maka Kai pun hanya mengusak mahkota kelamnya dengan penuh kasih sayang. βJadi Chiha lebih suka aku diam?β Oh, rupanya ia masih (c.)
β
@stainedawn β
βYa sudah, nanti aku temani tidur.β Karena apa daya, Kai selalu lemah terhadap belahan jiwanya. Chiha teramat bergantung kepadanya, yang mana ia sendiri jua sangat menghargai ketergantungan itu.
β... Bohong. Enggak ada bukti, enggak percaya.β Nampaknya sang surya (c.)
β
@stainedawn β
βKalau enggak keluar, kok panik?β Karena reaksinya lucu, dia jadi tidak tahan untuk mengusili.
βAaa,β kini gilirannya yang membuka mulut, menerima suapan jajanan festival yang semula memang ia belikan untuk Chiha. Festival seperti ini memang lokasi yang paling tepat (c.)
β
π
Tepat pukul sembilan, kembang api melesat bebas ke bentang lapang cakrawala; merah, kuning, biru, mewarnai gelapnya malam. Kamu yang berada di main venue adalah yang paling beruntung, sebab mereka tampak paling jelas dari sana.
@contedefees β
βTidak masalah, terima kasih kembali.β Lagipula, penantiannya tidak sia-sia. Penganan cantik telah digenggam kedua tangan, Kai berpikir untuk berbagi dengan seseorang.
βAh, tentu, akan kuisi setelah ini. Semoga malammu juga menyenangkan, Nona.β
β
β. @chryterian
γ €γ €β Selamat malam! Baik, saya ambilkan oui? Maaf membuatmu lama menunggu. β Tanpa berbasa-basi wanita itu segera mengambil pesanannya, dibungkus dengan apik.
γ €γ €β Terima kasih sudah menyempatkan diri untuk datang~ Saya harap malammu menyenangkan! β β¬