Ada efek domino yang besar banget dari sebuah perusahaan besar yang PHK masal seperti ini,
gw coba jelaskan "menurut keyakinan saya" ya
1. Cari kerja jadi makin susah
Kalau ribuan orang dari Tokopedia masuk ke job market barengan, otomatis persaingan makin ketat. Recruiter jadi punya lebih banyak pilihan, jadi standar rekrutmen bisa naik. Harga makin turun.
2. Perusahaan lain jadi ikut waspada
Startup atau perusahaan tech lain bisa mikir, "Kalau Tokopedia aja efisiensi, berarti kita juga harus lebih hati-hati."
Akhirnya banyak yang:
nunda hiring,
ngurangin budget,
atau fokus ke profit dibanding ekspansi.
3. Eks pegawai Tokopedia nyebar ke mana-mana
Mereka ga cuma apply ke startup lain, tapi juga ke bank, FMCG, agency, sampai perusahaan luar negeri.
Artinya, hampir semua industri bakal kebagian talent yang kualitasnya bagus, tapi persaingan buat pencari kerja juga makin berat.
4. Freelance dan agency bakal kebanjiran talent
Banyak yang kemungkinan pilih freelance sambil cari kerja tetap. Agency juga bisa memanfaatkan momen ini buat rekrut orang-orang yang sebelumnya susah didapat.
5. Daya beli ikut turun
Kalau ribuan orang kehilangan pemasukan tetap, biasanya mereka bakal mulai hemat.
Yang dikurangin dulu biasanya:
nongkrong,
traveling,
gadget,
belanja,
makan di luar.
Efeknya bisa kerasa ke bisnis lain juga.
6. Industri tech makin geser ke efisiensi
Perusahaan lain bisa makin yakin buat pakai AI atau otomatisasi supaya biaya operasional lebih kecil. Jadi beberapa posisi yang sifatnya repetitif kemungkinan bakal makin berkurang.
7. Investor makin pilih-pilih
VC atau investor biasanya bakal lebih hati-hati masukin uang. Mereka lebih suka perusahaan yang udah jelas menghasilkan profit daripada yang cuma ngejar growth.
8. Yang paling kena siapa?
Menurut gw justru bukan eks pegawai Tokopedia.
Mereka rata-rata punya pengalaman dan nama perusahaan yang kuat di CV, jadi peluang dapat kerja lagi masih cukup bagus.
Yang lebih berat justru:
fresh graduate,
junior,
orang yang belum punya pengalaman,
atau yang lagi cari kerja di industri tech.
Karena mereka sekarang harus bersaing sama orang-orang yang sebelumnya kerja di salah satu perusahaan tech terbesar di Indonesia.
Jadi kalau disimpulkan, satu PHK besar di perusahaan sekelas Tokopedia bisa bikin efek berantai ke pasar kerja, industri tech, sampai daya beli masyarakat. Bukan berarti ekonomi langsung buruk, tapi kompetisi bakal makin ketat dan perusahaan lain kemungkinan ikut lebih berhati-hati dalam mengambil keputusan bisnis.
“miw aku malu ke Allah cuma pas lagi ada maunya aja”
“Allah kira kira masih nerima gak ya? rasanya malu dosaku terlalu besar”
“Allah marah ga ya kalo kerjaanku maksiat tobat maksiat tobat?”
guys, percaya deh. justru Allah SUKA BANGET kalo kita apa apa ngadu dan bersandar kepadaNya. Allah cinta hambaNya yg sadar dan tobat. Allah tuh malah gasuka sama hambaNya yg ga tobat dan minta minta ke Dia.
inget, jangan samain Allah dgn kita manusia yg sifatnya malah gasuka klo ada yang minta minta terus.🥲
kalian pikir semua yang terjadi dalam hidup ini kebetulan?
no no no.
dalam islam, semua ini sudah ditulis oleh Allah jauh sebelum langit bumi diciptakan. its called :
✨QODHO & QODAR✨
Jangan sampai karena ada orang yang melampaui standar, kemudian membuat kita tak mau mengapresiasi yang sesuai standar.
Jangan sampai karena ada guru yang tak mau digaji, kemudian kita tidak mengapresiasi guru yang menerima gaji yang sesuai haknya.
Jangan sampai karena punya karyawan yang rela lembur, lantas kita tidak mengapresiasi karyawan yang pulang pada waktunya.
untuk muslim, mari biasakan bilang ‘fii amanillah’ (semoga engkau dalam penjagaan Allah) pada siapapun yg pamit pergi untuk kerja, sekolah, dan lain lain.
isinya doa untuk mereka; doa agar Allah selalu melindungi mereka.
dan yg akan bepergian, jangan lupa doa keluar rumah dan doa naik kendaraan ya🫶
jadi jaman Rasul tuh ada anak kecil yg terkenal bisa baca pikiran org lain. dan gegara kemampuan ini, dia dicurigai sbg dajjal.
kebetulan nih anak lahir di keluarga Yahudi dan dia BENCI BANGET ama Rasulullah. jd dia songong bgt nantangin Rasul.
suatu hari Rasul samperin ni anak “coba tebak apa isi pikiranku?”
anak ini jawab “ad dukh..ad dukh…”
Rasul langsung bilang “stop, jgn dilanjut. semoga kemampuanmu ga berkembang lebih besar drpd ini”
trus Rasul nanya “apakah kamu percaya kalo aku utusan Tuhan?”
dia jawab “percaya, kalo kamu jg percaya bahwa aku utusan Tuhan” (songong kan). Rasul pun pergi ninggalin dia.
Umar bin Khattab nanya “emg apa yg kamu pikirkan saat itu Rasul?”
Rasul bilang “aku saat itu berpikir tentang Ad Dukhan”
🙂🙂🙂🙂🙂🙂🙂🙂🙂🙂🙂🙂🙂
nama anak ini : Ibnu Shayyad.
nah anak ini akhirnya semakin besar, dia tinggal di Madinah. dia masuk islam dan menikah, diriwayatkan dia punya 10 anak. tapi para sahabat Nabi tetep menghindar dari dia karena ga percaya sama dia.
suatu hari para sahabat pergi haji, termasuk Ibnu Shayyad. pas perjalanan pulang, rombongan ini istirahat.
ada salah satu sahabat Nabi duduk di bawah pohon, ga lama dateng si Ibnu Shayyad duduk sebelahnya. sahabat Nabi ini liat dia dan bilang “gih, kamu pindah. banyak pohon lain buat berteduh”
tiba tiba Ibnu Shayyad ini nangis. sahabat Nabi td nanya “kenapa kamu nangis?”.
dia jawab “aku nangis karena org org ngira aku dajjal dan menjauhiku. padahal kamu tau sendiri, dajjal itu kafir sedangkan aku muslim. dajjal itu ga nikah, sedangkah aku nikah. dajjal itu gapunya anak, sedangkan aku punya anak. dajjal itu gabisa masuk mekkah madinah sedangkan aku buktinya tinggal disini”
sahabat Nabi itu jd mikir “iya ya, bener juga. poinmu tepat semua”
eh abis itu Ibnu Shayyad lanjut “tapi sejujurnya, menurutku nama itu lumayan bagus. julukan itu keren ga sih? dajjal dengan segala powernya. aku sih ga keberatan kalo memang ternyata akulah si dajjal itu”
sahabat Nabi itu langsung pucat dan berdiri sambil pergi “please jauh jauh dariku”
Ibnu Shayyadnya? ketawa.
gila nih org aneh bgt🙂🙂🙂🙂🙂🙂merinding
Nabi Ibrahim gapernah tau apinya bakal dingin
Nabi Musa juga gapernah tau lautnya bakal terbelah
tapi mereka sama sama bilang “Allah gaakan ninggalin kami”
GAZA DILANDA BADAI PASIR & DEBU! Badai debu besar menyapu kamp-kamp pengungsian, tempat keluarga tinggal di tenda-tenda yang rapuh. Tanpa dinding, tanpa pintu, dan tanpa perlindungan yang benar-benar aman.
Debu masuk ke paru-paru mereka, menempel pada makanan dan selimut yang mereka gunakan untuk bertahan hidup. Anak-anak, orang tua, dan orang sakit kini harus berjuang hanya untuk bernapas. Gaza tidak hanya kekurangan makanan dan obat-obatan. Kini mereka bahkan kehilangan udara yang bersih untuk dihirup