as my final act of love, i’ll give you the silence you asked for. i’ll stop reaching out, stop waiting for a reply that never comes, stop hoping you’ll miss me enough to come back and act like you never made me feel like i was asking for too much. i’ll carry everything i never got to say, the things that still sit heavy in my chest, and just learn how to live with the absence of someone who once felt like home, even if it still hurts
Makin ke sini gue makin sadar, sepinter apa pun lo ngejelasin sesuatu, it means nothing kalau lo berhadapan sama orang yang egonya nganggep accountability sebagai serangan pribadi.
lo bisa ngomong sejelas mungkin, tapi kalau dia lebih sibuk ngerasa diserang daripada memahami kesalahannya, ya percuma. some people don't want to understand you, they just want to protect their ego.
koen gak perlu merasa unworthy cuma karna someone failed to appreciate ur existence. sometimes someone memperlakukan kita sakkarep e dewe until we think "aku kurang apa sih?", being hurt by someone doesn't mean you weren't enough.
kalo boleh jujur ketakutan terbesar gw sebagai perempuan tuh dicintai cuma karena nafsu, diperlakukan baik cuma karena ada maunya, terus ditinggalin pas dia udah dapetin apa yang dia mau...
"When ya" bukan sekedar kata spontan yang keluar begitu saja, itu adalah bentuk kecil dari keinginan. sebuah cara lembut untuk mengekspresikan bahwa aku juga ingin, bahwa di dalam diriku ada keinginan yang sama. tapi di baliknya, tersembunyi perasaan yang lebih dalam. "When ya" adalah tanya lirih pada diri sendiri, kapan giliranku untuk merasakannya? kapan aku bisa begitu juga?
Lalu setelahnya, aku diam. aku belajar menerima bahwa tidak semua keinginan harus dimiliki, tidak semua perasaan harus diwujudkan. aku menatap dari jauh, menghirup kenyataan, dan perlahan melangkah pergi.
gue mulai sadar, ternyata selama ini gue terlalu available. terlalu gampang di-reach, terlalu gampang bilang yes, terlalu gampang luluh. they literally only come around when they need something. meanwhile, pas gue yang butuh mereka, suddenly everyone's busy.
ternyata ga perlu marah untuk nunjukkin rasanya kecewa ya? kadang cukup diam, maafkan dan menghilang dari hidupnya.
karena kehilangan adalah hal yang pantas untuk sesuatu yang tidak dihargai.
Brengseknya laki-laki adalah dia bisa ninggalin perempuan dengan cara paling pengecut: silent treatment, no closure, bikin perempuan bingung mungkin ada yang salah dari dirinya, padahal the only problem adalah si laki-laki itu sendiri.
untuk perempuan yang ga sengaja baca tweet ini, one day kamu bakal nikmatin jalan sore di edinburgh, makan croissant di paris, beli mochi di jepang, healing ke swiss, dan kamu bakal keliling dunia dengan pasangan yang tepat.