Aku pikir kunci hubungan awet tuh ketemu the right person, ternyata ah sudah lah.
Baca jurnal hari ini dan nemu fakta menarik, relationship satisfaction itu literally bertumpu sama intimasi, cara kalian handle konflik, dan gimana mindset kalian berdua soal hubungan itu sendiri. hal-hal kayak umur, gaji, atau fisik malah bukan faktor utama.
Tapi happy di hubungan ≠ happy sama hidup secara overall.
Kalau ngomongin life satisfaction, yang paling ngaruh tuh mental health (kayak symptoms depresi) sama kesehatan fisik. mental yang lagi berantakan bakal otomatis ngaruh ke hubungan kamu. jujurly make sense sih, internal issues dari dalem diri kita tuh sadar nggak sadar pasti kebawa-bawa ke hubungan.
Ubah mindset kamu jadi “mental gue udah cukup sehat belum? dan se sehat apa hubungan kita?”
punya hubungan yang green flag emang ngebantu naikin kepuasan hidup, tapi tetep aja kesehatan fisik, kondisi mental, dan gimana cara kalian berantem tuh punya porsinya masing-masing.
Terus harus gimana dong?
Jurnal ini nyaranin buat jangan struggle sendirian. Misal kamu lagi ada isu mental atau fisik, partner kamu harus diajak involved. nah kalau isunya emang di hubungannya, fokus aja perbaikin komunikasi, belajar conflict management yang sehat, jaga intimasi, dan coping stress bareng-bareng. Tiap couple kan dinamikanya beda-beda ya, jadi emang nggak ada one size fits all solution alias disesuaiin aja sama kondisi masing-masing.
betul. a lot of u harus lebih banyak bertukar pikiran dan baca untuk persoalan yang “tabu” ini. saran gw bisa dimulai dari bukunya Dea Safira ini (bukan, ini bukan buku jorok or whatever u call it)
Temen2 perempuanku pls baca inii, bukunya tentang cerita2 perbincangan pribadi soal seks yang sebagian besar lingkungan kita masih dianggap tabu dan aku suka krn dikemas dengan penyampaian gampang dipahami btw bisa juga belajar seks edukasi juga lwt buku ini 🥹❤️
"Habis baca apa? Kok kaya mau nangis gitu sih?"
Please, read this one!🥹❤️🩹
Sebagai seseorang yang juga lagi di fase "berproses", tulisan ini agak ngena di hati kecilku. Semoga suatu hari nanti Allah mempertemukan aku dengan dia yang mau saling membersamai proses masing-masing...
selalu eval & straightforward then we both apologized, cleared the air & moved on like nothing happened (theres a lot about this relationship that ill always be grateful for) #lovingandloved!!!!! :3
Kasih paham.
In any form of relationship, lo berterima kasih karena sudah diperlakukan dengan baik itu jauh lebih mudah daripada evaluasi dan review atas apa yang menyakiti. Kalau ketemu orang yang bisa duanya, tolong dikasih pujian keren dan keep them for a lifetime